RADAR BOGOR - Memasuki pertengahan Mei 2026, proses pencairan bantuan sosial (bansos) PKH Tahap 2 terpantau semakin masif disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Hari ini, Minggu 10 Mei 2026, Bank BNI menyusul Bank BSI dalam mencairkan dana bansos PKH ke KKS penerima, sementara kabar mengenai pencairan di Bank BRI mulai memicu perbincangan hangat di media sosial, mengutip dari kanal YouTube CEK BANSOS.
Pencairan bansos PKH ke KKS milik KPM hari ini mencakup berbagai komponen bantuan dengan nominal yang bervariasi sesuai kategori.
Baca Juga: Rayakan Kemenangan Persib, Konvoi Suporter Padati Jalanan Kota Bogor
Namun, di tengah antusiasme tersebut, muncul simpang siur mengenai bukti struk penarikan dari Bank BRI yang ramai beredar.
Hal ini penting untuk dipahami agar KPM tidak terjebak informasi yang keliru saat melakukan pengecekan saldo.
Struk Bank BRI yang Viral
Banyak KPM yang mempertanyakan kebenaran cairnya PKH di Bank BRI setelah melihat foto struk penarikan yang beredar luas di grup-grup media sosial.
Setelah ditelusuri, ternyata struk tersebut merupakan hasil transaksi kartu KKS Bank BNI yang ditarik melalui agen atau ATM Bank BRI.
Hingga saat ini, bank yang terpantau melakukan pemindahbukuan dana PKH baru Bank BSI dan Bank BNI.
“Bukti struk penarikan ini adalah masih untuk pencairan dari Bank BNI, akan tetapi KPM ini menarik bantuan sosialnya di bank-bank yang lain atau agen bank lain. Ini menarik bantuannya di agen Bank BRI,” ungkap narator dalam kanal YouTube CEK BANSOS.
Wilayah yang Sudah Cair di KKS BNI
Berdasarkan laporan para penerima manfaat, sejumlah wilayah telah mengonfirmasi adanya saldo masuk di KKS BNI per hari ini, 10 Mei 2026. Beberapa di antaranya meliputi:
-Jakarta Utara dan Jakarta Selatan: Saldo berkisar Rp600.000 hingga Rp875.000 terpantau masuk.
-Jawa Barat: Meliputi Bogor (Cikaret, Ciapus) dengan nominal mencapai Rp975.000.
-Jawa Timur: Wilayah Malang dan Sidoarjo (KKS terbitan 2018) sudah mulai cair.
-Yogyakarta: Terpantau saldo Rp500.000 untuk komponen anak SMA sudah masuk ke rekening.
Penyebab PKH Belum Cair
Bagi KPM yang mendapati status di aplikasi Cek Bansos atau SIKS-NG masih menunjukkan periode Januari-Maret (belum berubah ke periode April-Juni), besar kemungkinan terjadi kendala Gagal Cek Rekening.
Hal ini biasanya disebabkan oleh data Dukcapil yang tidak padan dengan data perbankan, seringkali karena adanya perubahan anggota keluarga dalam KK yang tidak segera dilaporkan.
Baca Juga: Persib Kalahkah Persija di Super League 2025/2026, Adam Alis: Terpenting Dapat 3 Poin
“Penyebab gagal cek rekening ini yang menjadi dasar adalah tidak padannya data Capil dengan data perbankan,” jelas saluran CEK BANSOS, memberikan arahan bagi KPM yang bantuannya terhambat.
Solusinya, KPM harus melakukan pengecekan kepada pendamping PKH atau operator DTKS dengan membawa berkas KK dan KTP agar data dipadankan di SIKS-NG.
KPM diharapkan segera melakukan pemadanan data jika bantuan tak kunjung cair. Jika data sudah diperbaiki, bantuan dipastikan akan disalurkan pada termin susulan setelah proses administrasi perbankan berhasil divalidasi kembali.
Baca Juga: Cek Aset, Direktur Bisnis dan Pelayanan Tirta Pakuan Kota Bogor Optimalkan Potensi Bisnis Non Air
Bagi KPM pemegang kartu KKS Bank BNI, segera cek saldo secara berkala melalui ATM terdekat atau aplikasi mobile banking. Sementara bagi nasabah Bank BRI dan Bank Mandiri, diharapkan tetap bersabar karena pencairan biasanya dilakukan secara bertahap.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga