Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tegaskan Validitas DTSEN Jadi Kunci Bansos Tepat Sasaran Tahun 2026, Sekda Purbalingga Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Lucky Lukman Nul Hakim • Selasa, 19 Mei 2026 | 13:32 WIB
Petugas mendata rumah para penerima Bansos.  (Foto : Kemensos RI)
Petugas mendata rumah para penerima Bansos. (Foto : Kemensos RI)

RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus memperkuat kualitas Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), guna memastikan penyaluran bantuan sosial atau Bansos berjalan tepat sasaran.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penguatan Kualitas DTSEN Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 yang digelar pada Selasa, 19 Mei 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga, Herni Sulasti, hadir mewakili Bupati Purbalingga dan menyampaikan pentingnya validitas data dalam sistem penyaluran Bansos pemerintah.

Kesalahan Data Dinilai Bisa Memicu Kecemburuan Sosial

Herni Sulasti menegaskan bahwa validitas DTSEN bukan sekadar persoalan administratif, melainkan berkaitan langsung dengan hak masyarakat penerima bantuan.

Baca Juga: Waspadai Hantavirus, DPR Minta Minta Pemerintah Perketat Pintu Masuk Negara

Menurutnya, ketidaktepatan data dapat berdampak luas, mulai dari salah sasaran penerima bansos hingga menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Dalam sambutan Bupati Purbalingga yang dibacakannya, Herni menyampaikan bahwa kesalahan data juga berpotensi memunculkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat apabila bantuan diterima oleh pihak yang tidak sesuai kriteria.

Pemerintah Desa hingga Pendamping Sosial Diminta Aktif Verifikasi Data

Pada forum koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam proses pemutakhiran DTSEN.

Mulai dari pemerintah desa dan kelurahan, operator data, pendamping sosial, hingga unsur masyarakat diminta memiliki komitmen yang sama untuk memastikan data penerima bantuan benar-benar sesuai kondisi di lapangan.

Herni Sulasti menekankan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pendataan.

Ia juga mengingatkan, agar proses verifikasi dilakukan secara cermat serta koordinasi antarinstansi terus diperkuat demi meningkatkan kualitas data sosial secara berkelanjutan.

Desa dan Kelurahan Berprestasi Dapat Penghargaan Pengelolaan DTSEN

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Purbalingga turut memberikan penghargaan kepada desa dan kelurahan dengan kinerja terbaik dalam mendukung pemutakhiran serta pengelolaan DTSEN melalui aplikasi SIKS-NG.

Baca Juga: Remaja Kota Depok yang Tenggelam Saat Memancing di Sungai Ciliwung Ditemukan

Penghargaan kategori usulan pemutakhiran DTSEN terbanyak diraih oleh Kelurahan Bancar sebagai terbaik pertama.

Posisi berikutnya, ditempati Desa Tlahab Lor dan Desa Gunungwuled.

Sementara itu, Desa Tangkisan menerima penghargaan kategori usulan bansos dan PBI-JK terbanyak.

Penghargaan lainnya diberikan kepada Desa Penaruban sebagai desa dengan usulan reaktivasi PBI-JK terbanyak, serta Desa Selaganggeng yang dinilai paling cepat menindaklanjuti penelitian KPM bantuan sosial.

DTSEN Akurat Jadi Fondasi Penyaluran Bansos yang Adil

Penguatan kualitas DTSEN, menjadi langkah penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan program Bansos dapat diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Dengan data yang lebih valid dan terintegrasi, pemerintah berharap penyaluran Bansos di tahun 2026 dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bantuan sosial #bansos #purbalingga #DTSEN