RADAR BOGOR - Banyak KPM mulai mempertanyakan pencairan PKH dan BPNT tahap kedua tahun 2026 setelah status bantuan berubah menjadi SPM di sistem SIKS-NG, namun saldo rekening KKS masih belum masuk.
Kondisi ini ramai dibahas penerima bansos pada 21 Mei 2026 karena pencairan disebut masih berlangsung bertahap di seluruh Indonesia.
Sebagian penerima bantuan bahkan mengaku sudah mendatangi pendamping sosial hingga kantor desa untuk memastikan status bansos mereka.
Baca Juga: Saldo Bansos BPNT Dikabarkan Masih Nol, KKS Mandiri Lama di Ciamis Belum Terima Pencairan Susulan
Pasalnya, di aplikasi Cek Bansos hanya muncul periode penyaluran tanpa informasi detail mengenai status pencairan bantuan.
Situasi tersebut membuat banyak KPM bingung dan khawatir namanya sudah tidak lagi menjadi penerima bantuan.
Padahal menurut informasi terbaru, sebagian besar penerima yang sebelumnya terkendala gagal cek rekening kini sedang diproses ulang oleh sistem pusat.
Baca Juga: Keinginan Rudy Susmanto Percepat Pembangunan Pelosok Kabupaten Bogor, Bupati: Optimalkan TMMD
Status SPM sendiri menjadi salah satu tanda bahwa bantuan telah masuk tahap persiapan pencairan.
Bahkan nominal bantuan PKH dan BPNT disebut sudah mulai muncul dalam sistem internal pendamping sosial.
Saldo BPNT Rp600 Ribu Dilaporkan Mulai Masuk Bertahap
Pencairan BPNT tahap kedua dengan nominal Rp600.000 dilaporkan mulai mendominasi di rekening KKS Bank BNI.
Selain itu, beberapa KPM pengguna Bank Mandiri dan BSI juga mulai menerima saldo bantuan secara bertahap.
Namun khusus pemegang KKS Bank BRI, informasi pencairan masih tergolong minim.
Banyak KPM mengaku belum melihat perubahan saldo hingga saat ini meskipun status bantuan sudah berubah.
Baca Juga: Tramadol hingga Ketamin Marak Disalahgunakan, Depok dan Bogor Masuk Zona Darurat
Hal ini menandakan bahwa proses distribusi bantuan belum sepenuhnya selesai dan masih dilakukan bertahap berdasarkan data yang masuk ke pihak bank penyalur.
Menariknya, banyak kasus menunjukkan saldo bantuan dapat masuk sewaktu-waktu dalam hari yang sama.
Ada KPM yang pagi hari belum menerima bantuan, tetapi saat dicek kembali pada siang atau malam hari saldo sudah tersedia.
Oleh karena itu, para penerima diminta rutin melakukan pengecekan berkala tanpa harus terlalu sering mendatangi ATM.
Pemerintah juga mengingatkan agar bantuan yang sudah cair segera ditransaksikan sebelum batas waktu berakhir.
Tidak Hanya PKH dan BPNT, Bantuan Lain Juga Masih Cair
Selain pencairan susulan PKH dan BPNT tahap kedua, sejumlah bantuan lain ternyata masih berlangsung hingga akhir Mei 2026.
Baca Juga: Kabar Baik! Warga Depok yang Disiplin Pilah Sampah Akan Dapat Insentif
Salah satunya bantuan PIP bagi siswa sekolah penerima Kartu Indonesia Pintar.
Orang tua siswa diminta mengecek rekening atau ATM KIP secara berkala karena pencairan dilakukan bertahap sesuai jadwal masing-masing bank penyalur.
Selanjutnya ada BLT Dana Desa yang masih berjalan di beberapa wilayah.
Program ini tetap menjadi salah satu bantuan penting bagi masyarakat desa dengan kategori ekonomi rentan.
Pemerintah juga masih menjalankan bantuan PPSE senilai Rp5 juta melalui PT Pos Indonesia.
Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang mengikuti program pemberdayaan ekonomi dan telah mengajukan proposal bantuan usaha.
Sementara itu, bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng masih terus disalurkan di sejumlah daerah meskipun prosesnya dinilai lebih lambat dibanding bantuan lainnya.
Penerima bansos yang belum mendapatkan pencairan diminta tetap bersabar dan terus memantau perkembangan status bantuan melalui pendamping sosial maupun operator desa.
Baca Juga: RUPS Indocement 2026: Dividen Rp468 per Saham Dibagikan, Buyback Rp750 Miliar Disetujui
Pemerintah memastikan proses penyaluran bansos tahap kedua masih berjalan dan belum sepenuhnya selesai hingga akhir Mei 2026.***
Editor : Asep Suhendar