RADAR BOGOR - Bantuan sosial (bansos) PKH Tahap 2 untuk periode April, Mei, dan Juni 2026 terpantau mulai cair secara bertahap ke KPM pada hari ini, Sabtu 9 Mei 2026.
Setelah sebelumnya dimulai oleh Bank BSI, kini giliran Bank BNI yang menunjukkan aktivitas saldo bansos PKH masuk di kartu KKS KPM pencairan bantuan sosial ini.
Pencairan bansos PKH kali ini menjadi momen yang dinantikan KPM setelah adanya proses verifikasi data yang cukup ketat.
Baca Juga: Peringati Hari Kebebasan Pers di Bogor, PFI Bedah Karya Foto Jurnalistik
Meskipun mulai cair, para penerima diimbau untuk tetap tenang karena proses transfer dana dilakukan secara bergelombang dan belum merata ke seluruh rekening KPM di waktu yang bersamaan.
Bank BNI Menyusul BSI, Saldo Masuk Hingga Rp975 Ribu
Berdasarkan laporan terkini, Bank BNI menjadi bank penyalur kedua yang mulai mendistribusikan dana PKH Tahap 2 tahun 2026, melansir dari kanal YouTube DIARY BANSOS.
Pantauan dari berbagai aplikasi mobile banking menunjukkan adanya saldo masuk dengan nominal yang bervariasi sesuai dengan komponen bantuan masing-masing KPM.
Baca Juga: KPM Harap Cek Rekening Sekarang, Bansos PKH Tahap 2 Mei 2026 Dilaporkan Mulai Cair di Bank BNI
“Alhamdulillah kabar yang sangat menggembirakan, saldo bantuan sosial PKH untuk tahap kedua periode April, Mei, Juni tahun 2026 ini mulai terpantau dicairkan lagi. Dan pada hari ini yang terpantau mulai mencairkan adalah bank penyalur Bank BNI,” ungkap laporan dari kanal YouTube DIARY BANSOS.
Daftar Nominal Saldo yang Terpantau Cair
Hingga Sabtu siang, beberapa KPM telah melaporkan masuknya dana ke rekening KKS BNI mereka. Berikut adalah rincian saldo yang terpantau masuk:
-Rp750.000 (Terpantau masuk pagi hari)
-Rp825.000 (Masuk secara bertahap)
-Rp600.000 (Komponen PKH murni)
-Rp975.000 (Terdeteksi masuk sekitar pukul 10.03 WIB)
Untuk menghindari antrean panjang di mesin ATM dan efisien waktu, KPM disarankan untuk memanfaatkan mobile banking. Bagi pemegang KKS BNI, pengecekan bisa dilakukan melalui aplikasi Wonder BNI.
Waspada Bukti Struk Palsu
Di tengah antusiasme pencairan, masyarakat diminta waspada terhadap penyebaran foto struk penarikan yang tidak jelas sumbernya di media sosial.
Seringkali, oknum tidak bertanggung jawab mengedit foto struk lama untuk memancing keramaian (hoaks).
Pastikan Anda hanya mempercayai informasi dari pendamping sosial atau mengecek langsung rekening pribadi Anda.
Bagi Anda yang saldonya masih menunjukkan angka nol atau kosong, diharapkan untuk bersabar.
Hal ini dikarenakan adanya proses perbaikan data gagal cek rekening yang masih dilakukan oleh operator SIKS-NG di tingkat desa maupun pendamping sosial agar bantuan tepat sasaran.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga