RADAR BOGOR – Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 2 mulai dilaporkan masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank Mandiri pada Kamis, 14 Mei 2026.
Penyaluran ini menjadi lanjutan setelah bantuan BPNT lebih dulu diterima sebagian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada 13 Mei 2026.
Sejumlah penerima dari berbagai daerah mengabarkan bahwa saldo bantuan sudah masuk sejak dini hari dan dapat dicek melalui aplikasi Livin' by Mandiri maupun ATM terdekat.
Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, salah satu KPM melaporkan saldo bantuan masuk sekitar pukul 05.00.
Total dana yang diterima mencapai Rp975.000. Nominal tersebut berasal dari beberapa komponen bantuan dalam satu keluarga, yaitu komponen anak sekolah dasar dan komponen balita.
Besaran bantuan yang diterima setiap keluarga memang berbeda karena disesuaikan dengan kategori penerima yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Selain Ciamis, laporan pencairan juga datang dari berbagai wilayah lain di Indonesia. Di Madiun, Jawa Timur, terdapat penerima yang memperoleh saldo hingga Rp1.725.000.
Sementara itu, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, nominal bantuan yang diterima bervariasi, mulai dari Rp450.000 hingga Rp750.000 untuk komponen balita.
Penerima dari Cilacap, Jawa Tengah, juga melaporkan saldo masuk sebesar Rp1.200.000.
"Disebutkan juga wilayah Madiun, Bogor, Cilacap, dan Brebes mengalami pencairan yang sama pada hari tersebut," ungkap narator melalui kanal YouTube Arfan Saputra.
Adapun di Brebes, Jawa Tengah, terdapat KPM yang menerima Rp1.500.000 untuk dua komponen balita dalam satu keluarga.
Wilayah Kediri, Jawa Timur, turut melaporkan pencairan PKH tahap 2 dengan nominal mencapai Rp1.250.000.
Dana tersebut berasal dari beberapa komponen bantuan, termasuk kategori anak sekolah tingkat SMA dan komponen lainnya.
Perbedaan nominal bantuan yang diterima setiap keluarga menjadi hal yang umum dalam penyaluran PKH karena jumlah bantuan dihitung berdasarkan komposisi anggota keluarga penerima manfaat.
Sejumlah laporan juga menunjukkan adanya akumulasi saldo bantuan PKH dan BPNT dalam satu rekening KKS. Karena itu, ada penerima yang mendapatkan total saldo hingga Rp1.850.000.
Di sisi lain, masih terdapat KPM BPNT murni yang mengaku belum menerima pencairan hingga 14 Mei 2026.
Beberapa penerima menyebut saldo rekening mereka masih kosong sehingga diminta untuk melakukan pengecekan secara berkala.***
Editor : Eli Kustiyawati