RADAR BOGOR - Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dilaporkan mulai cair per 12 Mei 2026.
Dilansir dari YouTube Cek Bansos, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Aceh yang menggunakan rekening Bank BSI mengabarkan telah menerima saldo masuk sebesar Rp450.000 sebagai bantuan PIP untuk anak usia sekolah kelas berjalan.
Siapa Saja Penerima Bantuan PIP Kali Ini?
Baca Juga: Kabar Baik untuk KPM Gagal Cek Rekening: Status Berubah dan Bantuan Masih Bisa Cair di Tahap 2
Kategori Kelas Berjalan
Bantuan PIP yang saat ini sedang dicairkan diperuntukkan bagi siswa dengan kategori kelas berjalan, yaitu siswa yang masih menjalani tahun ajaran aktif dan belum berada di kelas akhir. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Jenjang SD: kelas 1 hingga kelas 5
- Jenjang SMP: kelas 1 dan kelas 2
- Jenjang SMA dan SMK: kelas 1 dan kelas 2
Nominal yang Diterima
Berdasarkan laporan yang beredar, nominal bantuan PIP yang diterima KPM pada pencairan kali ini adalah sebesar Rp450.000 per rekening.
Penyaluran Dimulai dari Bank BSI di Wilayah Aceh
Laporan dari KPM Aceh
Hingga saat ini, laporan penerimaan bantuan PIP baru masuk dari KPM yang berada di wilayah Aceh dan menggunakan rekening Bank BSI.
Sejumlah KPM di berbagai daerah di Aceh mengonfirmasi telah menerima saldo masuk Rp450.000 sebagai bantuan PIP untuk anak mereka yang masih duduk di bangku sekolah kelas berjalan.
Bank Lain Diharapkan Segera Menyusul
Baca Juga: Bukan Cuma Bansos, Bantuan PIP Rp450.000 Masih Cair per Mei 2026, Segera Cek Saldo ATM KIP Anda
Pencairan PIP melalui Bank BRI dan Bank BNI, baik bagi pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) maupun buku rekening Simpel, diharapkan segera menyusul dalam waktu dekat.
Proses penyaluran PIP dipastikan akan terus berlangsung secara bertahap ke seluruh wilayah Indonesia.
Cara Mengecek Saldo PIP
Bagi orang tua yang anaknya terdaftar sebagai penerima PIP dan masuk dalam kategori kelas berjalan, disarankan untuk segera mengecek saldo melalui ATM KIP atau buku rekening Simpel masing-masing.
Jangan sampai bantuan yang sudah masuk terlambat diketahui dan dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan anak.***
Editor : Eli Kustiyawati