RADAR BOGOR - Setelah Bank BSI, kemudian disusul BNI, dan pada Rabu, 13 Mei 2026 Bank Mandiri menyusul melakukan penyaluran bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 2 2026.
Kanal Pendamping PKH mengungkapkan, beberapa daerah juga sudah terpantau menerima pencairan bansos melalui Bank Mandiri.
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) harus melakukan pengecekan secara berkala.
Baca Juga: Manga Public Space, Tempat Nongkrong Estetik di Kota Bogor dengan Konsep Tropical Modern
"Namun jangan keseringan dan paling terpenting silakan berkomunikasi dengan pendamping setempatnya," ungkap kanal Pendamping PKH.
Komunikasi dengan pendamping harus dilakukan karena banyak KPM yang tidak menerima pencairan bansos di tahap kedua.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Kementerian Sosial (Kemensos) yang menyebutkan sekitar 11.000 dinyatakan tidak lagi menerima bansos di tahap kedua.
Selain itu, 38.000 KPM melakukan graduasi mandiri sehingga sekitar 47.000 penerima manfaat seluruh Indonesia tidak lagi menerima bansos tahap kedua.
Baca Juga: Surati PT KAI, Pemkot Bogor Minta Tangani Tebingan Batutulis
Walau begitu, sekitar 470.000 warga asal seluruh Indonesia resmi menjadi KPM baru yang merupakan penerima Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra).
KPM baru merupakan penerima BLTS Kesra yang masuk kriteria sebagai peserta PKH BPNT tahap kedua tahun 2026 yang akan menerima pendistribusian KKS Baru.
"Untuk di daerah saya pun ini pendistribusian kartu KKS baru untuk KPM baru ini dilakukan minggu depan," ujar kanal Pendamping PKH.
Para KPM Baru akan menerima buku tabungan dan KKS Baru sesuai dengan jadwal dan bank yang ditentukan.
Sementara itu, KPM yang mengalami gagal cek rekening dan sudah melakukan pemadanan oleh pendamping kemungkinan akan berlanjut ke status surat perintah membayar (SPM) dan punya kesempatan cair.
Status gagal cek rekening merupakan indikasi ada data yang berbeda antara Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) dan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG).
KPM harus berkomunikasi dengan pendamping ketika ada permasalahan, sehingga data bisa dimutakhirkan langsung melalui aplikasi Cek Bansos.
Editor : Siti Dewi Yanti