Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Status SPM Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Mulai Banyak Muncul, Tapi Dana Belum Langsung Masuk Rekening, Ini Penjelasannya

Ira Yulia Erfina • Jumat, 22 Mei 2026 | 22:02 WIB
Ilustrasi penyaluran Bansos PKH kepada KPM. (Foto: Instagram @pemkotkediri diperbarui oleh AI)
Ilustrasi penyaluran Bansos PKH kepada KPM. (Foto: Instagram @pemkotkediri diperbarui oleh AI)

RADAR BOGOR - Pencairan bansos PKH Tahap 2 dan BPNT Rp600.000 Mei 2026 masih berlangsung bertahap di berbagai daerah. 

Sejumlah KPM mulai melaporkan saldo masuk melalui Bank BSI, Mandiri, BNI, dan sebagian BRI, sementara penerima lain masih menunggu proses lanjutan di sistem. 

Mengutip dari kanal Youtube Diary Bansos pada Jumat, 22 Mei 2026, di tengah banyaknya saldo yang belum cair, muncul pembaruan status SPM bagi KPM yang sebelumnya mengalami gagal cek rekening. 

Baca Juga: Ungkap Kasus Tambang Emas Ilegal di Cigudeg dan Tanjungsari, Polres Bogor Tangkap 4 Pelaku

Selain itu, KPM juga diminta memahami perbedaan status pencairan di SIKS-NG, batas waktu penarikan dana bansos, hingga perkembangan bantuan tambahan lain seperti PIP, BLT Dana Desa, bantuan beras, dan minyak goreng.

1. Progres Pencairan PKH Tahap 2 dan BPNT

Pencairan PKH Tahap 2 masih berjalan bertahap melalui Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Pengiriman data susulan dari pusat ke bank penyalur masih terus berlangsung sehingga pencairan belum merata.

Baca Juga: Bansos BPNT Rp600 Ribu Sudah Masuk ke Banyak KKS BNI, Namun Penerima BRI Diminta Cek Ulang Setelah 22 Mei 2026

Untuk BPNT Rp600.000, pencairan awal lebih dulu banyak dilaporkan di rekening BSI, kemudian menyusul Bank Mandiri, dan saat ini laporan pencairan paling dominan berasal dari Bank BNI. Sementara penerima BPNT melalui Bank BRI masih relatif sedikit melaporkan saldo masuk.

“Bank BSI menjadi yang pertama menyalurkan BPNT, disusul Bank Mandiri, dan saat ini Bank BNI mendominasi pencairan. Sebaliknya, laporan KPM yang menerima BPNT dari Bank BRI masih sangat minim atau belum terlihat pergerakan signifikan,” jelas narator melalui kanal Youtube Diary Bansos.

2. KPM dengan Status Belum Cair atau “Zonk”

Masih banyak KPM yang mendapati saldo rekening kosong meski pencairan sudah berjalan. Dalam sistem bansos, terdapat dua kondisi yang menjadi perhatian.

Baca Juga: Eksportir Ade Wardhana Sambut BUMN Ekspor, Nilai Bisa Tekan Kebocoran Devisa

Pertama, status exclude yang menandakan penerima sudah tidak lagi terdaftar sebagai penerima bantuan sehingga penyaluran dihentikan.

Kedua, status gagal cek rekening akibat kendala administrasi dan sinkronisasi data rekening penerima.

Namun setelah pembaruan data oleh Pusdatin Kemensos, banyak KPM dengan status gagal cek rekening mulai berubah menjadi SPM atau Surat Perintah Membayar sebagai tanda proses pencairan mulai bergerak.

Baca Juga: Eksportir Ade Wardhana Sambut BUMN Ekspor, Nilai Bisa Tekan Kebocoran Devisa

3. Perbedaan Cek Bansos Mandiri dan SIKS-NG

KPM diminta tidak hanya mengandalkan aplikasi atau situs cek bansos karena tampilan informasi di sistem tersebut terbatas dan tidak detail.

Dalam beberapa kasus, aplikasi masih menampilkan periode Januari-Maret meski proses pencairan tahap April-Juni sebenarnya sudah berjalan di sistem pusat.

Perkembangan yang lebih rinci justru terlihat di aplikasi SIKS-NG yang digunakan operator desa, kelurahan, dan pendamping sosial PKH. Di sistem ini, status pencairan, nominal bantuan, hingga komponen PKH sudah dapat terlihat lebih lengkap.

Baca Juga: Cegah Penularan TBC, Puskesmas Pengasinan Depok Jemput Bola Cek Kesehatan Gratis Warga

Karena itu, KPM dianjurkan aktif bertanya kepada pendamping sosial untuk memastikan perkembangan status bantuan mereka.

4. Mekanisme Dana Masuk ke Rekening KKS

Status SPM belum berarti dana langsung masuk ke rekening. Bantuan baru akan ditransfer apabila status di sistem sudah berubah menjadi SI atau Standing Instruction.

Di lapangan, terdapat laporan penerima yang pagi hari masih mendapati saldo kosong, namun siang harinya bantuan BPNT Rp600.000 sudah masuk ke rekening KKS.

Baca Juga: Cegah Penularan TBC, Puskesmas Pengasinan Depok Jemput Bola Cek Kesehatan Gratis Warga

Hal tersebut menunjukkan proses transfer bantuan masih bergerak mengikuti antrean sistem perbankan dan pembaruan data pusat.

5. Aturan Penting Pengambilan Dana Bansos

KPM diminta tidak terlalu sering mengecek saldo bantuan di ATM setiap hari. Pengecekan dianjurkan dilakukan berkala setiap tiga hari, lima hari, atau satu minggu sekali.

Selain itu, dana bansos yang sudah masuk ke rekening memiliki batas waktu transaksi maksimal 30 hari kerja. Jika tidak digunakan dalam batas waktu tersebut, saldo bantuan berpotensi dikembalikan ke kas negara.

Baca Juga: Polres Bogor Bongkar 5 Kasus Tindak Pidana Migas Penyalahgunaan BBM hingga Gas Subsidi, Kerugian Capai Rp12,5 Miliar

Penerima juga dianjurkan segera menarik dana setelah bantuan masuk ke rekening KKS.

6. Daftar Bantuan Tambahan hingga Akhir Mei 2026

Selain PKH dan BPNT Tahap 2, terdapat beberapa bantuan lain yang masih berjalan hingga akhir Mei 2026.

Program Indonesia Pintar (PIP)

PIP masih disalurkan melalui kartu KIP berbasis ATM dan penerima diminta rutin mengecek rekening bantuan pendidikan.

Baca Juga: Polres Bogor Bongkar 5 Kasus Tindak Pidana Migas Penyalahgunaan BBM hingga Gas Subsidi, Kerugian Capai Rp12,5 Miliar

BLT Dana Desa

BLT Dana Desa masih berlangsung di sejumlah wilayah sesuai pendataan dan kebijakan pemerintah desa masing-masing.

Bantuan Modal Usaha PPSE Rp5 Juta

Program PPSE masih berjalan dengan nominal bantuan modal usaha Rp5.000.000 yang sebagian besar disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Dana digunakan untuk pembelian barang modal usaha sesuai proposal penerima dan tidak otomatis menghapus status penerima PKH maupun BPNT.

Baca Juga: Saldo BPNT Rp600 Ribu di KKS BRI Masih Kosong Hari Ini, KPM Bansos Diminta Bersabar Tunggu Pencairan Susulan

Bantuan Beras dan Minyak Goreng

Penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng juga masih berlangsung, meski distribusinya dinilai lebih lambat karena berkaitan dengan proses logistik di lapangan.***

Editor : Asep Suhendar
#bpnt #bansos #pkh