RADAR BOGOR - Pencairan bantuan sosial (bansos) PKH tahap kedua tahun 2026 kembali menjadi perhatian para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Kamis, 14 Mei 2026.
Melansir dari kanal Youtube Diary Bansos pada Kamis, 14 Mei 2026, sejumlah penerima bantuan melaporkan adanya saldo masuk untuk alokasi April, Mei, dan Juni 2026. Proses penyaluran dilakukan secara bertahap melalui beberapa bank penyalur atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Kabar pencairan ini disambut antusias oleh KPM karena sebelumnya sebagian penerima juga telah menerima bantuan BPNT senilai Rp600.000 pada 13 Mei 2026.
Dengan mulai masuknya saldo PKH tahap kedua, banyak penerima mulai melakukan pengecekan rekening secara berkala melalui ATM maupun layanan mobile banking.
“Jadi kemarin di tanggal 13 Mei itu masuk saldo BPNT 600.000 rupiah, dan pada hari ini di tanggal 14 Mei, yang bersangkutan ini kebanyakan juga masuk saldo bantuan PKH-nya,” ungkap narator melalui kanal Youtube Diary Bansos.
Bank Mandiri Jadi Fokus Pencairan PKH Tahap 2
Pencairan bantuan pada 14 Mei 2026 terpantau banyak terjadi pada KKS Bank Mandiri.
KPM yang di sistem SIKS-NG sudah muncul status “SI” atau Standing Instruction diminta untuk rutin memeriksa saldo rekening karena proses pencairan masih berlangsung secara bertahap.
Status SI biasanya menjadi salah satu tanda bahwa bantuan sedang dalam proses penyaluran ke rekening penerima.
Meski demikian, tidak semua penerima mendapatkan dana pada waktu yang sama karena proses distribusi dilakukan bertingkat sesuai mekanisme bank penyalur dan pembaruan data pusat.
Update Pencairan Berdasarkan Bank Penyalur
- Bank Mandiri
Pencairan PKH tahap kedua mulai banyak dilaporkan masuk ke rekening penerima. KPM pemegang KKS Mandiri disarankan memantau saldo secara rutin terutama bagi yang statusnya sudah SI di SIKS-NG.
- Bank BSI
Untuk wilayah Provinsi Aceh yang menggunakan Bank Syariah Indonesia (BSI), pencairan PKH dan BPNT disebut sudah berjalan lebih awal. Namun penyaluran masih dilakukan bertahap sehingga belum semua penerima mendapatkan bantuan di hari yang sama.
- Bank BNI
Saldo PKH mulai masuk ke sebagian rekening penerima Bank BNI. Sementara itu, bantuan BPNT hingga saat ini masih belum banyak dilaporkan cair untuk KKS BNI.
- Bank BRI
Hingga pembaruan terbaru pada 14 Mei 2026, belum banyak laporan pencairan PKH maupun BPNT melalui Bank BRI.
Penyebab Status “Gagal Cek Rekening” di SIKS-NG
Sejumlah KPM masih menemukan kendala berupa status “Gagal Cek Rekening” di sistem SIKS-NG. Kondisi ini umumnya terjadi karena adanya ketidaksesuaian data antara DTKS dan data Dukcapil.
Pendamping sosial disebut telah membantu proses pemadanan data agar rekening penerima bisa kembali tervalidasi.
Dalam beberapa kasus, status di sistem juga mengalami perubahan berulang, seperti dari “Berhasil Cek Rekening” menjadi “Gagal Cek Rekening” lalu kembali berubah lagi.
Situasi tersebut membuat sebagian KPM khawatir bantuan tidak cair. Namun proses pembaruan sistem masih berlangsung sehingga penerima diminta tetap memantau perkembangan status datanya secara berkala.
Status Berhasil Cek Rekening tapi Nominal Bantuan Masih Kosong
Ada pula penerima bantuan yang mendapati status “Berhasil Cek Rekening” tetapi nominal bantuan masih kosong atau hanya muncul tanda strip (-).
Kondisi ini dijelaskan karena sistem baru menyelesaikan tahap verifikasi rekening dan belum masuk ke proses penghitungan komponen bantuan PKH.
Artinya, rekening penerima sudah dianggap valid, namun nominal bantuan masih dalam tahap penginputan oleh sistem pusat. Karena itu, KPM diminta tidak terburu-buru menyimpulkan bantuan gagal cair.
KPM Disarankan Gunakan M-Banking untuk Cek Saldo
Para penerima bantuan juga disarankan memanfaatkan layanan mobile banking untuk memeriksa saldo rekening dibanding harus bolak-balik ke ATM atau agen bank. Cara ini dianggap lebih praktis dan dapat menghemat waktu serta biaya perjalanan.
Beberapa aplikasi mobile banking yang banyak digunakan penerima bansos antara lain Livin’ by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, dan BYOND by BSI.
Dengan pengecekan berkala melalui aplikasi, KPM bisa lebih cepat mengetahui apakah saldo bantuan sudah masuk ke rekening mereka atau belum.***
Editor : Eli Kustiyawati