RADAR BOGOR - Penyaluran bansos Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (PKH BPNT) tahap 2 alokasi April Juni 2026 terpantau mengalami lonjakan pencairan.
"Jika sebelumnya pencairan terlihat masih malu-malu, hari ini kita menyaksikan fenomena banjir saldo yang merata di empat bank penyalur utama," ungkap kanal Info Bansos.
Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan bahwa proses pemindah bukuan dana tidak akan terhambat oleh hari libur.
Hal ini terbukti dari banyaknya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang melaporkan saldo bantuan masuk sejak kemarin.
Berdasarkan pantahuan kanal Info Bansos di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG), status untuk kebanyakan KPM sudah menunjukkan standing instruction (SI).
Diketahui, status SI ini adalah perintah final dari pemerintah kepada bank penyalur untuk melakukan pengisian saldo ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) KPM.
Sesuai dengan surat perintah penyaluran yang diterbitkan Kemensos pada 6 Mei 2026 lalu, target realisasi pencairan bansos PKH telah mencapai 73,8%.
"Artinya pemerintah sedang melakukan akselerasi besar-besaran sebelum memasuki akhir bulan," tutur kanal Info Bansos.
Bagi KPM yang belum menerima pencairan bansos, ada kemungkinan data penerima manfaat termasuk dalam termin susulan atau sedang dalam proses sinkronisasi ulang di pihak perbankan.
"Namun secara garis besarnya arus transfer sedang berlangsung gencar-gencarnya hari ini. Satu struk KKS BNI terpantau sebuah penarikan sukses sebesar Rp600.000," ucap kanal Info Bansos.
Ramai di media sosial, pencairan bantuan senilai Rp600.000 merupakan pencairan bansos tahap kedua dan sejumlah nominal adalah struk penarikan bantuan PKH tahap kedua.
Editor : Siti Dewi Yanti