RADAR BOGOR – Harapan ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk mendapatkan pencairan bansos PKH dan BPNT tahap Mei 2026 masih terus dinanti.
Namun di tengah proses penyaluran yang berjalan bertahap di berbagai daerah, muncul ancaman serius yang bisa membuat bantuan sosial gagal cair meski nama sebelumnya pernah tercatat sebagai penerima.
Dilansir dari YouTube Anamovie, sejumlah KPM di wilayah Bogor mulai mengeluhkan saldo bansos yang belum masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Ada yang mengaku sebelumnya rutin menerima bantuan, tetapi kini statusnya berubah, bahkan ada yang tiba-tiba dinyatakan tidak layak menerima bansos.
Situasi ini membuat banyak warga bertanya-tanya: apa sebenarnya penyebab bansos PKH dan BPNT bisa gagal cair?
Ternyata, ada beberapa faktor penting yang kini menjadi perhatian pemerintah pusat melalui pembaruan data sosial terbaru.
Jika diabaikan, bansos berpotensi tertahan, gagal disalurkan, bahkan dicoret permanen dari daftar penerima.
Data DTSEN Berubah, Desil KPM Bisa Naik
Salah satu penyebab utama bansos terancam gagal cair adalah adanya perubahan data dalam sistem DTSEN atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.
Pemerintah saat ini terus melakukan pemutakhiran data penerima bantuan untuk memastikan bansos benar-benar tepat sasaran.
Dalam proses tersebut, kondisi ekonomi warga dinilai ulang melalui sistem desil kesejahteraan.
Jika sebelumnya masuk kategori miskin ekstrem atau rentan miskin, tetapi kini dianggap mengalami peningkatan ekonomi, maka status desil bisa naik.
Ketika desil naik terlalu tinggi, KPM berpotensi tidak lagi memenuhi syarat menerima PKH maupun BPNT.
Hal inilah yang saat ini mulai dirasakan sebagian warga, termasuk di beberapa wilayah Bogor, ketika nama mereka mendadak hilang dari daftar pencairan.
Tak sedikit warga yang baru sadar setelah mengecek saldo KKS dan mendapati bantuan tak kunjung masuk.
Rekening KKS Bermasalah Jadi Penyebab Saldo Tak Masuk
Selain faktor data sosial, masalah pada rekening KKS juga menjadi penyebab bansos gagal cair.
Kasus yang cukup sering terjadi antara lain kartu KKS tidak aktif, rekening dormant karena lama tidak digunakan, hingga kendala verifikasi identitas pada bank penyalur seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN.
Akibatnya, dana bansos yang seharusnya masuk menjadi tertahan sementara.
Beberapa pendamping sosial juga mengingatkan agar KPM tidak membiarkan kartu KKS rusak atau tidak pernah dipakai dalam waktu lama. Sebab sistem perbankan dapat menganggap rekening tidak aktif.
Jika sudah demikian, penerima bansos harus melakukan aktivasi ulang atau pembaruan data di bank penyalur terkait.
Warga Bogor yang merasa bansosnya belum cair disarankan segera mengecek kondisi kartu dan rekening KKS sebelum terlambat.
NIK dan KK Tidak Sinkron Bisa Picu Pemblokiran
Masalah lain yang kini banyak ditemukan adalah ketidaksinkronan data NIK dan Kartu Keluarga (KK).
Pemerintah semakin memperketat validasi identitas penerima bansos untuk mencegah data ganda maupun penerima tidak layak.
Karena itu, perbedaan kecil pada data administrasi bisa berdampak besar terhadap pencairan bantuan.
Baca Juga: Bansos Cair Double di KKS Mandiri Hari Ini, PKH Rp1,5 Juta dan BPNT Rp600.000 Masuk Bersamaan
Contohnya seperti nama berbeda antara KTP dan KK, NIK tidak aktif di Dukcapil, hingga perubahan anggota keluarga yang belum diperbarui.
Jika sistem mendeteksi ketidaksesuaian data, pencairan bansos bisa otomatis tertunda bahkan diblokir sementara.
Masalah ini sering kali tidak disadari masyarakat karena merasa data masih sama seperti sebelumnya.
Padahal pembaruan sistem nasional kini jauh lebih ketat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pencairan Bansos PKH Tahap 2 Tahun 2026 Kembali Berlanjut, KPM dengan Status SI Disarankan Cek Saldo
Warga Bogor Diminta Rutin Cek Status Bansos
Melihat banyaknya potensi kendala tersebut, masyarakat diminta tidak hanya menunggu pencairan tanpa melakukan pengecekan mandiri.
KPM disarankan rutin memeriksa status penerimaan bansos melalui kanal resmi pemerintah agar bisa segera mengetahui jika ada masalah pada data mereka.
Pengecekan bisa dilakukan melalui situs resmi Kementerian Sosial yaitu Cek Bansos Kemensos.
Baca Juga: BPNT Tahap 2 Cair Hari Ini Rp600.000 di KKS BRI, BNI, Mandiri dan BSI, Ini Batas Waktu Penarikannya
Melalui layanan tersebut, warga bisa mengecek apakah masih terdaftar sebagai penerima PKH maupun BPNT hanya dengan memasukkan data wilayah dan nama sesuai KTP.
Selain itu, warga juga diimbau segera melapor kepada pendamping sosial atau pihak kelurahan apabila menemukan data yang tidak sesuai.
Penyaluran Masih Bertahap, Warga Jangan Mudah Percaya Hoaks
Di tengah proses pencairan bansos Mei 2026, masyarakat juga diminta waspada terhadap informasi hoaks yang beredar di media sosial maupun grup percakapan.
Banyak kabar yang mengklaim bansos dipastikan cair pada tanggal tertentu, padahal proses penyaluran dilakukan bertahap sesuai kesiapan data dan bank penyalur.
Karena itu, warga diminta hanya mengacu pada informasi resmi dari pemerintah pusat, Kemensos, maupun pendamping sosial setempat.
Bagi KPM di Bogor yang hingga kini belum menerima saldo bansos PKH dan BPNT, penting untuk segera mengecek empat hal utama: status DTSEN, kondisi rekening KKS, sinkronisasi NIK dan KK, serta status penerima di situs resmi Kemensos.
Jika semua data aman dan valid, peluang bansos cair tetap terbuka selama proses penyaluran masih berlangsung secara bertahap.***
Editor : Eli Kustiyawati