RADAR BOGOR - Setelah sekian hari menanti gelombang kedua, hari ini, 18 Mei 2026, menjadi pencairan serentak Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk pengguna Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BNI.
Setidaknya 13 daerah dari Jawa Barat, Jakarta, hingga Jawa Timur telah mengirimkan bukti fisik masuknya saldo Rp600.000.
Mengutip dari laporan kanal YouTube Arfan Saputra Channel, fakta menarik lainnya, penerima tidak hanya dari kalangan keluarga biasa, tetapi juga komponen lansia, serta pemilik KKS lawas tahun 2017 hingga yang terbaru 2025. Ini kepastian yang sudah lama dinanti.
Bukan Hanya Satu Dua Titik
Jika biasanya pencairan hanya terpusat di kota-kota besar, kali ini berbeda. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, laporan masuk dari berbagai penjuru.
“Nah kita lihat ini KKS 2020 ada saldo masuk Rp600.000 tanggal 18 Mei 2026 untuk BPNT ya teman-teman, BPNT murni,” ungkap narator kanal Arfan Saputra Channel.
Berikut rincian daerah yang sudah terkonfirmasi cair berdasarkan laporan langsung dari pemilik KKS:
Baca Juga: Jelang Idul Adha 1447 Hijriah, DKPP Kota Bogor Sisir Lapak Hewan Kurban di 6 Kecamatan
-Jawa Barat: Cirebon Utara, Cirebon Barat, Sumber, Karawang, Kuningan, Sukabumi, Pelabuhan Ratu.
-Jakarta: Jakarta Timur (Setu Cipayung), Jakarta Pusat.
-Jawa Timur Surabaya, Madiun, Jombang (Diwek), Kediri.
“Nah ini kita lihat BPNT cair ya Rp600.000 tahap kedua tanggal 18 Mei 2026 jam 7 lebih 10 menit ini daerah Jawa Timur, Madiun,” imbuh saluran Arfan Saputra Channel.
Tiga Golongan Penerima yang Paling Mendominasi
Dari puluhan laporan yang masuk, setidaknya ada tiga kategori KPM yang paling banyak melaporkan pencairan hari ini:
1. Komponen Lansia: terutama pemilik KKS tahun 2020 dan 2021.
2. KPM dengan KKS Lawas: tahun 2017 dan 2018 tetap aktif dan cair.
3. Pemilik KKS Baru: tahun 2025 juga tidak ketinggalan.
Ini membuktikan bahwa DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) benar-benar menjadi acuan utama, bukan tahun cetak kartu.
Bagi Anda yang KKS Bank BNI-nya belum menunjukkan saldo, ada dua kemungkinan. Pertama, pencairan memang bertahap. Kedua, bisa jadi jadwal pencairan di kecamatan atau kelurahan Anda berbeda.***
Editor : Asep Suhendar