RADAR BOGOR - Hingga akhir pekan ini, tepatnya hari Minggu, hasil pengecekan saldo KPM untuk bansos BPNT tahap kedua di berbagai Kartu KKS Bank Himbara menunjukkan angka nol besar.
Padahal, status Surat Instruksi (SI) di aplikasi Cek Bansos sudah berubah menjadi periode April-Juni dan telah berlangsung hampir dua minggu. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: Kapan bansos BPNT benar-benar akan mengalir ke KPM?
Berdasarkan pemantauan langsung melalui pengecekan saldo di sejumlah Kartu KKS, termasuk Bank BNI yang ramai ditanyakan KPM, belum ditemukan satupun saldo bansos BPNT yang masuk, mengutip dari kanal YouTube Arsen Channel.
Ini menjadi indikasi kuat bahwa penyaluran BPNT untuk tahap dua memang belum dimulai secara nasional.
“Jika nanti sudah ada satu saja yang cair berarti ini sudah dimulai dan seperti biasanya akan lebih merata, apabila belum ada satupun yang cair ini berarti untuk BPNT memang belum mulai disalurkan,” ujar narator kanal ARSEN CHANNEL dalam pemantauan terbaru.
Yang membuat banyak KPM bertanya-tanya, ramai kabar di media sosial seperti Facebook yang menyebutkan BPNT sudah cair. Namun fakta di lapangan berbeda.
Baca Juga: FW Studio and Coffee, Hadirkan Konsep Coffee Garage di Kawasan Cilebut Bogor
“Kenyataannya saat di cek saldo masih kosong, itu berarti yang cair bukan untuk BPNT tahap dua ini kemungkinan PKH ataupun PKH susulan,” imbuhnya.
Status Berhasil Cek Rekening Belum Cukup, Masih Harus Tunggu SPM
Bagi KPM yang sebelumnya mengalami gagal cek rekening, kabarnya kini sudah banyak yang statusnya membaik menjadi Berhasil Cek Rekening. Namun ini belum selesai, status Berhasil Cek Rekening bukanlah jaminan dana segera masuk.
Setelah Berhasil Cek Rekening, masih ada proses panjang menunggu turunnya SPM (Surat Perintah Membayar) dan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana). Hingga saat ini, belum ada laporan bahwa SPM untuk BPNT tahap dua sudah diterbitkan.
Baca Juga: Sisi Barat Coffee, Tawarkan Tempat Nongkrong dengan Nuansa Alam di Kota Bogor
Kategori Fatal yang Bikin Gagal Cek Rekening Menetap
Tidak semua KPM yang sebelumnya gagal cek rekening bisa berhasil. Perbedaan data antara Dukcapil dan perbankan memiliki tingkat kefatalan yang berbeda:
- Tidak fatal (masih bisa diperbaiki): Perbedaan alamat, penulisan gelar, atau kesalahan minor lainnya. Biasanya sudah berhasil menjadi Berhasil Cek Rekening.
- Fatal (tetap gagal hingga kini): Perbedaan nama KKS dengan nama di KTP, perubahan nama, atau NIK yang tidak ditemukan. Untuk kategori ini, hingga saat ini masih stagnan dalam status gagal cek rekening.
Baca Juga: Kantor Imigrasi Buka Layanan Paspor di CFD Kota Depok, Diserbu Warga
Nasib KPM dengan Status SI Januari-Maret
Bagi KPM yang status di Cek Bansos-nya masih tertahan di periode Januari-Maret dan belum berganti ke April-Juni, jangan panik. Masih ada harapan selama data tidak exclude atau dihapus dari sistem.
Namun perlu diketahui, setiap pencairan pasti ada saja KPM yang dihapus karena berbagai alasan seperti:
- Komponen penerima meninggal dunia
- Anak sudah tidak sekolah atau lulus
- Status ekonomi naik desil (ke desil 5 ke atas)
- NIK tidak ditemukan dalam DTKS
Baca Juga: Pemkab Bogor Percepat Program Koperasi Merah Putih, 134 Titik Sudah Beroperasi di Kabupaten Bogor
Jika tidak ada perubahan dan data masih aktif, kemungkinan bansos tetap cair tetap terbuka.
Mengingat hingga hari ini BPNT tahap dua belum mulai cair, KPM disarankan untuk tidak perlu bolak-balik ke ATM atau agen bank. Hal ini hanya akan membuang waktu, tenaga, dan biaya.
Sebaliknya, lakukan hal berikut: Pantau informasi dari saluran resmi dan pendamping sosial, lalu cek saldo melalui M‑Banking jika layanan itu tersedia.
Baca Juga: RS Ummi Bogor Hadirkan Layanan PCI dan Cath Lab, Pasien Darurat BPJS Kini Bisa Ditangani
Jika ragu atau ingin kepastian, tanyakan langsung ke operator desa atau pendamping karena aplikasi Cek Bansos seringkali tidak memperbarui data secara real-time.
Selain itu, pastikan data di Dukcapil sudah tersinkronisasi dengan data perbankan agar penerimaan bantuan berjalan lancar.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga