RADAR BOGOR - Pencairan bansos BPNT atau Program Sembako tahap kedua tahun 2026 mulai berlangsung di sejumlah daerah.
Dilansir dari kanal YouTube Pendamping Sosial, sejumlah penerima manfaat dilaporkan sudah berhasil menarik saldo bansos sebesar Rp600 ribu melalui kartu KKS sejak 11 Mei 2026.
Bukti pencairan bahkan sudah beredar dari salah satu penerima BPNT yang melakukan penarikan melalui Bank BNI.
Nominal bantuan yang diterima tercatat sebesar Rp600 ribu, sesuai besaran bantuan BPNT untuk periode pencairan tahap kedua.
Meski begitu, proses penyaluran BPNT kali ini masih berlangsung bertahap dan belum seluruh penerima mendapatkan saldo bantuan secara bersamaan.
Penerima bantuan dari Bank BSI di wilayah Aceh menjadi salah satu kelompok yang paling awal melaporkan pencairan BPNT.
Baca Juga: Manga Public Space, Tempat Nongkrong Estetik di Kota Bogor dengan Konsep Tropical Modern
Saldo bantuan mulai masuk sejak dua hari terakhir dan terus berjalan secara bertahap.
Pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak khawatir jika bantuan belum masuk ke rekening KKS.
Selama status kepesertaan masih aktif dan dinyatakan layak menerima bantuan, maka peluang pencairan tetap terbuka.
Baca Juga: Manga Public Space, Tempat Nongkrong Estetik di Kota Bogor dengan Konsep Tropical Modern
Untuk pemegang KKS Bank BNI, pencairan BPNT masih dalam tahap proses.
Meski sebagian penerima belum menerima saldo, perkembangan terbaru menunjukkan status bantuan sudah berubah menjadi SI atau Standing Instruction.
Status tersebut menjadi sinyal bahwa dana bantuan sudah memasuki proses transfer dan tinggal menunggu pencairan ke rekening penerima.
Biasanya, setelah status berubah menjadi SI, saldo bantuan akan masuk dalam hitungan jam hingga beberapa hari berikutnya.
Oleh karena itu, masyarakat diminta rutin mengecek saldo rekening KKS masing-masing.
Sementara itu, pemegang KKS Bank BRI dan Bank Mandiri juga mulai mendapatkan perkembangan positif.
Baca Juga: Surati PT KAI, Pemkot Bogor Minta Tangani Tebingan Batutulis
Walaupun belum ada laporan saldo masuk, status bantuan BPNT di sistem perbankan sebagian besar sudah berubah menjadi SI.
Jika mengikuti pola pencairan sebelumnya, saldo BPNT diperkirakan mulai masuk pada malam hari atau dini hari secara bertahap.
Dalam update terbaru, pemerintah juga menyoroti masih adanya sejumlah penerima yang mengalami kendala pencairan.
Sebagian KPM diketahui masih menemukan rekening kosong atau belum menunjukkan tanda-tanda pencairan.
Bahkan ada pula yang mendapati keterangan “gagal cek rekening” saat memantau status bantuan.
Kondisi tersebut umumnya terjadi akibat proses sinkronisasi data sosial yang masih berjalan atau verifikasi rekening bank yang belum selesai dilakukan.
Faktor lainnya adalah penyaluran bantuan yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia.
Meski demikian, pemerintah memastikan bantuan sosial BPNT yang mengalami kendala tetap berpeluang cair pada termin susulan atau tahap berikutnya.
Selain update pencairan, pemerintah juga mengumumkan adanya penambahan besar penerima bantuan sosial pada tahap kedua tahun 2026.
Lebih dari 470 ribu keluarga penerima manfaat baru masuk dalam daftar bansos hasil pemutakhiran data DTSEN bersama Badan Pusat Statistik dan pemerintah daerah.
Penambahan penerima baru ini diharapkan dapat membuat penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang selama ini belum pernah menerima bantuan sosial meski tergolong layak.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk memahami nominal bantuan yang diterima.
Baca Juga: Jalan Raya Puncak Bogor Kembali Dipenuhi PKL, PHRI Sebut Penertiban Belum Disertai Solusi
Jika saldo yang masuk sebesar Rp600 ribu, maka bantuan tersebut dipastikan merupakan BPNT Program Sembako atau bantuan PKH kategori lansia dan disabilitas yang memiliki nominal sama.
Oleh karena itu, penerima diimbau mengecek jenis bantuan yang tercatat di sistem agar tidak terjadi kebingungan saat pencairan berlangsung.***
Editor : Asep Suhendar