Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bansos PKH Tahap 2 Tahun 2026 Dikabarkan Cair di KKS BNI, KPM Diimbau Waspadai Berita Hoaks

Mutia Tresna Syabania • Minggu, 10 Mei 2026 | 10:19 WIB
Ilustrasi KPM bansos cairkan dana bantuan. (Foto: YouTube Kemensos RI)
Ilustrasi KPM bansos cairkan dana bantuan. (Foto: YouTube Kemensos RI)

RADAR BOGOR - Di tengah antusiasme Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menantikan dana bansos, beredar luas foto struk transaksi yang mengklaim bantuan PKH Tahap 2 telah cair melalui Bank BNI. 

Dikutip dari YouTube Arfan Saputra Channel, Namun, setelah dilakukan penelusuran mendalam, bukti-bukti tersebut terindikasi kuat sebagai hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan (AI).

1. Temuan Kejanggalan pada Nomor Rekening

Salah satu cara termudah untuk mengidentifikasi hoaks ini adalah dengan memperhatikan detail pada struk yang beredar. 

Baca Juga: Tampil Lebih Personal, Isyana Sarasvati Gelar Intimate Acoustic Concert di GKJ Jakarta, Catat Jadwalnya

Meskipun diunggah oleh akun yang berbeda dengan nominal saldo yang bervariasi mulai dari Rp600.000 hingga Rp1.200.000 terdapat satu kesamaan yang tidak wajar.

Seluruh foto struk tersebut menampilkan nomor rekening yang identik, yakni berawalan "20" dan diakhiri dengan angka "615". 

Secara logika, tidak mungkin ribuan KPM yang berbeda memiliki nomor rekening yang sama persis. 

Hal ini membuktikan, sumber gambar tersebut berasal dari satu dokumen yang kemudian dimanipulasi secara digital.

Baca Juga: Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Cair Serentak di 50 Daerah Akhir Pekan Ini, Cek Saldo KKS Anda

2. Penggunaan AI untuk Memalsukan Data

Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan oknum tidak bertanggung jawab untuk mengubah data pada gambar dengan sangat halus. 

Melalui aplikasi berbasis AI, seseorang hanya perlu memberikan instruksi teks untuk mengubah nominal uang maupun keterangan waktu pada sebuah foto struk.

Dalam beberapa bukti yang ditemukan, terlihat bagaimana sebuah sistem AI mampu mengubah saldo awal Rp750.000 menjadi Rp1.200.000 serta menggeser keterangan jam transaksi hanya dalam hitungan detik. 

Baca Juga: Kabar Bahagia Akhir Pekan Ini, Pantauan Saldo Bansos PKH Masuk Berdasarkan Komponen, Lima Wilayah Ini Akhirnya Cair Bantuan

Hasil editan ini tampak sangat nyata sehingga mudah mengecoh masyarakat yang kurang teliti.

"Dapat kita simpulkan postingan satu dengan yang lainnya itu memiliki nomor rekening yang sama, hanya nominal dan waktunya saja yang dirubah. Dengan adanya aplikasi AI sekarang ini, semua data dalam struk bisa diedit sesuai keinginan. Kami harap para KPM bisa mencerna informasi dengan baik dan tidak terkecoh oleh oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja menyebarkan bukti palsu padahal pencairan resmi belum dilakukan," ungkap narator dalam YouTube Arfan Saputra Channel. 

3. Status Pencairan Terkini

Hingga saat ini, laporan resmi mengenai pencairan bansos PKH maupun BPNT Tahap 2 yang sudah terealisasi secara nyata baru terpantau pada pemegang kartu KKS Bank BSI (khusus wilayah Aceh).

Baca Juga: Ngopi Sambil Baca Buku di Bogor, Abro Coffee Punya Suasana Homey dan Ramah Anak

Untuk bank penyalur lainnya seperti BNI, BRI, dan Mandiri, status di lapangan umumnya masih terpantau nihil saldo atau sedang dalam proses administrasi perbankan.

Cek apakah nomor rekening, lokasi mesin ATM, dan format tulisan tampak logis atau berulang di postingan orang lain.

Selalu gunakan aplikasi Mobile Banking resmi dari bank penyalur Anda untuk mengecek saldo secara akurat dari ponsel sendiri.

Pastikan kebenaran informasi melalui pendamping sosial di wilayah masing-masing yang memiliki akses ke sistem SIKS-NG.

Baca Juga: Update Bansos 10 Mei 2026: Bank Penyalur Kebut Transfer PKH-BPNT Tahap 2 di Akhir Pekan, Simak Wilayah Aktif Pencarian

Maraknya bukti transfer palsu hasil editan AI menuntut KPM untuk lebih waspada.

Jangan terburu-buru pergi ke ATM hanya karena melihat postingan di media sosial tanpa verifikasi. 

Pastikan Anda mendapatkan informasi bansos dari sumber yang kredibel agar terhindar dari kekecewaan akibat informasi hoaks.***

Editor : Asep Suhendar
#kpm #bansos #pkh