RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap 2 periode April-Juni 2026 hingga 12 Mei 2026 masih berlangsung secara bertahap di berbagai daerah.
Proses pencairan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) belum dilakukan secara serentak sehingga banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masih menunggu saldo masuk ke rekening masing-masing.
Melansir dari kanal Youtube Pendamping Sosial pada Selasa, 12 Mei 2026, perbedaan jadwal pencairan antarwilayah dan bank penyalur menjadi salah satu penyebab bantuan belum diterima secara bersamaan oleh seluruh penerima.
Berdasarkan perkembangan terbaru, pencairan bantuan PKH dan BPNT saat ini lebih banyak terpantau melalui rekening penerima di Bank BNI dan Bank BSI.
Meski demikian, proses penyaluran tetap dilakukan bertahap sehingga sebagian pemilik KKS masih belum menerima dana bantuan pada hari yang sama.
“Per hari ini kita pantau untuk Bank BNI dan juga Bank BSI masih mendominasi pencairan bantuan PKH, khususnya untuk di kartu KKS Bank BNI kemudian di kartu KKS Bank BSI,” ujar narator melalui kanal Youtube Pendamping Sosial.
Sementara itu, untuk penerima bantuan melalui Bank BRI dan Bank Mandiri, pencairan masih belum terlihat merata sehingga banyak KPM masih menunggu proses transfer lanjutan.
Kondisi tersebut membuat banyak penerima bantuan diminta tetap memantau status pencairan secara berkala karena proses distribusi dana masih berjalan.
Perbedaan waktu pencairan disebut dipengaruhi proses administrasi dan kesiapan data penerima di masing-masing wilayah. Karena itu, keterlambatan saldo masuk tidak selalu menandakan bantuan gagal cair.
Baca Juga: Fakta Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 2 di 4 Bank Himbara, Cek Penyaluran Bantuan Lainnya di Sini
Salah satu perkembangan penting dalam penyaluran bansos kali ini adalah perubahan status bagi KPM yang sebelumnya mengalami kendala “Gagal Cek Rekening”.
Permasalahan ini umumnya terjadi akibat adanya ketidaksesuaian data antara Dukcapil dan data yang tercatat dalam sistem Kementerian Sosial. Ketidaksinkronan data tersebut membuat proses validasi rekening penerima tertunda.
Setelah dilakukan pemutakhiran data oleh pendamping sosial, banyak status penerima yang sebelumnya mengalami gagal cek rekening kini berubah menjadi SPM atau Surat Perintah Membayar.
Perubahan status tersebut menjadi tanda bahwa proses administrasi pencairan telah memasuki tahap lanjutan. Setelah tahap SPM selesai, status penerima akan berubah menjadi SI atau Standing Instruction yang menandakan dana bantuan siap ditransfer ke rekening KKS penerima.
KPM yang masih mengalami kendala pencairan disarankan untuk berkoordinasi dengan pendamping PKH di wilayah masing-masing agar proses pengecekan data dapat dilakukan lebih cepat.
Langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan terus melakukan pengecekan saldo ATM secara berulang tanpa kepastian status terbaru di sistem.
Selain bantuan PKH dan BPNT, penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng juga masih berlangsung di sejumlah daerah.
Program bantuan pangan tersebut sebelumnya direncanakan berjalan saat Ramadan dan Lebaran, namun beberapa wilayah mengalami keterlambatan distribusi akibat kendala teknis di lapangan.
Meski sempat tertunda, penyaluran bantuan pangan disebut masih tetap dilanjutkan sesuai alokasi yang telah disiapkan.
Di sisi lain, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) juga masih dicairkan kepada siswa penerima manfaat dari berbagai jenjang pendidikan.
Sejumlah penerima melaporkan adanya dana masuk dengan nominal tertentu ke rekening Kartu Indonesia Pintar (KIP). Penyaluran PIP dilakukan dalam beberapa gelombang meskipun bantuan tersebut hanya diberikan satu kali dalam setahun.
Orang tua siswa yang anaknya terdaftar sebagai penerima rutin PIP disarankan untuk rutin mengecek rekening KIP secara berkala. Hal ini karena jadwal pencairan antarwilayah dan bank penyalur dapat berbeda sehingga dana bantuan tidak selalu masuk secara bersamaan.***
Editor : Asep Suhendar