RADAR BOGOR - Proses penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 2 terus berjalan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.
Sejumlah daerah kini mulai dilaporkan sudah memasuki status Standing Instruction (SI) di aplikasi SIKS-NG, yang menjadi tanda bahwa proses pencairan saldo ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sudah semakin dekat.
Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang statusnya sudah berubah menjadi SI, disarankan untuk mulai mengecek saldo hari ini.
Namun bagi yang statusnya masih SPM atau baru berhasil cek rekening, tidak perlu terburu-buru mengecek karena saldo dipastikan belum masuk ke kartu KKS.
Baca Juga: Cuma Pakai NIK KTP, Begini Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP Tanpa Ribet
Daerah yang Disarankan Cek Saldo Hari Ini
Beberapa daerah yang sudah dilaporkan memasuki status SI dan disarankan untuk segera melakukan pengecekan saldo antara lain:
- Pesawaran, Lampung
- Tapanuli Utara, Sumatera Utara
- Garut, Jawa Barat
- Tuban, Jawa Timur
- Batubara, Sumatera Utara
- Barito Timur, Kalimantan Tengah
- Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur
- Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah
- Kotabaru, Kalimantan Selatan
Untuk daerah Tapanuli Utara, pengecekan berlaku bagi KPM pemegang KKS Bank BSI, BNI, BRI, maupun Bank Mandiri.
Cara Cek Saldo dan Tips Pencairan
Bagi KPM yang belum memiliki mobile banking, pengecekan saldo disarankan dilakukan tiga hari sekali atau seminggu sekali agar tidak terlalu sering bolak-balik ke ATM atau agen.
Sementara bagi yang sudah memiliki aplikasi mobile banking, pengecekan bisa dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan.
Baca Juga: KPM Mulai Sumringah! PKH dan BPNT Tahap 2 Mei 2026 Dilaporkan Cair di BRI, BNI, Mandiri dan BSI
Hal penting yang perlu diingat, kartu KKS tidak diperbolehkan untuk menabung. Artinya, setiap saldo yang masuk harus langsung dicairkan seluruhnya hingga 100 persen.
Jika saldo tidak dicairkan hingga batas waktu yang ditentukan, maka sisa dana akan otomatis ditarik kembali ke kas negara.
Penyebab Bansos Belum Cair
Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan bansos PKH dan BPNT belum cair hingga saat ini, di antaranya:
- Data tidak sinkron atau tidak mutakhir, termasuk kesalahan penulisan nama, tempat lahir, atau tanggal lahir
- Adanya pembaruan data penerima, di mana KPM lama digantikan oleh KPM baru yang dianggap lebih layak
- Status kelayakan berubah karena nilai desil terlalu tinggi
- Ada anggota keluarga yang terdaftar sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, atau Polri
Bagi KPM yang merasa masih layak menerima bansos namun desilnya tinggi, bisa mengajukan penurunan desil melalui kantor desa atau kelurahan setempat.
Untuk saat ini, pengajuan melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos belum bisa dilakukan karena aplikasi masih belum diperbarui.
KPM yang Statusnya Sudah Tereksklusi
Bagi KPM yang statusnya sudah tereksklusi di aplikasi SIKS-NG, kemungkinan besar bansos tahap 2 dan tahap berikutnya sudah tidak akan cair lagi.
Sementara bagi KPM yang kondisi ekonominya sudah meningkat, disarankan untuk melakukan graduasi mandiri.
Jika tidak dilakukan secara mandiri, sistem akan otomatis menghentikan penyaluran bansos karena dianggap sudah tidak memenuhi syarat.
Untuk mengetahui status SI atau tidaknya, KPM bisa langsung menanyakan kepada operator SIKS-NG, perangkat desa, atau pendamping sosial masing-masing.***
Editor : Eli Kustiyawati