RADAR BOGOR - Kabar baik bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua tahun 2026 resmi mulai dicairkan per 18 Mei 2026. M
Dilansir dari YouTube Diary Bansos, saldo bansos BPNT tahap kedua sebesar Rp600.000 dilaporkan sudah mulai masuk ke rekening kartu KKS Merah Putih, khususnya bagi KPM yang kartu KKS-nya diterbitkan oleh Bank BNI.
Pencairan bansos BPNT masih berlangsung secara bertahap, sehingga tidak semua KPM langsung menerima saldo pada waktu yang sama. KPM disarankan untuk mengecek saldo secara berkala.
Cek Saldo BPNT Tahap Kedua di KKS BNI
Berdasarkan informasi dari kanal YouTube Diary Bansos, sejumlah KPM sudah melaporkan saldo Rp600.000 berhasil masuk dan dapat ditransaksikan pada 18 Mei 2026. Bantuan ini merupakan alokasi BPNT untuk periode April, Mei, dan Juni 2026.
Bagi KPM yang tinggal jauh dari mesin ATM atau agen bank, disarankan memanfaatkan layanan mobile banking Wonder by BNI untuk memudahkan pengecekan saldo tanpa harus bolak-balik ke ATM.
Penting untuk diingat, saldo bantuan yang sudah masuk tidak boleh dibiarkan mengendap lebih dari 30 hari sejak pertama kali diterima.
Status "Gagal Cek Rekening" Berubah Menjadi "Berhasil Cek Rekening"
KPM yang sebelumnya berstatus "Gagal Cek Rekening" saat ini mayoritas sudah berubah menjadi "Berhasil Cek Rekening" di aplikasi SIKS-NG. Perubahan ini merupakan hasil upaya pemadanan data dengan Dukcapil yang dilakukan oleh Pusdatin dan pihak perbankan.
Namun, jika status sudah "Berhasil Cek Rekening" tetapi nominal bantuan masih kosong atau tertera strip, artinya data masih dalam tahap perhitungan komponen bantuan. Setelah perhitungan selesai, nominal akan muncul dan proses akan berlanjut ke tahap SPM, lalu SI, sebelum akhirnya bantuan dicairkan.
KPM yang masih berstatus gagal maupun belum menerima saldo diminta untuk tetap bersabar dan terus memantau perkembangan pencairan.
Pendamping PKH Jalankan Dua Tugas Penting
Selain mengawal pencairan bansos, para pendamping sosial PKH di seluruh Indonesia saat ini tengah menjalankan dua tugas penting.
Pertama, penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027. Perlu diketahui bahwa untuk Sekolah Rakyat tidak ada mekanisme pendaftaran, melainkan penjaringan atau penjangkauan langsung oleh pendamping sosial.
Calon siswa berasal dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 dengan kriteria: akan naik jenjang pendidikan, putus sekolah, tidak bersekolah, atau berisiko putus sekolah.
Baca Juga: BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Mulai Disalurkan, Warga Jawa Barat Kini Makin Gampang Cek Bansos
KPM yang memiliki anak sesuai kriteria tersebut dapat langsung menghubungi pendamping sosial PKH di wilayah masing-masing untuk proses penjaringan.
Kedua, ground check Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan tahun 2026. Kegiatan ini merupakan verifikasi lapangan untuk memastikan data penerima bantuan iuran jaminan kesehatan tetap sesuai kondisi terkini.
Per 18 Mei 2026, saldo BPNT Tahap 2 sebesar Rp600.000 sudah mulai masuk ke rekening KKS Bank BNI secara bertahap.
KPM dari seluruh wilayah yang menggunakan KKS BNI disarankan segera mengecek saldo melalui ATM, agen bank, atau aplikasi Wonder by BNI. Bagi yang belum menerima, pencairan masih terus berjalan dan dapat dicek kembali beberapa hari ke depan.***
Editor : Eli Kustiyawati