RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) PKH Tahap 2 dan BPNT alokasi April–Juni 2026 kembali mengalami perkembangan signifikan pada Selasa, 12 Mei 2026.
Berdasarkan pemantauan terbaru yang dilansir dari kanal Youtube Info Bansos pada Selasa, 12 Mei 2026, arus pencairan saldo bansos dilaporkan meningkat tajam di berbagai daerah dan tersebar merata melalui empat bank penyalur utama.
Kondisi ini terlihat dari banyaknya laporan saldo masuk pada kartu KKS milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di sejumlah wilayah Indonesia.
Baca Juga: Bansos PIP Rp450 Ribu Mulai Cair, Khusus Anak Sekolah Kelas Berjalan di Daerah Ini Jadi Prioritas
Perkembangan terbaru menunjukkan mayoritas data penerima di sistem SIKS-NG telah memasuki status SI atau Standing Instruction.
Status tersebut menandakan proses instruksi pencairan kepada pihak perbankan sudah diterbitkan sehingga penyaluran saldo ke rekening penerima sedang berlangsung secara bertahap.
Selain itu, realisasi penyaluran PKH hingga awal Mei 2026 tercatat telah mencapai 73,8 persen, menandakan percepatan distribusi bansos menjelang pertengahan bulan.
Baca Juga: SMAN 4 Cibinong Bogor Nonaktifkan Oknum Guru BK Imbas Kasus Dugaan Pelecehan Terhadap Siswi
Di sejumlah daerah, penerima bantuan juga melaporkan keberhasilan penarikan saldo dari kartu KKS. Pada rekening KKS BNI misalnya, terdapat laporan penarikan sebesar Rp600 ribu yang diduga berasal dari pencairan BPNT tahap 2 maupun kombinasi bantuan PKH.
“struk KKS BNI terpantau sebuah penarikan sukses sebesar Rp600.000. Ada yang mengklaim pencairan Rp600.000 ini bersumber dari bantuan BPNT untuk tahap kedua dan beberapa nominal yang diyakini sebagai struk penarikan bantuan PKH tahap kedua,” ungkap narator melalui kanal Youtube Info Bansos.
Sementara itu, penerima dari bank penyalur lain seperti BRI dan Mandiri juga mulai melaporkan saldo masuk dengan nominal yang bervariasi sesuai komponen bantuan masing-masing.
Baca Juga: Rekomendasi Toko Emas Tepercaya, Raja Emas Indonesia
Berikut daftar daerah yang terpantau sudah menerima pencairan berdasarkan bank penyalur:
Bank BNI
Wilayah yang melaporkan saldo bansos masuk meliputi Surakarta, Malang, Tabanan, Tangerang Selatan, Jembrana, Yogyakarta, Gianyar, Cirebon, Pekalongan, Probolinggo, Badung, Cimahi, Sukabumi, Banjar, Pasuruan, Blitar, Salatiga, Mojokerto, Magelang, Batu, dan Gunung Kidul.
Selain itu terdapat pula laporan dari Lubuk Linggau, Karimun, Binjai, Prabumulih, Tanjung Pinang, Tarakan, Pangkal Pinang, Bontang, Sungai Penuh, Sigi, Mamasa, Mamuju Tengah, Jayapura, Manokwari, Sawahlunto, Sorong, Kotamobagu, Halmahera Barat, Tual, hingga Bolaang Mongondow.
Bank BSI
Pencairan bansos melalui Bank Syariah Indonesia dilaporkan tersebar hampir di seluruh wilayah Aceh, termasuk Aceh Utara, Pidie, Banda Aceh, dan sejumlah kabupaten/kota lainnya. Selain Aceh, laporan saldo masuk juga muncul dari Medan, Deli Serdang, Batam, Depok, serta Gunung Kidul.
Bank BRI
Wilayah penerima yang melaporkan pencairan antara lain Merauke, Sabu Raijua, Yapen, Mimika, Mahakam Ulu, Asmat, Raja Ampat, Sorong, dan Nabire.
Di Pulau Jawa dan sekitarnya, laporan pencairan juga datang dari Surabaya, Kutai Timur, Tangerang, Bogor, Garut, Bandung, Karawang, Bekasi, serta wilayah DKI Jakarta.
Baca Juga: Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2, Apakah KKS Bank BRI Sudah Cair? Simak Buktinya Berikut Ini
Bank Mandiri
Beberapa daerah yang terpantau menerima saldo bansos melalui Bank Mandiri meliputi Teluk Bintuni, Keerom, Manokwari Selatan, Tangerang, Jakarta Timur, dan Batam.
Bagi KPM yang belum menerima saldo bantuan, proses pencairan masih berlangsung secara bertahap sehingga sebagian data kemungkinan masih berada dalam tahap sinkronisasi perbankan atau termin susulan.
Karena itu, pengecekan saldo disarankan dilakukan secara berkala melalui layanan mobile banking seperti BRImo, Livin’ by Mandiri, BNI Mobile Banking, maupun BSI Mobile agar lebih praktis tanpa harus sering mendatangi ATM.***
Editor : Asep Suhendar