RADAR BOGOR - Kabar baik bagi keluarga penerima manfaat (KPM), penyaluran BPNT tahap kedua 2026 mulai menunjukkan perkembangan baru.
Pada Rabu, 13 Mei 2026, saldo BPNT sebesar Rp600.000 dilaporkan mulai masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang diterbitkan oleh Bank Mandiri.
Informasi yang dibagikan akun Youtube Diarybansos tersebut menjadi angin segar bagi para penerima bansos yang beberapa hari terakhir menunggu pencairan lanjutan.
Sebelumnya, penyaluran bantuan sosial PKH dan BPNT telah lebih dulu terpantau melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) di wilayah Aceh, kemudian menyusul melalui BNI untuk bantuan PKH. Kini giliran KKS dari Bank Mandiri yang mulai menerima saldo BPNT secara bertahap.
Saldo BPNT Rp600.000 Masuk Bertahap di KKS Mandiri
Berdasarkan laporan sejumlah KPM, saldo BPNT tahap 2 mulai masuk pada dini hari. Nominal yang diterima tercatat sebesar Rp600.000 untuk alokasi tiga bulan, yakni April hingga Juni 2026.
Pencairan ini masih berlangsung secara bertahap, sehingga wajar jika ada sebagian penerima yang sudah menerima saldo, sementara lainnya masih menunggu proses penyaluran berikutnya.
Baca Juga: Pencairan Bansos Melalui KKS BNI dan BSI Meledak di Berbagai Daerah, Segera Cek Saldo Sebelum Hangus
Bagi KPM pemegang KKS Bank Mandiri, pengecekan saldo disarankan dilakukan secara berkala mulai hari ini.
Masyarakat tidak perlu panik apabila saldo belum masuk, karena distribusi bantuan dilakukan bertahap sesuai proses perbankan dan data penerima.
Update Pencairan di Bank Penyalur
Sejauh ini, perkembangan penyaluran bansos melalui bank penyalur tercatat sebagai berikut:
- BSI : PKH dan BPNT sudah mulai cair di sejumlah wilayah, terutama Aceh.
- BNI : PKH tahap 2 sudah masuk ke sebagian KPM.
- Bank Mandiri : BPNT Rp600.000 mulai cair sejak 13 Mei 2026.
- BRI : Hingga saat ini sebagian penerima masih menunggu pencairan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses penyaluran bantuan sosial terus berjalan dan belum selesai secara nasional.
Baca Juga: SPMB Kota Bogor Segera Dibuka, Ini Pembagian Kuota Jalur SMP dan SD
Cek Saldo Lebih Mudah Lewat Livin’ by Mandiri
Bagi penerima yang rumahnya jauh dari ATM atau agen bank, pengecekan saldo dapat dilakukan melalui aplikasi mobile banking. Untuk pengguna Bank Mandiri, layanan yang disarankan adalah aplikasi Livin’ by Mandiri.
Melalui aplikasi tersebut, KPM dapat memantau apakah saldo bansos sudah masuk tanpa harus datang ke ATM.
Cara ini dinilai lebih praktis, hemat waktu, dan mengurangi risiko kartu KKS rusak, tertelan mesin, atau hilang.
Baca Juga: Arungi Liga 4 Seri 1 Jawa Barat, Bogor Raya FC Seleksi Pemain
Sebagian besar laporan penerima yang mengetahui saldo masuk lebih awal berasal dari pengguna mobile banking, karena mereka bisa memeriksa rekening secara real-time melalui ponsel.
KPM Diimbau Segera Cairkan Dana
Setelah saldo bantuan masuk, KPM disarankan segera mencairkan atau menggunakan dana tersebut sesuai kebutuhan pokok.
Hal ini karena berdasarkan ketentuan dari Kementerian Sosial RI , batas waktu pemanfaatan dana bantuan adalah 30 hari sejak saldo masuk ke rekening penerima.
Jika dana tidak digunakan hingga melewati batas waktu, ada kemungkinan saldo dikembalikan ke kas negara. Karena itu, penerima diimbau tidak menunda pencairan terlalu lama.
“Begitu saldo masuk, sebaiknya segera digunakan sesuai kebutuhan prioritas keluarga, seperti belanja bahan pangan atau keperluan sekolah anak,” demikian imbauan yang beredar di kalangan pendamping bansos.
Status 6NG dan SPM Jadi Sinyal Pencairan Susulan
Selain kabar pencairan, ada perkembangan lain dari sistem 6NG atau Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation.
Baca Juga: Bansos Tahap 2 Terkini, KPM Wilayah Jawa Barat Akhrinya Cair hingga Ketentuan Pencairan Susulan
Sejumlah KPM yang sebelumnya mengalami gagal cek rekening kini dilaporkan statusnya berubah menjadi SPM.
Perubahan status tersebut biasanya menjadi tahapan menuju SI (standing instruction), yang menandakan dana siap dipindahbukukan ke rekening penerima.
Artinya, bagi KPM yang belum menerima saldo hari ini, peluang pencairan susulan masih terbuka dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Permudah Layanan, Kelurahan Sempur Kota Bogor Hadirkan Layanan Rekam e-KTP Malam Hari untuk Pemula
Ada yang Sudah Cair, Ada yang Masih Menunggu
Testimoni dari sejumlah daerah menunjukkan pencairan belum merata. Beberapa penerima di Kabupaten Takalar mengaku sudah menerima BPNT Rp600.000 melalui KKS Mandiri pada 13 Mei 2026.
Sementara itu, penerima di Garut melaporkan saldo masih kosong pada hari yang sama. Di Lampung Utara, beberapa KPM juga menyebut bantuan BPNT sudah mulai masuk.
Perbedaan ini menegaskan bahwa pencairan dilakukan secara bertahap berdasarkan wilayah, bank penyalur, dan proses sinkronisasi data.
Bagi KPM yang belum menerima bantuan, pengecekan saldo cukup dilakukan berkala, misalnya setiap tiga hari atau seminggu sekali. Dengan begitu, proses pemantauan lebih aman tanpa risiko kendala pada kartu KKS. (***)
Editor : Yosep Awaludin