
RADAR BOGOR - Keluhan bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap kedua tahun 2026 belum cair masih terus menghantui ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pemegang KKS Bank BNI dan BRI per hari ini.
Melansir dari Channel YouTube Pendamping Sosial, berdasarkan data dari aplikasi SIKS-NG, setidaknya ada 7 penyebab utama mengapa saldo bansos tidak kunjung masuk, mulai dari anak usia dini yang sudah berusia 6 tahun ke atas, data tidak padan Dukcapil, hingga kasus terindikasi game online terlarang yang dilaporkan oleh PPATK.
Kuota 28,2 Juta KPM: Bukan Tidak Cair, Tapi Masih Dalam Proses
Memasuki akhir Mei 2026, proses pencairan bansos tahap kedua sebenarnya masih terus berjalan.
Pemerintah telah menetapkan kuota sebanyak 18,2 juta KPM untuk BPNT dan 10 juta KPM untuk PKH, atau total 28,2 juta penerima.
Namun faktanya, masih banyak KPM yang melaporkan kartu KKS-nya kosong, terutama pemegang Bank BNI dan Bank BRI untuk bantuan BPNT Program Sembako.
“Ternyata masih cukup banyak sekali yang melaporkan katanya bantuan sosialnya belum cair. Update per hari ini untuk jenis bantuan sosial yang banyak sekali yang tidak cair atau belum cair, kebanyakan yaitu pemegang kartu KKS dari Bank BNI, apalagi Bank BRI,” demikian penjelasan kanal Pendamping Sosial.
Penyebab Utama: Anak Usia 6 Tahun ke Atas Tidak Terdeteksi Sistem
Salah satu penyebab paling umum yang membuat bansos PKH tidak cair adalah masalah komponen anak usia dini.
Jika anak KPM tersebut sudah berusia 6 tahun ke atas, sistem seringkali tidak mendeteksinya sebagai komponen PKH.
Berikut rincian nominal PKH per komponen yang seharusnya diterima:
- Anak usia dini (0-6 tahun): Rp750.000 per pencairan
- Anak SD sederajat: Rp225.000 per pencairan
- Anak SMP sederajat: Rp375.000 per pencairan
- Anak SMA sederajat: Rp500.000 per pencairan
- Lansia usia 60 tahun ke atas: Rp400.000 per pencairan
- Penyandang disabilitas: Rp400.000 per pencairan
Ketika anak memasuki usia 6 tahun dan berada di transisi TK ke SD, sistem akan membaca bahwa tidak ada komponen PKH dalam keluarga meskipun seharusnya anak tersebut masih berhak.
“Apabila Bapak Ibu mengalami hal serupa, coba lapor dulu ke petugas setempat. Tanyakan, minta dicek melalui aplikasi SIKS-NG apakah keterangannya di sana muncul seperti ini atau tidak,” saran narator saluran Pendamping Sosial.
7 Poin Penyebab Bansos Tidak Cair dari Laporan Perbankan
Selain masalah komponen PKH, berikut adalah 7 penyebab utama yang terdeteksi melalui aplikasi SIKS-NG dan laporan dari perbankan:
Baca Juga: Update Bansos Tahap Dua 2026: Gelombang 1 Sudah Cair 100 Persen, KKS BNI Gelombang 2 Masih SPM
1. Exclude hasil pembaharuan kesejahteraan keluarga
KPM mengalami peningkatan desil atau dianggap mampu (memiliki aset, pekerjaan tetap, dll) sehingga dinyatakan tidak layak menerima bantuan sosial.
2. KPM tidak ditemukan
Biasanya terjadi pada KPM validasi yang alamatnya tidak jelas, sudah pindah tanpa melapor, atau tidak diketahui keberadaannya saat petugas melakukan verifikasi.
Baca Juga: Bansos BPNT Cair Rp600 Ribu, Pemilik KKS Bank Ini Full Senyum, KPM Lain Harap Bersabar Dulu
3. KPM meninggal dunia
Otomatis terdeteksi melalui BPJS Kesehatan saat meninggal di rumah sakit. Data langsung sinkron ke DTKS dan kepesertaan otomatis dinonaktifkan.
4. NIK ganda tercatat di Dukcapil
Satu NIK digunakan oleh lebih dari satu orang. Perlu dilakukan pemutakhiran data ke Disdukcapil dan sinkronisasi ulang ke Dinas Sosial.
5. Data tidak padan Dukcapil
KPM masih menggunakan Kartu Keluarga lama dengan tanda tangan manual, bukan barcode. Segera perbaharui ke KK versi barcode terbaru.
6. KPM keluarga pendamping PKH
Ada keluarga yang lolos sebagai pendamping PKH, P3K, atau P3K paruh waktu. Status ini otomatis menggugurkan hak sebagai penerima bansos.
Baca Juga: Bansos BPNT Rp600.000 Cair Dobel Menjadi Rp1.200.000, KPM Murni Terima Saldo Dua Kali Hari Ini
7. KPM terindikasi game online terlarang
“Ini bahaya banget ya, terindikasi game online terlarang oleh PPATK pada triwulan 4 lalu di tahun 2025 lalu, sehingga baru terdeteksi sekarang dan bansosnya tidak cair lagi di tahap 2 ini,” tegas kanal Pendamping Sosial.
Tiga Jalur Pelaporan: Jangan Cukup Cek Bansos via Aplikasi!
Bagi KPM yang merasa bantuan sosialnya belum cair sementara tetangga lain di wilayah yang sama sudah menerima, disarankan untuk segera melapor ke petugas setempat.
Baca Juga: Bansos BPNT Rp600.000 Cair Dobel Menjadi Rp1.200.000, KPM Murni Terima Saldo Dua Kali Hari Ini
Cek melalui aplikasi Cek Bansos atau website dianggap kurang akurat dan kurang detail penjelasannya. KPM wajib mendatangi operator SIKS-NG melalui tiga jalur resmi:
1. Kantor Desa atau Kelurahan setempat, minta petugas mengecek SIKS-NG
2. Pendamping sosial PKH, mereka memiliki akses data lengkap
3. Dinas Sosial setempat, untuk penanganan lebih lanjut
Update Data KK ke Versi Barcode
Khusus bagi KPM yang datanya tidak padan Dukcapil karena masih menggunakan Kartu Keluarga lama (masih tanda tangan manual), disarankan untuk segera memperbaharui ke KK versi barcode terbaru.
Langkah ini penting agar data bisa padan secara otomatis antara Disdukcapil dan DTKS, sehingga ke depannya KPM tetap berkesempatan menerima bantuan sosial.
Bansos 2026 belum cair tidak selalu berarti tidak mendapatkan bantuan. Bisa jadi KPM hanya mengalami kendala teknis seperti komponen PKH tidak terdeteksi, data tidak padan, atau bahkan masalah administratif lainnya.
Kunci utamanya, jangan hanya cek via aplikasi Cek Bansos, segera datangi operator SIKS-NG setempat untuk mengetahui penyebab pasti.***
Editor : Eli Kustiyawati