RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 2 tahun 2026 mulai terpantau berlangsung pada Rabu, 13 Mei 2026.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan saldo bantuan sebesar Rp600.000 mulai masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), khususnya yang disalurkan melalui Bank Mandiri.
Melansir dari kanal Youtube Diary Bansos pada Rabu, 13 Mei 2026, saldo bantuan dilaporkan mulai masuk sejak dini hari hingga tengah malam. Pencairan dilakukan secara bertahap sehingga belum seluruh wilayah menerima bantuan pada waktu yang sama.
Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 2 Cair di 40 Wilayah, Ternyata Ini Perbedaan Penyaluran di 4 Bank Himbara
Beberapa daerah yang sudah terpantau menerima saldo BPNT antara lain Kabupaten Takalar dan Lampung Utara. Sementara itu, masih ada wilayah yang dilaporkan belum mendapatkan pencairan, termasuk sebagian KPM di Garut.
BPNT Rp600 Ribu Mulai Masuk ke KKS Mandiri
Pencairan BPNT Tahap 2 menjadi perhatian utama karena nominal bantuan yang diterima mencapai Rp600.000 untuk alokasi tertentu pada periode penyaluran tahun 2026. Bantuan tersebut mulai masuk ke rekening KKS Bank Mandiri secara bertahap.
“untuk di Bank Mandiri sementara ini saldo BPNT Rp600.000 yang mulai masuk. Kemudian di Bank BNI saldo bantuan PKH-nya yang masuk,” ungkap narator melalui kanal Youtube Diary Bansos.
KPM yang menggunakan kartu KKS Bank Mandiri mulai melakukan pengecekan saldo sejak dini hari setelah adanya laporan saldo masuk di beberapa daerah. Proses penyaluran masih berlangsung sehingga status pencairan antarwilayah dapat berbeda.
Status Pencairan di Bank Penyalur Lain
Selain Bank Mandiri, perkembangan pencairan bansos juga dilaporkan terjadi di beberapa bank penyalur lainnya.
1. Bank BSI di Aceh
Untuk wilayah Provinsi Aceh yang menggunakan penyaluran melalui Bank Syariah Indonesia (BSI), saldo bantuan PKH dan BPNT dilaporkan sudah mulai masuk lebih awal dibanding sebagian wilayah lain.
2. Bank BNI
Pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) melalui Bank BNI mulai terpantau masuk ke rekening penerima. Namun untuk bantuan BPNT, pencairannya disebut belum merata di seluruh daerah.
3. Bank BRI
Hingga informasi terbaru pada 13 Mei 2026, saldo bantuan PKH maupun BPNT di Bank BRI masih belum banyak terpantau masuk. KPM diminta melakukan pengecekan secara berkala karena proses penyaluran masih berlangsung bertahap.
Cara Cek Saldo Bansos Agar Lebih Efisien
KPM disarankan menggunakan layanan perbankan digital untuk memantau saldo bantuan tanpa harus sering datang ke ATM.
Bagi pengguna Bank Mandiri, pengecekan saldo dapat dilakukan melalui aplikasi Livin’ by Mandiri. Cara ini dinilai lebih praktis karena bisa dilakukan langsung dari rumah.
Baca Juga: Alhamdulillah, Bansos BPNT Tahap 2 Langsung Cair Hari Ini, KPM Pemilik KKS Mandiri Segera Cek Saldo
Sementara bagi KPM yang belum menggunakan layanan M-Banking, pengecekan saldo dapat dilakukan melalui ATM atau agen bank terdekat. Namun pengecekan disarankan tidak terlalu sering untuk menghindari risiko kartu KKS rusak atau tertelan mesin ATM.
Penerima bantuan dianjurkan melakukan pengecekan secara berkala dalam rentang beberapa hari sekali atau seminggu sekali apabila sebelumnya saldo belum masuk.
Kemensos Ingatkan Batas Waktu Pencairan Dana
Dalam informasi yang beredar kepada pendamping dan penerima bantuan, disebutkan bahwa dana bansos perlu segera digunakan atau ditransaksikan setelah masuk ke rekening penerima.
Baca Juga: Alhamdulillah, Bansos BPNT Tahap 2 Langsung Cair Hari Ini, KPM Pemilik KKS Mandiri Segera Cek Saldo
KPM disebut memiliki batas waktu 30 hari sejak saldo bantuan masuk ke rekening. Jika bantuan tidak dicairkan atau tidak digunakan dalam batas waktu tersebut, dana berpotensi dikembalikan ke kas negara sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, penerima bantuan diminta rutin memantau saldo rekening agar tidak melewati batas waktu penggunaan dana bansos.
Update Status SIKS-NG untuk KPM Gagal Cek Rekening
Perkembangan juga terjadi pada data penerima bansos di sistem SIKS-NG. Sejumlah KPM yang sebelumnya mengalami kendala dengan status “Gagal Cek Rekening” dilaporkan mulai mengalami perubahan status data.
Baca Juga: Artetic Coffee and Brunch, Tempat Nongkrong Aesthetic di Bogor Utara yang Nyaman untuk WFC
Sebagian data penerima kini telah berhasil dipadankan dengan data Dukcapil. Setelah proses tersebut, status di sistem berubah menjadi SPM atau Surat Perintah Membayar.
Perubahan status tersebut menunjukkan proses penyaluran bantuan sedang berjalan menuju tahap berikutnya sebelum pencairan dana dilakukan ke rekening penerima.***
Editor : Asep Suhendar