RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT Tahap 2 kembali mengalami perkembangan di berbagai daerah.
Proses pencairan bansos PKH BPNT susulan dilaporkan berlangsung bertahap di ratusan kabupaten dan kota, seiring pembaruan data penerima dan validasi sistem terbaru yang dilakukan pemerintah melalui perbankan penyalur serta sistem sosial nasional.
Dalam proses penyaluran kali ini, muncul fenomena baru yang cukup banyak dibicarakan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yakni adanya penerima bansos PKH BPNT yang memperoleh saldo lebih dari satu jenis bansos dalam waktu bersamaan.
Baca Juga: Film Pesta Babi Diputar di Sempur Kota Bogor, Angkat Isu Perjuangan Masyarakat Adat Papua
Kondisi tersebut terjadi setelah proses sinkronisasi dan validasi data penerima dilakukan ulang pada tahap terbaru.
Banyak KPM Mendapat Tambahan Bantuan
Berdasarkan perkembangan pencairan di lapangan, penyaluran PKH tahap sebelumnya disebut belum sepenuhnya selesai.
Masih terdapat sebagian penerima yang saat ini masuk dalam daftar pencairan susulan dan secara bertahap mulai menerima dana bantuan melalui rekening KKS Merah Putih.
Dalam proses validasi terbaru, sejumlah penerima BPNT murni dilaporkan kini juga memperoleh bantuan PKH setelah data mereka dinyatakan memenuhi syarat oleh sistem.
Baca Juga: BM PAN Kota Bogor Resmi Punya Nahkoda Baru, Razka Aira Menang di Musda
Sebaliknya, terdapat pula penerima PKH yang ikut mendapatkan tambahan BPNT pada tahap pencairan saat ini.
Situasi tersebut membuat sebagian KPM menerima dua jenis bantuan sekaligus dalam satu periode pencairan. Meski demikian, proses transfer bantuan tetap berlangsung bertahap sehingga tidak semua penerima memperoleh saldo pada hari yang sama.
KPM yang status pengecekan rekeningnya telah dinyatakan berhasil tetapi dana bantuan belum terlihat masuk ke saldo rekening diminta tetap menunggu, karena proses penyaluran dilakukan bertahap mengikuti jadwal pencairan dari masing-masing bank penyalur.
Penyebab Bansos Belum Cair atau Gagal Cek Rekening
Selain pencairan susulan, masih ada sebagian penerima yang mengalami kendala pada proses penyaluran bansos. Status “gagal cek rekening” jadi yang paling sering muncul.
Kondisi tersebut umumnya disebabkan oleh ketidaksesuaian data administrasi antara data kependudukan dan data rekening bank. Perbedaan kecil seperti penulisan nama, tanggal lahir, atau nomor identitas dapat membuat sistem menolak proses verifikasi rekening.
KPM yang mengalami masalah ini biasanya diminta melakukan pembaruan data melalui bank penyalur atau berkoordinasi dengan pendamping sosial setempat agar proses sinkronisasi bisa dilakukan kembali.
Baca Juga: FEB UIKA Bogor Gelar Seminar Nasional, Dorong Gen Z Ubah Growth Mindset Jadi Skill Nyata
“Masalah yang sering terjadi itu adalah perbedaan data antara dokumen kependudukan di Dukcapil dengan data yang tercatat di pihak perbankan. Perbedaan satu huruf saja pada nama atau perbedaan nomor NIK bisa membuat sistem menolak proses clearing rekening,” ujar narator melalui kanal Youtube Info Bansos.
Selain faktor administrasi, pembaruan status ekonomi penerima juga memengaruhi kelayakan bansos. Pemerintah melakukan evaluasi data secara berkala.
Aturan lain yang turut menjadi perhatian adalah terkait keberadaan anggota keluarga berstatus ASN dalam satu Kartu Keluarga.
Pada pembaruan data terbaru, bantuan sosial disebut tidak diprioritaskan bagi keluarga yang memiliki anggota berstatus PNS maupun PPPK.
Daftar Daerah yang Dilaporkan Aktif Mencairkan Bansos Susulan
Wilayah Pencairan melalui Bank BNI
Daerah yang dilaporkan aktif melakukan pencairan antara lain Kabupaten Bogor, Serang, Pandeglang, Tangerang, Gunung Kidul, Cianjur, Tasikmalaya, Brebes, Sampang, Jepara, Cilacap, Garut, Jember, Ciamis, Subang, Nganjuk, Kendal, Majalengka, Sleman, Purworejo, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Mamuju, Blora, Purbalingga, Berau, Luwu Timur, Kota Batam, Kota Medan, Kota Makassar, Kota Pontianak, dan Kota Samarinda.
Wilayah Pencairan melalui Bank BRI
Pencairan susulan juga terpantau berlangsung di Kabupaten Sabu Raijua, Kepulauan Yapen, Mimika, Mahakam Ulu, Tanah Tidung, Asmat, Raja Ampat, Sorong, Pulau Taliabu, Sarmi, Kaimana, Teluk Wondama, Supiori, Deli Serdang, Kutai Timur, Nabire, Serang, Bogor, Gianyar, dan Ciamis.
Wilayah Pencairan melalui Bank Mandiri
Sementara itu, pencairan melalui Bank Mandiri dilaporkan berlangsung di Kabupaten Natuna, Lamandau, Sukamara, Teluk Bintuni, Keerom, Manokwari Selatan, Tangerang, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Banyuwangi, Bandung, Kutai Kartanegara, Musi Banyuasin, dan Berau.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga