RADAR BOGOR - Penyaluran bansos tahap 2 2026 telah dilakukan oleh semua empat bank penyalur. BSI menjadi yang pertama, disusul oleh BNI, Mandiri, dan BRI.
Nasib Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masih berstatus gagal cek rekening pun dipertanyakan.
"Bagi yang mengalami gagal cek rekening atau tidak berhasil cek rekening saat ini, ada beberapa kemungkinan penyebabnya atau masalah yang paling sering terjadi," jelas kanal Info Bansos.
Salah satunya, terjadi perbedaan data antara dokumen Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dengan data yang tercatat di bank.
Perbedaan satu huruf pada nama atau perbedaan satu nomor NIK bisa membuat sistem menolak proses clearing rekening.
Jika KPM mengalami hal seperti ini, maka penerima manfaat membutuhkan perbaikan data melalui admin bank penyalur atau berkoordinasi dengan pendamping sosial.
Perbaikan ini penting agar data KPM kembali sinkron atau sama, sehingga punya kesempatan untuk masuk pada pencairan gelombang berikutnya atau di tahap selanjutnya.
"Selain masalah data, ada juga kelompok KPM yang dipastikan tidak akan cair lagi bantuannya," ungkap kanal Info Bansos.
Pertama adalah KPM yang naik desil di tahap kedua. Diketahui data penerima bansos diperbaharui oleh pemerintah setiap 3 bulan sekali.
Jika pada tahap sebelumnya posisi ekonomi berada di desil 1 hingga desil 4 yang berkategori miskin dan sangat miskin.
Tetapi pada pembaruan di tahap kedua, peringkat kesejahteraan keluarga dinilai meningkat dan naik ke desil 5 ke atas, maka otomatis bantuan akan dihentikan karena dianggap sudah mampu.
Alasan kedua terkait profesi, jika salah satu anggkota keluarga yang masih 1 KK dengan KPM ada yang berprofesi sebagai ASN, maka dipastikan bansos tidak akan cair.
Aturan saat ini sangat tegas baik untuk PNS, PPPK full waktu, maupun P3K paruh waktu yang termasuk sebagai ASN.
Editor : Siti Dewi Yanti