RADAR BOGOR – Banyak KPM mengira kalau bansos susulan tahap 2 otomatis bakal cair begitu saja setelah sebelumnya gagal salur.
Padahal, faktanya tidak sesederhana itu. Sekalipun pemerintah masih menyiapkan pencairan susulan PKH dan BPNT, ada satu hal penting yang sering disepelekan masyarakat: status rekening dan validasi data penerima.
Kalau masalah ini tidak segera dibereskan, siap-siap saja bansos susulan melayang dan tidak bisa masuk rekening!
Melansir YouTube Pendamping Sosial, belakangan ini pemerintah memang masih terus memproses penyaluran bansos tahap 2 untuk KPM yang sebelumnya mengalami kendala pencairan.
Namun, Kemensos juga menemukan banyak kasus gagal salur yang jumlahnya tidak sedikit. Bahkan, ada jutaan penerima yang pencairannya tersendat hanya karena masalah administrasi dan rekening KKS.
Inilah yang harus dipahami para KPM. Jangan sampai berpikir, "Nanti juga cair sendiri." Karena kalau rekening bermasalah atau data tidak sinkron, sistem bisa otomatis menahan bantuan.
Baca Juga: Gak Cuma BSI Lagi, Bank BNI Menyusul Cair, KPM Pastikan Data Sinkron jika Tidak Cepat Lakukan Ini
Salah satu penyebab paling sering terjadi adalah rekening KKS dormant atau tidak aktif. Biasanya ini terjadi karena kartu terlalu lama tidak digunakan untuk transaksi
Ketika rekening masuk status dormant, bank penyalur tidak bisa memproses pencairan bansos sampai rekening diaktifkan kembali.
Masalah berikutnya adalah data NIK dan nama yang tidak sesuai dengan Dukcapil. Contohnya terlihat sepele: ada perbedaan huruf pada nama, tanggal lahir berbeda, atau NIK tidak sinkron. Tetapi, justru hal-hal kecil seperti ini yang sering membuat bantuan gagal masuk.
Belum lagi ada kasus nomor rekening tidak ditemukan dalam sistem bank Himbara. Ada juga KPM yang kartunya rusak, terblokir, atau bahkan hilang, namun belum dilaporkan untuk penggantian. Akibatnya? Saat bansos susulan diproses, rekening penerima tidak bisa dipakai.
Yang lebih miris, sebagian KPM ternyata tidak segera melakukan perbaikan data meski sudah diminta pendamping sosial. Padahal, proses validasi ini sangat penting supaya bantuan bisa dicairkan ulang.
Kemensos sendiri sebelumnya mengungkap bahwa lebih dari 1 juta penerima mengalami gagal salur bansos tahap 2 karena persoalan rekening dan validasi data. Artinya, masalah ini bukan hal kecil dan bukan sekadar isu receh.
Karena itu, KPM jangan hanya menunggu informasi dari tetangga atau grup WhatsApp. Mulai sekarang, wajib lebih aktif mengecek status bantuan masing-masing.
Pastikan kartu KKS masih aktif dan bisa dipakai transaksi. Kalau kartu error, rusak, atau sudah lama tidak digunakan, segera datang ke bank penyalur untuk pengecekan. Jangan tunggu sampai jadwal bansos susulan selesai diproses.
Selain itu, cek juga apakah data kependudukan sudah benar. Nama, NIK, dan KK harus sesuai dengan data Dukcapil. Kalau ada perbedaan sedikit saja, segera urus perbaikannya melalui pendamping sosial atau pihak terkait.
Banyak orang gagal menerima bansos bukan karena dicoret pemerintah, tetapi karena mengabaikan hal-hal teknis yang dianggap sepele. Padahal, sistem penyaluran bansos sekarang makin ketat dan semuanya berbasis validasi data digital.
Jadi, jangan heran kalau ada tetangga yang sudah cair bansos susulan, sementara yang lain masih zonk meski sama-sama terdaftar sebagai KPM. Bisa jadi masalahnya ada di rekening, kartu KKS, atau data administrasi yang belum beres.
Intinya sederhana: bansos susulan tahap 2 memang masih ada harapan cair. Tetapi, kalau rekening bermasalah, data tidak sinkron, atau status masih gagal salur, bantuan bisa tetap tertahan bahkan hangus dari proses pencairan.
Makanya, jangan santai terlalu cepat. Lebih baik cek dan bereskan semua kendala dari sekarang sebelum kesempatan bansos susulan benar-benar lewat begitu saja.***
Editor : Eli Kustiyawati