RADAR BOGOR – Menteri Sosial (Mensos) mencoret 11.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara permanen dari daftar bansos PKH dan BPNT tahap 2 tahun 2026.
Pencoretan ini dilakukan karena indikasi transaksi mencurigakan. Kabar ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh KPM yang masih menunggu saldo, karena mulai besok, Senin, 18 Mei 2026, akan ada percepatan verifikasi bagi yang statusnya berhasil cek rekening, namun saldo belum masuk.
Hari libur, Minggu, 17 Mei 2026 ini menjadi momen terakhir bagi KPM untuk mengecek status bantuannya.
Pasalnya, mulai besok, Senin, 18 Mei 2026, Kementerian Sosial (Kemensos) akan memberlakukan sejumlah kebijakan tegas terkait penyaluran PKH dan BPNT tahap kedua.
Berdasarkan kutipan informasi dari kanal Pendamping PKH, terdapat tiga kategori utama yang menentukan apakah dana Anda akan cair atau tidak dalam waktu dekat. Kategori ini harus dipahami setiap penerima agar tidak salah langkah.
"Ada 11.000 KPM yang dicoret langsung oleh Kementerian Sosial secara permanen karena ada indikasi transaksi yang memang mencurigakan," demikian pernyataan dari Pendamping PKH.
Lalu, siapa saja yang masuk kategori terancam? Mari kita bedah satu per satu.
Kategori 1: Gagal Cek Rekening (Masih Ada Harapan)
Bagi KPM yang saat mengecek mendapatkan status gagal cek rekening, jangan panik. Status ini menandakan adanya perbedaan data antara Dukcapil, bank, dan data di sistem.
Kabar baiknya, status ini masih bisa diperbaiki. Caranya, segera hubungi pendamping sosial setempat untuk melakukan pemadanan data dan pembaruan di aplikasi SIKS-NG. Jika data sudah padan, peluang cair tetap terbuka.
Kategori 2: Berhasil Cek Rekening, tetapi Saldo Nihil (Tinggal Tunggu Waktu)
Inilah kategori yang paling banyak dialami KPM. Di beberapa daerah dampingan, tercatat sekitar 30 persen KPM berstatus berhasil cek rekening, namun saldo hingga hari ini masih kosong. Sementara itu, 70 persen lainnya sudah cair.
Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 2 Cair tapi PKH Belum? KPM Wajib Tahu Aturan Pencairan SIKS-NG Tahap Terbaru Ini
"Yang berhasil cek rekening ini akan dimaksimalkan verifikasinya oleh pihak bank," jelas sumber Pendamping PKH.
Jadi, bagi Anda yang masuk kategori ini, bersabarlah. Proses verifikasi sedang berlangsung dan dipastikan akan menjadi prioritas di awal pekan.
Kategori 3: Exclude dan Dicoret Permanen (11.000 KPM) – Tidak Ada Harapan
Ini adalah kabar paling pahit. Sebanyak 11.000 KPM resmi dikeluarkan dari daftar penerima.
Beberapa penyebabnya antara lain: tidak memiliki komponen penerima yang sesuai, terindikasi bermain game online terlarang, atau hasil pembaruan data oleh PPS (Petugas Pemutakhiran Data) menyatakan tidak memenuhi syarat.
Bagi KPM yang kartunya kosong dan tidak kunjung cair, segera tanyakan ke pendamping apakah namanya masuk dalam daftar exclude ini.
Jika sudah terdeteksi exclude di aplikasi SIKS-NG, dipastikan tidak ada harapan untuk cair di tahap ini.
Update 4 Bank Himbara per 17 Mei 2026
Berikut status terkini pencairan PKH dan BPNT di empat bank penyalur:
Baca Juga: KPM Pemegang KKS BRI Mulai Terima Bansos PKH Tahap 2, Ada yang Cair Rp600 Ribu hingga Rp1,5 Juta
- Bank BSI: PKH dan BPNT sudah cair.
- Bank Mandiri: PKH dan BPNT sudah cair (hanya menyisakan 30 persen KPM dengan status berhasil cek rekening).
- Bank BRI: Saat ini baru PKH yang cair. BPNT masih menyusul, lakukan pengecekan berkala.
- Bank BNI: PKH sudah mulai banyak yang cair, namun BPNT masih dalam proses.
Kemensos juga mengonfirmasi akan mendistribusikan 470.000 KKS baru untuk KPM PKH dan BPNT baru, termasuk penerima BLT Kesra tahap 1.
Proses pencairan tahap kedua ini masih memiliki target 7,3 juta KPM PKH, dan saat ini masih tersisa 2,7 juta KPM yang akan terus disalurkan secara bertahap hingga akhir Mei 2026.***
Editor : Eli Kustiyawati