RADAR BOGOR - Penyaluran sejumlah bantuan sosial (bansos) pada 19 Mei 2026 mulai mengalami perkembangan di berbagai daerah.
Berdasarkan informasi yang disampaikan kanal Youtube Cek Bansos pada Kamis, 21 Mei 2026, pencairan BPNT Tahap 2 dengan nominal Rp600.000 mulai terpantau masuk ke rekening KKS penerima, khususnya yang disalurkan melalui Bank BNI.
Selain itu, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa SD hingga SMA juga mulai diterima melalui rekening SimPel dan KIP yang sudah aktif.
Baca Juga: Geruduk Kantor Pemkab Bogor, PMII Komisariat Unusia Gelar Demontrasi Bawa 5 Tuntutan
Pada saat yang sama, distribusi bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng juga mulai berjalan di beberapa wilayah.
Meski demikian, masih ada KPM yang belum menerima pencairan karena status bantuan di sistem SIKS-NG belum mencapai tahap akhir maupun karena data penerima sudah masuk kategori exclude.
1. BPNT Tahap 2 Rp600.000
Pencairan BPNT Tahap 2 mulai terpantau berlangsung melalui rekening KKS Bank BNI dengan nominal bantuan sebesar Rp600.000. Banyak KPM sebelumnya mengaku belum menemukan saldo bantuan saat melakukan pengecekan rekening pada hari-hari sebelumnya.
Namun memasuki 19 Mei 2026, saldo bantuan mulai masuk secara bertahap ke rekening penerima di sejumlah daerah. Kondisi tersebut terlihat dari laporan penarikan tunai dan hasil pengecekan saldo yang mulai menunjukkan tambahan dana bantuan.
Penyaluran disebut belum merata karena proses pencairan masih berlangsung bertahap sehingga tidak seluruh wilayah menerima bantuan pada waktu yang sama.
2. Bantuan PIP Tahun 2026
Penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar mulai diterima oleh siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA untuk termin pertama tahun 2026. Bantuan dicairkan melalui rekening SimPel maupun Kartu Indonesia Pintar yang sebelumnya telah diaktivasi.
Baca Juga: Status SPM di SIKS-NG Sudah Muncul, Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 Mulai Cair Susulan Hari Ini
Laporan penerimaan bantuan datang dari berbagai daerah dan jenjang pendidikan. Siswa kelas 12 SMA disebut sudah menerima bantuan PIP, sementara siswa kelas 2 SD di wilayah Pondok Kelapa, Jakarta Timur, dilaporkan menerima saldo sebesar Rp450.000.
Selain itu, siswa kelas 4 SD di wilayah lain juga mulai mendapatkan bantuan pendidikan tersebut. Proses pencairan dilakukan bertahap sesuai administrasi sekolah dan bank penyalur masing-masing penerima.
3. Bantuan Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter
Selain BPNT dan PIP, bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng juga mulai disalurkan ke sejumlah daerah. Distribusi bantuan dilaporkan sudah berjalan di wilayah Kelurahan Kelapa Dua yang berada di Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Baca Juga: Status SPM di SIKS-NG Sudah Muncul, Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 Mulai Cair Susulan Hari Ini
Distribusi serupa juga dilaporkan berjalan di Desa Bantalan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Sementara itu, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, turut masuk dalam daftar wilayah yang mulai menerima bantuan pangan tersebut. Penyaluran dilakukan bertahap menyesuaikan jadwal distribusi di masing-masing daerah.
4. Status Bantuan Masih Tertahan di SIKS-NG
Masih adanya KPM yang belum menerima pencairan BPNT maupun PKH disebut berkaitan dengan status data di sistem SIKS-NG. Sebagian penerima masih berada pada status “Berhasil Cek Rekening” atau baru mencapai tahap “SPM” atau Surat Perintah Membayar.
Dalam kondisi tersebut, bantuan belum dapat masuk ke rekening KKS karena status belum berubah menjadi SI atau Standing Instruction.
“Bagi KPM yang saldonya belum masuk di Bank BSI, Mandiri, BRI, maupun BNI, narator menjelaskan temuan langsung dari sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation),” ujar narator melalui kanal Youtube Cek Bansos.
Beberapa KPM yang sebelumnya mengalami kendala akibat pembaruan data dari Pusdatin dilaporkan mulai mengalami perubahan status menuju proses pencairan susulan.
Untuk memastikan kondisi bantuan, KPM disarankan melakukan pengecekan langsung kepada pendamping PKH, petugas DTKS desa atau kelurahan, maupun TKSK kecamatan setempat.
Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 2 KKS Bank Mandiri Belum Cair? Hasil Cek Saldo di Daerah Ini Bikin KPM Waswas
5. Data KPM Masuk Kategori Exclude
Selain faktor tahapan pencairan di sistem, sebagian penerima bantuan juga diketahui sudah masuk kategori exclude atau dikeluarkan dari daftar penerima bantuan Tahap 2 tahun 2026.
Perubahan status penerima bantuan itu dipengaruhi oleh hasil pemutakhiran data terkait kondisi ekonomi serta pekerjaan anggota keluarga yang tercatat dalam sistem. KPM yang dianggap mengalami peningkatan kondisi ekonomi berpotensi tidak lagi menerima bantuan sosial.
Selain itu, status bantuan juga dapat dihentikan apabila anggota keluarga dalam satu KK diangkat menjadi ASN, menerima tunjangan sertifikasi guru, lolos seleksi P3K, maupun menjadi anggota TNI atau Polri. Perubahan data tersebut membuat bantuan tidak lagi diproses untuk tahap pencairan berikutnya.***
Editor : Asep Suhendar