RADAR BOGOR - Di tengah kabar gembira pencairan bansos BPNT tahap kedua sebesar Rp600 ribu bagi pemegang KKS Bank Mandiri, ternyata masih ada sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) yang belum bisa menikmati bantuan tersebut.
Fakta itu terungkap setelah dilakukan pengecekan langsung terhadap beberapa kartu KKS di ATM Link pada 13 Mei 2026.
Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, dari sejumlah kartu yang diperiksa, sebagian memang sudah menerima saldo bansos, namun beberapa lainnya masih nihil saldo.
Baca Juga: Info Bansos Hari Ini: Progres BPNT dan Status PKH Tahap 2 Plus Bantuan Tambahan Pangan Mei 2026
Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.
Pasalnya, para pemilik kartu yang belum cair mengaku masih terdaftar sebagai penerima bantuan sosial dan bahkan masuk kategori desil rendah.
Saat pengecekan dilakukan, kartu KKS keluaran tahun 2017 dan 2018 tertentu diketahui belum mendapatkan transfer saldo BPNT tahap kedua.
Baca Juga: Gagal Cek Rekening Bansos PKH BPNT? Jangan Panik, Status SPM Mulai Muncul, Ini Update Terbarunya
Setelah ditelusuri melalui sistem data bansos, ditemukan adanya indikasi masalah pada periode bantuan yang belum berubah.
Selain itu, status PBI pada data penerima juga tercatat mengalami pembaruan hingga April 2026.
Hal tersebut diduga menjadi salah satu penyebab tertundanya pencairan bantuan.
Fenomena gagal cek rekening sendiri bukan hal baru dalam penyaluran bansos.
Kondisi ini biasanya terjadi akibat ketidaksesuaian data rekening penerima dengan data administrasi pemerintah, sehingga pencairan harus ditunda sementara sampai proses validasi selesai dilakukan.
Meski demikian, kabar baiknya, sejumlah kartu lain berhasil mencairkan bantuan tanpa kendala.
KKS Bank Mandiri keluaran 2020, 2021, dan sebagian 2017 sudah menerima saldo Rp600 ribu dan dapat langsung ditarik tunai melalui ATM Link.
Menariknya, proses pencairan dilakukan di ATM BRI meski menggunakan kartu Bank Mandiri.
Warga juga memastikan tidak ada potongan saldo selama transaksi berlangsung.
Situasi di lapangan menunjukkan banyak penerima manfaat berasal dari kalangan lanjut usia.
Karena keterbatasan pemahaman penggunaan ATM, proses pencairan banyak dibantu oleh pendamping atau keluarga.
Pemerintah sendiri belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab detail keterlambatan sebagian penerima BPNT tahap kedua.
Namun masyarakat diminta tetap rutin mengecek saldo dan memantau perubahan status data bansos mereka.
Bagi KPM yang belum cair, harapan pencairan susulan masih terbuka setelah proses pemadanan dan validasi data selesai dilakukan.
Warga juga disarankan memastikan rekening KKS tetap aktif agar bantuan dapat masuk sewaktu-waktu.
Di sisi lain, pencairan bansos tahap kedua ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang sangat bergantung pada bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.***
Editor : Asep Suhendar