RADAR BOGOR - Kabar terbaru mengenai bantuan sosial atau bansos tahap dua tahun 2026 kembali menjadi perhatian publik.
Setelah lama dinantikan, pemerintah akhirnya mulai menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua tahun 2026 dengan nominal Rp600.000 untuk periode April hingga Juni.
Pencairan ini disebut mulai masuk ke rekening bansos para keluarga penerima manfaat, khususnya pemegang kartu KKS Merah Putih yang diterbitkan oleh Bank BNI.
Baca Juga: Hindari 12 Ruas Jalan Utama di Kota Bogor Berikut Ini, saat Hujan Sering Banjir hingga Mirip Sungai
Informasi tersebut langsung membuat banyak penerima bansos berbondong-bondong mengecek saldo ATM mereka.
Meski begitu, tidak sedikit KPM yang masih mengeluhkan bantuan belum masuk ke rekening masing-masing.
Sebagian masyarakat bahkan mengaku sudah berkali-kali mengecek saldo namun hasilnya masih nihil atau zonk.
Pemerintah pun meminta masyarakat untuk tetap tenang karena proses penyaluran memang dilakukan bertahap sesuai kesiapan data dan sistem perbankan.
Para penerima diminta tidak langsung panik apabila saldo belum masuk pada hari pertama pencairan.
Bahkan dalam penjelasan terbaru, disebutkan bahwa proses distribusi bansos kali ini juga disertai perbaikan data besar-besaran terhadap penerima yang sebelumnya mengalami masalah gagal cek rekening.
Baca Juga: Hari Ini Saldo Rp600 Ribu Cair, Bansos BPNT KKS Bank BNI Sudah Masuk Rekening, Cek Sekarang Juga
Banyak status penerima kini mulai berubah menjadi berhasil cek rekening setelah dilakukan sinkronisasi data dengan Dukcapil dan pihak bank.
Langkah tersebut dinilai menjadi upaya penting agar bantuan dapat diterima tepat sasaran dan mengurangi potensi gagal salur seperti yang sempat terjadi pada tahap sebelumnya.
Bagi KPM yang tinggal jauh dari ATM maupun agen bank, pemerintah juga mendorong pemanfaatan layanan mobile banking seperti Wonder BNI untuk mempermudah pengecekan saldo bansos tanpa harus bolak-balik datang ke bank.
Baca Juga: Kenalkan Budaya Asli Indonesia, SDN Kencana 4 Kota Bogor Tampilkan Demo Silat
Sementara itu, di tengah proses pencairan bansos, para pendamping sosial PKH juga menghadapi tugas besar lainnya.
Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026–2027.
Program Sekolah Rakyat ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 yang berasal dari kelompok ekonomi paling rentan.
Baca Juga: Status KPM Berubah dari Berhasil Cek Rekening Menjadi SPM, Siap-siap Bansos Cair dalam Hitungan Hari
Dilansir dari YouTube Diary Bansos, Sasaran utamanya adalah anak putus sekolah, anak tidak sekolah, hingga siswa yang rawan putus sekolah akibat kondisi keluarga.
Pemerintah menegaskan bahwa program ini bukan sistem pendaftaran terbuka.
Mekanisme yang dilakukan adalah penjaringan langsung oleh pendamping sosial berdasarkan data dari Kementerian Sosial dan BPS.
Namun demikian, apabila ditemukan anak dari keluarga miskin yang belum masuk daftar awal tetapi memenuhi kriteria, maka pendamping sosial dapat melakukan penjaringan tambahan atau non-prelist agar anak tersebut tetap memiliki kesempatan mengikuti program pendidikan tersebut.
Baca Juga: Atasi Banjir, DPRD Kabupaten Bogor Desak Pemkab Bogor Rutin Pemeliharaan Drainase
Selain fokus pada pendidikan, para pendamping sosial juga menjalankan ground check PBI 2026 guna memastikan validitas data penerima bantuan sosial dan jaminan kesehatan masyarakat miskin.
Masyarakat kini berharap pencairan BPNT tahap kedua benar-benar dapat menjangkau seluruh penerima tanpa kendala berarti.
Apalagi bantuan sebesar Rp600 ribu dinilai sangat membantu kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil.
Bagi para KPM yang hingga kini belum menerima bantuan, harapan masih terbuka.
Pemerintah memastikan proses pencairan masih terus berjalan dan saldo bantuan bisa masuk sewaktu-waktu selama tahap penyaluran berlangsung.***
Editor : Asep Suhendar