RADAR BOGOR - Pencairan susulan bantuan sosial (bansos) BPNT dan PKH Tahap 2 kembali bergerak di berbagai wilayah Indonesia melalui bank penyalur BNI, BRI, dan Mandiri.
Sejumlah daerah mulai melaporkan saldo bantuan masuk, sementara sebagian penerima lainnya masih menunggu antrean pencairan lanjutan.
Progres Penyaluran Bansos Tahap 2 Mulai Meluas
Dikutip dari kanal YouTube Info Bansos pada Selasa, 19 Mei 2026, penyaluran bantuan BPNT dan PKH Tahap 2 disebut sudah berjalan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Sebagian besar KPM telah menerima bantuan secara bertahap melalui rekening KKS masing-masing bank penyalur.
Namun, masih ada penerima yang belum memperoleh saldo bantuan karena proses distribusi belum selesai dilakukan secara menyeluruh.
Perbedaan waktu pencairan antarwilayah dipengaruhi proses validasi data dan penyesuaian sistem perbankan yang masih berlangsung hingga saat ini.
"Meski masih ada KPM yang belum cair bansosnya, hal itu dikarenakan kondisi wilayah dan tentu saja dipengaruhi oleh proses validasi data dalam penyesuaian sistem perbankan," jelas narator melalui kanal YouTube Info Bansos.
Banyak KPM BPNT Kini Tervalidasi Dapat PKH Tambahan
Dalam proses sinkronisasi terbaru, sejumlah KPM yang sebelumnya hanya menerima BPNT mulai tervalidasi sebagai penerima PKH tambahan.
Kondisi serupa juga terjadi pada sebagian penerima PKH yang kini masuk sebagai penerima bantuan BPNT.
Perubahan data penerima tersebut membuat proses pencairan di beberapa rekening memerlukan penyesuaian ulang sebelum saldo bantuan bisa disalurkan sepenuhnya.
Solusi untuk KPM yang Saldo Bantuan Belum Masuk
KPM yang belum menerima bantuan disarankan melakukan pengecekan status melalui pendamping sosial atau operator desa menggunakan aplikasi SIKS-NG.
Langkah ini penting untuk memastikan status rekening dan progres pencairan bantuan.
Apabila muncul status "Berhasil Cek Rekening", kondisi tersebut menandakan rekening penerima masih aktif dan bantuan masih berada dalam proses penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
Baca Juga: Jangan Langsung Panik Saat Bantuan Belum Masuk, Proses Verifikasi Bansos 2026 Ternyata Bisa Bertahap
Daftar Daerah Penyaluran Tambahan Bank BNI
Penyaluran susulan melalui Bank BNI mulai aktif di sejumlah wilayah kabupaten seperti Bogor, Serang, Pandeglang, Tangerang, Gunung Kidul, Cianjur, Tasikmalaya, Brebes, Sampang, Jepara, Cilacap, Garut, Jember, Ciamis, Subang, Nganjuk, Kendal, dan sejumlah daerah lain yang juga mulai masuk dalam penyaluran tambahan, antara lain Majalengka, Sleman, Purworejo, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Mamuju, Blora, Purbalingga, Berau, hingga Luwu Timur.
Sementara wilayah kota yang mulai menerima penyaluran tambahan meliputi Batam, Medan, Makassar, Pontianak, dan Samarinda.
Pencairan masih berlangsung bertahap sehingga waktu masuk saldo antarwilayah tidak sama.
Baca Juga: Kenapa Ada KPM Belum Cair Padahal Status Sama? Ini Penyebab Penyaluran Bansos Bisa Berbeda
Daerah Penyaluran Tambahan Bank BRI Mulai Bertambah
Penyaluran melalui Bank BRI dilaporkan mulai bergerak di sejumlah wilayah seperti Sabu Raijua, Kepulauan Yapen, Mimika, Mahakam Ulu, Tanah Tidung, Asmat, Raja Ampat, Sorong, Pulau Taliabu, Sarmi, Kaimana, Teluk Wondama, Supiori, Deli Serdang, Kutai Timur, Nabire, Serang, Bogor, Gianyar, Ciamis, Pandeglang, Garut, Rokan Hulu, Bandung, dan Karawang.
Untuk wilayah kota, pencairan mulai terpantau di Surabaya, Tangerang, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat.
Sebagian penerima masih menunggu proses top up saldo berikutnya karena distribusi belum dilakukan serentak.
Baca Juga: Banyak Penerima BPNT Tidak Sadar Namanya Bisa Dicoret dari DTKS Karena Perubahan Kondisi Ekonomi
Penyaluran Susulan Bank Mandiri Mulai Aktif di Banyak Wilayah
Bank Mandiri juga mulai menyalurkan bantuan susulan di sejumlah daerah seperti Natuna, Lamandau, Sukamara, Teluk Bintuni, Keerom, Manokwari Selatan, Tangerang, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Banyuwangi, Bandung, Kutai Kartanegara, Musi Banyuasin, dan Berau.
Sedangkan wilayah kota yang mulai menerima pencairan tambahan meliputi Batam, Tangerang, Medan, Tarakan, Bengkulu, Bekasi, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan.
Penyebab Status "Gagal Cek Rekening" pada KPM
Baca Juga: Warga Sering Salah Paham, Saldo KKS Kosong Belum Tentu Gagal Dapat Bansos Tahap 2 Tahun 2026
Sebagian KPM masih mengalami kendala berupa status "Gagal Cek Rekening" meski dinyatakan layak menerima bantuan. Kendala tersebut umumnya disebabkan adanya perbedaan data kependudukan antara data Dukcapil dan data perbankan.
Masalah yang sering ditemukan antara lain salah penulisan nama, perbedaan nomor NIK, hingga status perkawinan yang belum diperbarui di sistem administrasi. Ketidaksesuaian data tersebut dapat membuat proses validasi rekening tertunda sehingga pencairan bantuan belum dapat dilakukan.***
Editor : Eli Kustiyawati