RADAR BOGOR - Gelombang pencairan bansos reguler PKH dan BPNT tahap kedua tahun anggaran 2026 terus bergulir. Para pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih dari empat bank Himbara (BSI, BNI, Mandiri, dan BRI) mulai ramai-ramai melaporkan saldo masuk di rekening mereka.
Hingga saat ini, tercatat sudah lebih dari 7 juta KPM yang menerima pencairan, dengan bukti-bukti struk bertebaran di media sosial, namun tidak semua bank merata.
Mengutip dari channel Yogafaradika, terdapat perbedaan signifikan antara satu bank dengan bank lainnya. Kabar baiknya, secara keseluruhan penyaluran sudah berjalan dan terus berlanjut secara bertahap.
Baca Juga: Layanan Cabut Gigi di Damessa, Bikin Mulut Lebih Nyaman Kembali
“Bantuan PKH dan BPNT tahap yang kedua saat ini sudah mulai resmi mulai dicairkan melalui kartu KKS Merah Putih. Dan hingga saat ini, hingga video ini kami publikasikan, tercatat ada 7 juta lebih KPM yang telah mendapatkan pencairan,” ujar narator kanal Yogafaradika.
Bank BSI dan BNI Paling Ramai, Mandiri Menyusul
Bagi pemegang KKS Bank BSI, kabar gembira datang lebih awal. Pencairan di bank ini terpantau hampir merata di berbagai daerah.
Sistem pencairan bertermin (bertahap) yang diterapkan membuat termin pertama nyaris rampung, sehingga Kemensos bersiap melanjutkan ke termin berikutnya.
Baca Juga: Jelang Puncaknya, Begini Laporan Kondisi Terkini Kesehatan Para Jamaah Haji Asal Kota Bogor
Sementara itu, Bank BNI juga mulai menunjukkan geliat positif. Banyak KPM yang melaporkan telah menerima bantuan PKH tahap kedua melalui KKS BNI. Para penerima disarankan untuk rutin mengecek saldo melalui mobile banking atau SMS banking.
“Setelah bantuan PKH dan BPNT tahap 2 sudah mulai cair di kartu KKS BSI, saat ini Bank BNI juga resmi mulai menyalurkan kedua bansos reguler tersebut,” ulas kanal Yogafaradika.
Bank Mandiri: BPNT Lebih Dominan, Bukti Konkret dari Kediri
Untuk pemegang KKS Bank Mandiri, pencairan juga sudah berlangsung. Bahkan ada laporan konkret dari seorang KPM asal Kediri, Jawa Timur.
Baca Juga: Rencana Jalan Berbayar di Jawa Barat Disorot, Pengamat Asal Bogor: Dasar Hukumnya Belum Jelas
KPM tersebut mendapatkan saldo Rp1.850.000 yang terdiri dari Rp1.250.000 untuk PKH (komponen balita dan SMA) yang cair 14 Mei, serta Rp600.000 untuk BPNT tahap kedua yang cair 13 Mei 2026.
Dari data ini, terlihat bahwa Bank Mandiri lebih condong ke pencairan BPNT terlebih dahulu, meskipun PKH juga mulai berjalan.
Bank BRI: Masih Sepi, Para KPM Diminta Bersabar
Berbeda dengan tiga bank lainnya, Bank BRI masih terpantau sangat sepi untuk pencairan PKH dan BPNT tahap kedua. Meskipun ada beberapa laporan isolasi, jumlahnya tidak seramai BSI atau BNI.
Baca Juga: Kabar Gembira Warga Bogor, Biskita Trans Pakuan Resmi Aktifkan 35 Bus Stop Baru, Ini Titiknya
Para pemilik KKS Bank BRI disarankan untuk tidak bolak-balik mengecek saldo karena kemungkinan saldo masih kosong cukup besar. Namun bagi yang memiliki akses mobile banking, dianjurkan melakukan pengecekan berkala.
“Bagi sahabat sosial pemilik kartu KKS Bank BRI, tahan dulu ya. Jangan buru-buru mengecek saldo. Tunggu sampai pencairan sudah seramai KKS Bank BSI dan BNI,” demikian himbauan channel Yogafaradika.
Syarat Sebelum Saldo Masuk
Agar saldo bansos bisa masuk, pastikan dua hal krusial berikut sudah terpenuhi:
1. Periode salur di aplikasi Cek Bansos atau SIKS-NG sudah berubah menjadi alokasi April-Mei-Juni 2026.
Baca Juga: Perdana di Masjid Raya Nurul Wathon, Bupati Bogor Lepas 270 Calon Jamaah Haji
2. Status di SIKS-NG Online sudah berubah menjadi SI (Standing Instruction), dengan tata lain data rekening telah tervalidasi sempurna.
Jika kedua syarat ini sudah terpenuhi, terutama bagi pemilik KKS BSI, BNI, dan Mandiri, saatnya rutin mengecek saldo. Sedangkan untuk KKS BRI, kesabaran ekstra masih diperlukan.***
Editor : Asep Suhendar