Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

KKS 2018, 2020, dan 2021 Mulai Terima Dana Bansos BPNT Tahap 2 Rp600 Ribu, Tapi Pencairan Belum Merata Secara Nasional, Ini Rinciannya

Ira Yulia Erfina • Jumat, 22 Mei 2026 | 23:45 WIB
Ilustrasi penyaluran bansos PKH dan BPNT (Foto: Youtube Linjamsos Oke diperbarui oleh Gemini AI)
Ilustrasi penyaluran bansos PKH dan BPNT (Foto: Youtube Linjamsos Oke diperbarui oleh Gemini AI)
 
RADAR BOGOR - Pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 2 sebesar Rp600.000 mulai dilaporkan masuk ke rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di sejumlah daerah. 

Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui bank Himbara dan belum berlangsung serentak di seluruh wilayah. 

Melansir dari kanal Youtube Cek Bansos pada Jumat, 22 Mei 2026, sejumlah penerima dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) terbitan 2018 hingga 2021 disebut sudah menerima saldo bantuan, sementara sebagian lainnya masih menunggu proses pembaruan data di sistem.

Baca Juga: Julia Djohar Tobing Divonis 1 Tahun Penjara dalam Kasus Kepabeanan, Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

1. Detail Pencairan BPNT Tahap 2

BPNT Tahap 2 yang mulai disalurkan memiliki nominal Rp600.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran banyak dilaporkan melalui Bank BRI, meskipun proses distribusi juga berlangsung melalui bank Himbara lainnya seperti Mandiri, BNI, dan BSI.

Proses penyaluran bantuan berlangsung bergelombang, sehingga jadwal masuknya saldo di tiap daerah tidak terjadi secara bersamaan.

Kondisi tersebut menyebabkan sebagian penerima sudZwwah bisa mengecek saldo bantuan, sementara lainnya masih menunggu proses penyaluran berikutnya.

Baca Juga: Pengamat Sebut Kenaikan Pajak Air Tanah Memberatkan Industri yang Patuh, Dorong Pemkab Bogor Data Ulang Perusahaan

2. Daftar Wilayah dan Tahun Terbitan KKS yang Dilaporkan Cair

Sumatera dan Kepulauan

Sejumlah daerah di wilayah Sumatera mulai melaporkan pencairan BPNT Tahap 2. Di Provinsi Bengkulu, penerima dari Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur menyebut saldo bantuan sudah masuk ke KKS, termasuk kartu terbitan tahun 2021.

Sejumlah penerima bantuan di Lampung Selatan, Lampung Tengah, serta Kabupaten Pringsewu turut menyebut saldo BPNT mulai masuk ke rekening KKS mereka. KKS yang digunakan penerima di wilayah tersebut didominasi terbitan tahun 2020 dan 2021.

Selain itu, laporan penyaluran muncul dari Kabupaten Bangka di Provinsi Bangka Belitung serta wilayah Kabupaten Bintan dan Kepulauan Batam di Kepulauan Riau.

Baca Juga: Pria Diduga Pengedar Narkoba di Dramaga Bogor Dibekuk saat Transaksi, Polisi Sita Sabu hingga Tembakau Sintetis

Jawa Barat

Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Majalengka, Sumedang, Subang, dan Kabupaten Pangandaran mulai menyampaikan bahwa saldo BPNT tahap terbaru sudah masuk ke rekening mereka.

Penerima di wilayah tersebut menggunakan KKS terbitan tahun 2018, 2020, hingga 2021.

Masuknya saldo bantuan di beberapa daerah tersebut menunjukkan proses distribusi masih berjalan secara bertahap dan belum merata di seluruh kabupaten maupun kota.

Baca Juga: Nelayan Sejahtera Melalui KNMP 2026, Ini Bocoran Solusi Taktis Hadapi Anjloknya Harga Ikan

Jawa Tengah

Wilayah Jawa Tengah juga mulai melaporkan penyaluran BPNT Tahap 2. Daerah yang disebut sudah menerima pencairan antara lain Purworejo, Kabupaten Grobogan, Blora, Pati, dan Kabupaten Batang.

Sebagian besar penerima yang melaporkan pencairan menggunakan KKS terbitan tahun 2020 dengan nominal bantuan Rp600.000.

Nusa Tenggara

Pencairan di wilayah Nusa Tenggara didominasi penyaluran melalui Bank BRI. Sejumlah daerah yang disebut mulai menerima saldo bantuan meliputi Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada, Sumbawa Barat, Kota Mataram, Kota Bima, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur.

Baca Juga: DPRD Kabupaten Bogor Dukung Pemberantasan Kejahatan Migas dan Tambang Emas Ilegal karena Rugikan Masyarakat

Proses pencairan di wilayah ini juga berlangsung bertahap sehingga belum semua penerima mendapatkan saldo bantuan pada waktu yang sama.

Sulawesi

Di wilayah Sulawesi, laporan pencairan datang dari Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, Kota Gorontalo, dan Kabupaten Polewali Mandar.

Mayoritas penerima yang disebut telah menerima bantuan menggunakan KKS terbitan tahun 2018, 2020, dan 2021 dengan nominal pencairan Rp600.000.

Baca Juga: Nelayan Sejahtera Melalui KNMP 2026, Ini Bocoran Solusi Taktis Hadapi Anjloknya Harga Ikan

3. Penjelasan KPM yang Belum Cair dan Status Desil

Masih terdapat KPM yang belum menerima pencairan meskipun masuk kategori Desil 1 sampai Desil 4. Pada sistem penyaluran bantuan, sebagian data penerima masih menampilkan periode Januari-Februari-Maret dan belum berubah ke periode April-Mei-Juni.

Kondisi tersebut terjadi di berbagai bank penyalur seperti BRI, Mandiri, BNI, dan BSI. Status data di sistem SIKS-NG sebagian masih berada pada tahap “Berhasil Cek Rekening” dan SPM atau Surat Perintah Membayar.

Karena status belum berubah menjadi SI atau Standing Instruction, proses pencairan belum dapat dilanjutkan ke tahap transfer saldo bantuan.

Baca Juga: Nelayan Sejahtera Melalui KNMP 2026, Ini Bocoran Solusi Taktis Hadapi Anjloknya Harga Ikan

4. Nasib KPM yang Belum Cair dan Estimasi Pencairan Susulan

KPM yang bantuannya belum masuk masih berpeluang menerima pencairan selama datanya tidak terhapus atau ter-exclude dari daftar penerima bantuan sosial di sistem.

Jika status administrasi di SIKS-NG berhasil berubah menjadi SI, maka bantuan dapat diproses pada termin berikutnya atau masuk kategori pencairan susulan.

“apakah masih bisa cair untuk KPM yang belum terima bansos? Jawabannya masih bisa, selama data KPM tidak ter-exclude (dikeluarkan dari daftar penerima) di dalam sistem SIKS-NG,” jelas narator melalui kanal Youtube Cek Bansos.

Baca Juga: Penjualan Hewan Kurban Turun, Pedagang di Jalan Pajajaran Kota Bogor Terpaksa Banting Harga

Proses pencairan susulan diperkirakan mulai berjalan pada bulan Juni seiring pembaruan data penerima di sistem penyaluran bantuan sosial. Karena proses berlangsung bertahap, waktu masuk saldo bantuan antarwilayah dan antarbank penyalur dapat berbeda-beda.***

Editor : Asep Suhendar
#bpnt #bansos #kks