RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua kembali menjadi perhatian masyarakat pada 10 Mei 2026.
Melansir dari kanal Youtube Cek Bansos pada Minggu, 10 Mei 2026, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai melaporkan adanya saldo bansos PKH BPNT masuk di kartu KKS dari beberapa bank penyalur, terutama Bank BNI dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Namun di tengah proses pencairan bansos PKH BPNT tersebut, masih banyak penerima bantuan yang mengeluhkan status pencairan belum berubah di sistem Cek Bansos maupun SIKS-NG.
Baca Juga: Kemnaker Genjot Talenta AI dan Startup Lewat Talent and Innovation Hub
Berdasarkan perkembangan terbaru, pencairan bantuan melalui Bank BNI terpantau mulai berlangsung di sejumlah daerah.
KPM pemegang kartu KKS Bank BNI di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Bogor, Malang, Yogyakarta, hingga Sidoarjo dilaporkan sudah menerima pencairan bantuan PKH tahap kedua untuk alokasi April hingga Juni 2026.
Selain Bank BNI, proses pencairan lebih awal juga sudah terlihat pada rekening penerima melalui Bank BSI.
Sementara itu, pencairan melalui Bank BRI dan Bank Mandiri masih dinyatakan dalam tahap proses. Informasi yang sempat beredar di media sosial terkait adanya saldo masuk pada kartu KKS Bank BRI setelah ditelusuri ternyata bukan berasal dari pencairan langsung rekening BRI.
Bukti transaksi yang beredar diketahui merupakan kartu KKS Bank BNI yang melakukan penarikan tunai melalui agen Bank BRI. Kondisi ini membuat masyarakat diminta lebih teliti dalam melihat informasi pencairan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Di sisi lain, banyak KPM mengaku status periode salur bantuan mereka masih tertahan pada Januari–Maret 2026 dan belum berubah menjadi April-Juni 2026. Kondisi tersebut ternyata berkaitan dengan kendala teknis pada proses verifikasi rekening di sistem SIKS-NG.
Penyebab utama yang banyak ditemukan adalah munculnya status “Gagal Cek Rekening”. Masalah ini umumnya terjadi karena data kependudukan di Dukcapil tidak sesuai dengan data yang tercatat di perbankan.
“Penyebab gagal cek rekening ini yang menjadi dasar adalah tidak padannya data capil dengan data perbankan ini kebanyakan KPM sedang mengalami ini dari Bank BNI,” ungkap narator melalui kanal Youtube Cek Bansos.
Ketidaksesuaian tersebut dapat dipicu oleh perubahan data dalam Kartu Keluarga, seperti adanya anggota keluarga yang menikah, perubahan alamat, maupun penambahan anggota keluarga baru tetapi belum diperbarui dalam sistem bantuan sosial.
Untuk mengatasi masalah tersebut, KPM disarankan segera melakukan pengecekan data dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga asli ke pendamping PKH atau operator DTKS di kantor desa maupun kelurahan.
Setelah itu, pendamping akan melakukan proses pemadanan data melalui sistem SIKS-NG agar data kependudukan dan rekening bank kembali sinkron.
Jika ditemukan adanya perbedaan data yang lebih detail, penerima bantuan juga dapat diarahkan untuk melakukan pembaruan data langsung ke bank penyalur sesuai petunjuk pendamping sosial.
Setelah proses sinkronisasi selesai dan status berubah menjadi “Berhasil Cek Rekening”, bantuan sosial biasanya akan masuk pada tahap pencairan susulan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga