RADAR BOGOR - Kabar gembira yang dinantikan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos akhirnya tiba pada pertengahan Mei 2026 ini.
Dilansir dari YouTube Diary Bansos, Setelah melalui periode penantian, gelombang pencairan bansos Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 2 terpantau mulai masuk ke rekening pemegang kartu KKS dari salah satu bank penyalur utama.
1. Progres Pencairan di Berbagai Bank Penyalur
Baca Juga: Cair Hari Ini, Saldo Rp600.000 Mulai Masuk ke Kartu KKS Bank Mandiri untuk BPNT Tahap 2, Segera Cek
Hingga Rabu pagi, 13 Mei 2026, peta distribusi bantuan sosial menunjukkan dinamika sebagai berikut:
• Bank Mandiri: Menjadi sorotan utama hari ini karena saldo BPNT sebesar Rp600.000 mulai terpantau cair merata sejak dini hari.
Beberapa wilayah yang sudah melaporkan saldo masuk antara lain Takalar dan Lampung Utara.
• Bank BNI: Masih fokus pada penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), sementara untuk saldo BPNT belum terpantau masuk secara signifikan.
• Bank BSI: Telah lebih dulu memulai penyaluran baik untuk komponen PKH maupun BPNT secara bertahap.
• Bank BRI: Hingga saat ini, KKS yang diterbitkan oleh Bank BRI masih terpantau nihil atau belum memulai gelombang pencairan.
Baca Juga: Kabar Gembira bagi Status KPM Gagal Cek Rekening dan Progres Pencairan Bansos di Empat Bank Penyalur
2. Pemanfaatan Layanan Perbankan Digital
KPM yang memiliki akses terhadap aplikasi mobile banking, seperti Livin' by Mandiri, dilaporkan lebih cepat mengetahui masuknya saldo bantuan dibandingkan penerima yang melakukan pengecekan manual.
Penggunaan aplikasi ini sangat disarankan untuk menghemat waktu, energi, dan menjaga kondisi kartu KKS agar tidak mudah rusak atau tertelan mesin ATM akibat pengecekan yang terlalu sering.
"Berdasarkan surat resmi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, para penerima manfaat memiliki batas waktu pencairan maksimal 30 hari sejak saldo bantuan pertama kali masuk ke rekening bansos. Sangat penting bagi KPM untuk segera mentransaksikan bantuan tersebut dan tidak menunda-nunda hingga batas akhir," jelas narator dalam YouTube Diary Bansos.
3. Kabar Positif bagi Status "Gagal Cek Rekening"
Bagi KPM yang sebelumnya terkendala masalah administrasi, terdapat perkembangan signifikan melalui sistem SIKS-NG.
• Perbaikan Data: Data yang sebelumnya berstatus "Gagal Cek Rekening" kini mayoritas telah diperbaiki melalui koordinasi antara pendamping sosial dan pihak Dukcapil.
• Status SPM: Saat ini, status data tersebut sebagian besar telah berubah menjadi SPM (Surat Perintah Membayar).
Hal ini menandakan, proses administrasi di kementerian telah selesai dan tinggal menunggu instruksi SI (Standing Instruction) sebelum dana diteruskan ke bank penyalur.
Per 13 Mei 2026, fokus utama pencairan berada pada Bank Mandiri untuk bantuan BPNT senilai Rp600.000.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dari pendamping sosial masing-masing, dan memastikan bantuan yang diterima digunakan untuk kebutuhan pokok keluarga secara bijak.***
Editor : Eli Kustiyawati