RADAR BOGOR - Pencairan susulan BPNT Tahap 2 dan PKH Tahap 2 melalui KKS Merah Putih terus berlangsung di berbagai daerah.
Mengutip dari kanal YouTube Info Bansos pada Selasa, 19 Mei 2026, proses penyaluran disebut sudah mencapai sekitar 70 persen, sementara sebagian KPM lainnya masih berada dalam antrean pencairan dan menunggu proses administrasi selesai.
Proses Sinkronisasi Data Membuat Sebagian KPM Menjadi Penerima Ganda
Sejumlah KPM yang sebelumnya belum menerima saldo bansos kini mulai masuk tahap sinkronisasi data lanjutan di sistem Kemensos.
Dari proses tersebut, terdapat penerima yang mengalami perubahan status bantuan setelah data mereka kembali diverifikasi.
KPM yang sebelumnya hanya menerima BPNT murni mulai terdata sebagai penerima PKH baru.
Sebaliknya, penerima PKH murni juga ada yang mendapatkan tambahan BPNT setelah proses validasi selesai dilakukan.
Bagi KPM yang di aplikasi SIKS-NG sudah muncul status "Berhasil Cek Rekening", saldo bantuan disebut masih aman.
Tahapan pencairan tinggal menunggu penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sebelum dana dikirim ke rekening penerima melalui bank penyalur.
"Bagi KPM yang belum cair tetapi memiliki status 'Berhasil Cek Rekening' di aplikasi SIKS-NG, saldo dipastikan aman dan hanya tinggal menunggu Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) turun ke bank penyalur," ujar narator melalui kanal YouTube Info Bansos.
Daftar Wilayah yang Mulai Terpantau Cair Melalui Bank BNI
Pencairan susulan melalui Bank BNI mulai bergerak di sejumlah daerah berikut: Kabupaten Bogor, Serang, Pandeglang, Tangerang, Gunung Kidul, Cianjur, Tasikmalaya, Brebes, Sampang, Jepara, Cilacap, Garut, Jember, Ciamis, Subang, Nganjuk, Kendal, Majalengka, Sleman, Purworejo, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Mamuju, Blora, Purbalingga, Berau, dan Luwu Timur.
Baca Juga: Kartu Jadul Bukan Halangan, KKS 2017 sampai 2025 Bansos BPNT Bank BNI Kompak Cair Serentak Hari Ini
Sementara untuk wilayah kota, pencairan mulai dilaporkan masuk di Batam, Medan, Makassar, Pontianak, dan Samarinda.
Daerah yang Mulai Mendapat Pencairan Susulan Lewat Bank BRI
Penyaluran melalui Bank BRI juga mulai terpantau di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Sabu Raijua, Kepulauan Yapen, Mimika, Mahakam Ulu, Tanah Tidung, Asmat, Raja Ampat, Sorong, Pulau Taliabu, Sarmi, Kaimana, Teluk Wondama, Supiori, Deli Serdang, Kutai Timur, Nabire, Serang, Bogor, Gianyar, Ciamis, Pandeglang, Garut, Rokan Hulu, Bandung, dan Karawang.
Untuk wilayah perkotaan, pencairan mulai dilaporkan masuk di Surabaya, Tangerang, Administrasi Jakarta Timur, dan Administrasi Jakarta Barat.
Penyaluran Melalui Bank Mandiri Mulai Bergerak di Sejumlah Wilayah
Pencairan susulan lewat Bank Mandiri mulai terdeteksi di Kabupaten Natuna, Lamandau, Sukamara, Teluk Bintuni, Keerom, Manokwari Selatan, Tangerang, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Banyuwangi, Bandung, Kutai Kartanegara, Musi Banyuasin, dan Berau.
Selain itu, saldo bansos juga mulai dilaporkan masuk di Kota Batam, Tangerang, Medan, Tarakan, Bengkulu, Bekasi, serta sejumlah wilayah DKI Jakarta seperti Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan.
Penyebab Status "Gagal Cek Rekening" pada Sebagian KPM
Masih ada KPM yang mengalami kendala dengan status "Gagal Cek Rekening". Kondisi tersebut umumnya disebabkan adanya ketidaksesuaian data administrasi antara dokumen kependudukan dan data perbankan.
Perbedaan penulisan nama, kesalahan huruf pada identitas, ketidaksamaan nomor NIK, hingga status perkawinan yang belum diperbarui dapat membuat sistem bank menolak proses validasi rekening secara otomatis.
Karena itu, KPM diminta rutin melakukan pengecekan melalui pendamping sosial maupun operator desa setempat untuk memastikan data di aplikasi SIKS-NG sudah sesuai dengan dokumen Dukcapil terbaru agar proses pencairan bantuan tidak tertunda kembali.***
Editor : Eli Kustiyawati