RADAR BOGOR - Beredar luas di media sosial sebuah struk Bank BRI dengan nominal tarik tunai Rp600.000 yang diklaim sebagai bukti pencairan bansos PKH tahap kedua pada Senin, 11 Mei 2026.
Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, struk tersebut justru menuai tanda tanya karena kartu KKS yang digunakan tidak mencantumkan masa berlaku, berbeda dengan KKS baru pada umumnya.
Sementara itu, fakta di lapangan menunjukkan bahwa hingga hari ini, KKS Bank BNI-lah yang mendominasi pencairan PKH tahap kedua di berbagai daerah seperti Awipari, Riau, Sukabumi, hingga Lubuk Pakam Sumatera Utara, melansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel.
Baca Juga: Kejar Predikat Kota Sehat Swasti Saba Wistara, Kota Bogor Genjot 7 Tatanan yang Masih Tertinggal
Struk BRI Rp600.000 Dipertanyakan, KKS Tanpa Masa Berlaku Jadi Sorotan
Sejumlah warganet membagikan kabar gembira bahwa KKS Bank BRI sudah cair. Salah satu bukti yang beredar menunjukkan struk BRI dengan tanggal transaksi 11 Mei 2026 pukul 05.01, nominal tarik tunai Rp600.000.
Namun, narator kanal Arfan Saputra Channel menemukan kejanggalan.
“Yang mengganjal bagi saya, KKS-nya ini tidak ada masa berlakunya. Kalau ATM baru kan harusnya di sini ada keterangan masa berlakunya ya teman-teman,” ungkapnya.
Baca Juga: BNI Menyusul BSI Cairkan Bansos PKH Tahap 2 di 7 Provinsi, BRI dan Mandiri Masih Harap Bersabar
Hal ini berbeda dengan KKS baru keluaran 2025 yang mencantumkan masa berlaku hingga 2030.
KKS BNI Jadi Penguasa Pencairan 11 Mei 2026
Berbeda dengan klaim cairnya BRI, bukti-bukti dari berbagai daerah justru memperlihatkan dominasi KKS Bank BNI. Berikut rinciannya:
- Awipari: KKS BNI cair dengan saldo Rp22.000 per 11 Mei 2026 jam 08.47
- Riau: KKS BNI tahun 2020 cair, penarikan Rp440.000 di ATM BRI/Brilink
- Cicurug Sukabumi: KKS BNI cair Rp950.000 dari total saldo Rp975.000
- Lubuk Pakam Sumatera Utara: PKH tahap kedua BNI sudah cair
Baca Juga: Sungai Cidurian di Cigudeg Bogor Kembali Meluap, Warga Minta KemenPU Normalisasi
Bahkan struk yang mengatasnamakan BRI pun setelah diteliti ternyata merupakan KKS BNI yang melakukan penarikan di agen Brilink (layanan BRI).
Kabar dari Lampung: Masih kosong, Belum Ada Pergerakan
Di tengah euforia pencairan, tidak semua daerah mendapat kabar baik. Seorang KPM dari Lampung melaporkan hasil cek saldo pada 11 Mei 2026 jam 10.00 pagi: masih belum ada saldo untuk PKH maupun BPNT.
“Tadi cek masih belum ada saldo masuk wilayah Lampung,” tulis salah satu warganet, dikutip dari kanal Arfan Saputra Channel.
Baca Juga: Promo Rivera Bogor Mei 2026: Pelajar dan Mahasiswa Bisa Nikmati Beli 1 Gratis 1 Tiket Wahana
Nominal Cair Bervariasi, Tergantung Komponen Penerima
Dari bukti-bukti yang masuk, besaran PKH yang cair bervariasi sesuai komponen:
- Rp440.000 – kemungkinan untuk komponen tertentu
- Rp600.000 – tarik tunai, diduga PKH anak SD
- Rp950.000–Rp975.000 – untuk komponen balita dan satu anak SD
- Rp1.117.000 – diduga potongan dari Rp1.200.000
Hingga Senin, 11 Mei 2026, pencairan PKH tahap kedua masih didominasi oleh KKS Bank BNI di berbagai wilayah. Klaim cairnya Bank BRI perlu dikonfirmasi lebih lanjut karena ditemukan kejanggalan pada struk yang beredar.***
Editor : Asep Suhendar