Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Diam-Diam Dicoret dari PKH dan BPNT? Ga Usah Galau, Ini Penyebab Ribuan Penerima Bansos Mei 2026 Tak Lagi Terdaftar

Lucky Lukman Nul Hakim • Rabu, 13 Mei 2026 | 08:20 WIB
Pemerintah terus membantu masyarakat miskin melalui Bansos.  (Foto : Kemensos RI)
Pemerintah terus membantu masyarakat miskin melalui Bansos. (Foto : Kemensos RI)

RADAR BOGOR - Pemerintah mengubah lagi data penerima bantuan sosial (Bansos) pada Mei 2026. 

Dampaknya, sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) Bansos kini tidak lagi tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Program Sembako setelah dilakukan pemutakhiran data nasional.

Perubahan data tersebut, dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) melalui percepatan pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kini diperbarui secara berkala setiap triwulan.

Baca Juga: Baffee Kebab and Grill, Kebab Jumbo Isi Daging Saikoro dengan Bumbu Timur Tengah dan Rempah Lokal di Bogor

Masyarakat yang sebelumnya menerima Bansos diminta, segera melakukan pengecekan mandiri untuk memastikan status kepesertaan mereka masih aktif atau sudah dihentikan. 

Pemeriksaan dapat dilakukan secara online, melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id hanya dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa ribuan penerima Bansos dicoret dari daftar penerima pada triwulan pertama 2026 karena terindikasi terlibat aktivitas game online terlarang.

Baca Juga: BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Rp600.000 Mulai Cair di KKS Bank Mandiri per 13 Mei 2026, Segera Cek Saldo

Dalam keterangannya pada Selasa, 12 Mei 2026, Gus Ipul menjelaskan, lebih dari 11 ribu penerima bansos telah dicoret sepanjang triwulan pertama tahun ini. 

Sementara pada triwulan kedua, terdapat tambahan 75 KPM yang kembali dihapus dari daftar penerima bantuan sosial.

Menurutnya, jumlah tersebut sebenarnya mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Alhamdulillah, Bansos BPNT Tahap 2 April-Juni 2026 Cair di KKS Bank Mandiri per 13 Mei 2026, Bogor Termasuk di Daftar Wilayah Salur, Cek Selengkapnya

Pemerintah mencatat, sebelumnya terdapat sekitar 600 ribu penerima bansos yang terindikasi terkait aktivitas game online terlarang, namun kini jumlahnya menurun drastis menjadi sekitar 11 ribu orang.

Kemensos menegaskan, pencoretan dilakukan setelah proses pemadanan data bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). 

Pemerintah sebelumnya masih memberikan kesempatan kepada sebagian penerima bansos setelah dilakukan pemeriksaan lapangan. 

Baca Juga: PIP Rp450.000 Mulai Cair di Wilayah Aceh via Bank BSI, Siswa SD, SMP, dan SMA Segera Cek Rekening

Namun, apabila kembali ditemukan indikasi keterlibatan dalam game online terlarang, Bansos akan dihentikan secara permanen.

Cara Cek Status Penerima Bansos Mei 2026

Pengecekan status penerima bansos secara mandiri melalui ponsel bisa dilakukan masyarakat dengan cara berikut ini:

  1. Masuk ke laman resmi cekbansos.kemensos.go.id
  2. Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP
  3. Ketik kode captcha yang muncul
  4. Klik tombol “Cari Data”

Baca Juga: BPNT Mei 2026 Cair Rp600 Ribu Sekaligus, Begini Cara Cek Nama Penerima Tanpa Harus Keluar Rumah

Setelah proses pencarian selesai, sistem akan menampilkan identitas penerima, jenis bantuan sosial yang diterima, kelompok desil, hingga status bansos aktif atau tidak aktif.

Alasan Status Penerima Bansos Bisa Berubah

Kemensos menjelaskan, sistem DTSEN kini menjadi acuan utama dalam menentukan penerima bansos.

Baca Juga: Kabar Baik untuk KPM Gagal Cek Rekening: Status Berubah dan Bantuan Masih Bisa Cair di Tahap 2

Data tersebut memuat kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang diperbarui secara berkala.

Penentuan kelompok desil tidak hanya berdasarkan besaran penghasilan, tetapi juga mempertimbangkan berbagai indikator lain seperti pekerjaan, tingkat pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik rumah, hingga kepemilikan aset.

Dalam DTSEN terdapat 10 kelompok desil. Kelompok desil 1 merupakan kategori masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah dan menjadi prioritas utama penerima bansos bersama kelompok desil 2 hingga desil 4.

Baca Juga: Progres Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Mei 2026, Cek Rekapitulasi Bank Penyalur Bantuan di Sini

Karena data terus diperbarui mengikuti kondisi ekonomi masyarakat, status penerima Bansos dapat berubah sewaktu-waktu. 

Warga yang sebelumnya menerima Bansos bisa saja tidak lagi terdaftar apabila dinilai sudah tidak memenuhi kriteria penerima bantuan sosial. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #bantuan sosial #bpnt #bansos #pkh