RADAR BOGOR – Pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 2 periode April hingga Juni 2026 mulai menunjukkan perkembangan di sejumlah bank penyalur.
Per 16 Mei 2026, penyaluran bantuan terpantau berlangsung secara bertahap melalui empat bank Himbara dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Hal ini dilansir dari kanal YouTube Diary Bansos pada Senin, 18 Mei 2026, bahwa proses pencairan lebih dahulu terlihat di rekening penerima Bank BSI, kemudian berlanjut ke Bank BNI, Bank Mandiri, dan terakhir mulai masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BRI pada malam hari.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan saldo bantuan PKH sudah masuk dengan nominal yang berbeda-beda sesuai komponen bantuan yang diterima.
Ada penerima yang mendapatkan saldo Rp1.500.000 pada malam hari sekitar pukul 21.30, sementara penerima lain menerima nominal Rp975.000 dan Rp750.000.
"Alhamdulillah PKH BRI cair, nominalnya adalah Rp1.500.000," ujar narator melalui kanal YouTube Diary Bansos.
Selain itu, bantuan komponen pendidikan untuk anak jenjang SD juga mulai masuk dengan nominal Rp225.000.
Baca Juga: BPNT Tahap 2 Cair Rp600 Ribu, Sejumlah KPM Berpeluang Dapat Bantuan Ganda PKH di Kartu KKS
Bagi pemegang KKS Bank BRI, pengecekan saldo dianjurkan dilakukan secara berkala karena proses penyaluran masih berlangsung bertahap.
Penerima yang memiliki akses mobile banking dapat memanfaatkan aplikasi BRImo agar tidak perlu datang langsung ke ATM atau agen bank apabila lokasi cukup jauh.
Setelah saldo bantuan masuk, penerima diminta segera melakukan transaksi pencairan sebelum melewati batas waktu penggunaan saldo bantuan sosial yang berlaku selama 30 hari sejak dana masuk ke rekening.
Selain PKH, bantuan program sembako atau BPNT juga mulai dicairkan pada pertengahan Mei 2026.
Hingga saat ini, penyaluran BPNT baru terpantau masuk melalui Bank BSI dan Bank Mandiri.
Sementara itu, untuk pemegang KKS Bank BNI dan Bank BRI, saldo BPNT masih belum masuk secara menyeluruh karena proses penyaluran saat ini lebih dahulu memprioritaskan pencairan PKH tahap 2.
Meski saldo BPNT belum diterima sebagian KPM BNI dan BRI, perkembangan pada sistem SIKS-NG menunjukkan status SI atau Surat Perintah Pemindahbukuan sudah muncul.
Status tersebut menandakan proses administrasi penyaluran bantuan telah berjalan dan tinggal menunggu dana masuk ke rekening penerima masing-masing.
Di sisi lain, masih banyak KPM yang mendapati kendala berupa status gagal cek rekening atau periode salur yang belum berubah dari Januari–Maret 2026.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan karena sebagian penerima belum melihat perkembangan pencairan di aplikasi Cek Bansos maupun SIKS-NG.
Berdasarkan penjelasan dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial RI, data penerima dengan status gagal cek rekening saat ini sedang dalam proses perbaikan.
Perbaikan tersebut dilakukan melalui koordinasi antara pihak perbankan dan pendamping sosial di lapangan agar penyaluran bantuan dapat diproses kembali.
Dalam sejumlah kasus, status penerima yang sebelumnya gagal cek rekening sudah berubah menjadi berhasil cek rekening setelah proses sinkronisasi data dilakukan.
Namun, ada juga penerima yang meski status rekeningnya sudah berhasil diverifikasi, kolom nominal bantuan pada sistem masih menampilkan tanda strip (–).
Kondisi tersebut terjadi karena proses penghitungan komponen bantuan PKH di sistem belum sepenuhnya selesai diperbarui.
Untuk KPM yang periodenya masih bertahan pada Januari–Maret 2026, terdapat dua kondisi yang umum terjadi.
Pertama, penerima sebelumnya mengalami kendala teknis pada proses pengecekan rekening sehingga penyalurannya tertunda.
Kedua, data penerima sudah tidak lagi memenuhi kriteria kepesertaan bantuan sosial atau telah masuk proses graduasi.***
Editor : Eli Kustiyawati