RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap 2 per 12 Mei 2026 terus berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.
Melansir dari kanal Youtube Pendamping Sosial pada Selasa, 12 Mei 2026, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai melaporkan adanya saldo bansos masuk pada kartu KKS, meskipun proses penyaluran belum merata di seluruh daerah.
Status pencairan juga berbeda-beda tergantung bank penyalur dan proses sinkronisasi data penerima bansos tahap ini.
Untuk wilayah Aceh yang menggunakan Bank Syariah Indonesia (BSI), pencairan PKH dan BPNT dilaporkan sudah mulai berjalan secara bertahap sejak beberapa hari terakhir.
Sejumlah penerima bantuan mengaku saldo bantuan telah masuk ke rekening KKS mereka, baik untuk komponen PKH maupun BPNT tahap 2 tahun 2026.
Sementara itu, pencairan melalui Bank BNI disebut menjadi salah satu yang paling cepat pada tahap kali ini. Bantuan PKH sudah mulai diterima oleh sebagian KPM sejak dua hari terakhir.
Adapun bantuan BPNT di beberapa wilayah diketahui telah berstatus SI (Standing Instruction) di aplikasi SIKS-NG, yang menandakan proses penyaluran sedang berjalan menuju tahap transfer saldo ke rekening penerima.
Berbeda dengan BNI dan BSI, pencairan melalui Bank BRI dan Bank Mandiri hingga siang 12 Mei 2026 masih belum dilaporkan masuk secara luas. Meski demikian, status bantuan di sistem SIKS-NG sebagian besar sudah menunjukkan SI.
“untuk pemegang kartu KKS Bank BRI untuk Program Keluarga Harapannya atau PKH itu belum ada yang cair, belum ada yang melapor cair hari ini. Dan juga untuk BPNT program sembakonya juga sama, belum ada yang cair,” ungkap narator melalui kanal Youtube Pendamping Sosial.
Baca Juga: Kuota SMP Negeri Capai 7 Ribu, Siswa Kategori Miskin Jadi Prioritas SPMB di Kota Bogor
Kondisi ini membuat banyak KPM masih menunggu proses pencairan lanjutan sesuai jadwal distribusi masing-masing wilayah.
Nominal bantuan PKH tahap 2 tahun 2026 tetap disalurkan sesuai kategori penerima. Untuk ibu hamil dan balita, bantuan yang diterima sebesar Rp750.000 per tahap.
Anak sekolah jenjang SD mendapatkan Rp225.000, siswa SMP Rp375.000, dan siswa SMA Rp500.000 untuk pencairan tiga bulanan. Sementara itu, kategori lansia dan penyandang disabilitas menerima bantuan sebesar Rp600.000 per tahap.
Baca Juga: Kunjungi Radar Bogor, Siswa MTsN 1 Bogor Belajar Ritme Kerja Jurnalistik Profesional
Selain bantuan PKH, penerima BPNT atau bantuan sembako mendapatkan saldo sebesar Rp600.000 untuk alokasi tiga bulan. Bantuan tersebut disalurkan langsung melalui kartu KKS yang dapat digunakan sesuai ketentuan program bantuan pangan.
Pada triwulan kedua tahun 2026, pemerintah juga melakukan penambahan sekitar 470.000 Keluarga Penerima Manfaat baru.
Penambahan data penerima ini berasal dari proses pemutakhiran DTKS yang dilakukan melalui pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) bersama pemerintah daerah. Pembaruan data dilakukan untuk menyesuaikan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berhak menerima bantuan.
Baca Juga: Kunjungi Radar Bogor, Siswa MTsN 1 Bogor Belajar Ritme Kerja Jurnalistik Profesional
Di sisi lain, masih ada sejumlah KPM yang mengeluhkan saldo rekening kosong meskipun status bantuan di SIKS-NG sudah berubah menjadi SI.
Kondisi tersebut terjadi karena beberapa faktor, salah satunya proses penyaluran yang dilakukan bertahap sehingga belum seluruh wilayah menerima pencairan secara bersamaan.
Selain itu, terdapat kendala gagal cek rekening akibat ketidaksesuaian data antara rekening bank dan data DTKS.
Proses verifikasi dari pihak bank penyalur juga menjadi salah satu penyebab bantuan belum masuk ke rekening penerima meskipun status penyaluran sudah aktif di sistem.***
Editor : Asep Suhendar