RADAR BOGOR – Proses penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT Tahap 2 saat ini tengah berjalan.
Dikutip dari YouTube Pendamping Sosial, di tengah masa pencairan ini, tidak sedikit Keluarga Penerima Manfaat (KPM), terutama para pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BNI dan Bank BRI, yang mengeluhkan bantuannya belum juga masuk ke rekening.
"Bukan tidak cair, melainkan belum cair, kebanyakan yaitu pemegang kartu KKS dari Bank BNI, apalagi Bank BRI, terkhusus bagi bantuan sosial BPNT Program Sembako," ucap narator YouTube tersebut.
Bagi Anda yang mengalami kendala ini, ada dua kemungkinan status bantuan, yaitu memang belum gilirannya cair (masih proses) atau bantuan dihentikan/dibekukan oleh sistem.
Agar tidak bingung, simak fakta dan alasan utama mengapa bansos Tahap 2 tidak kunjung cair berikut ini.
Hal pertama yang perlu dipahami adalah proses transfer dana bansos dilakukan secara bertahap. Jadi, jika bantuan belum masuk, bisa jadi karena kuota antrean bank belum sampai ke nama Anda.
Pemerintah sendiri menargetkan kuota penyaluran yang sangat besar di tahap ini, yaitu 18,2 juta penerima untuk bantuan BPNT (Program Sembako) dan 10 juta penerima untuk bantuan PKH.
Kendala yang Terbaca pada Sistem SIKS-NG Desa
Jika daerah sekitar Anda sudah cair merata tetapi saldo KKS Anda tetap kosong, kemungkinan ada kendala data pada sistem SIKS-NG.
Dua alasan yang paling sering muncul di lapangan adalah sebagai berikut.
1. Komponen PKH Sudah Habis/Tidak Terdeteksi
Sering terjadi pada KPM yang hanya memiliki satu komponen anak usia dini (balita). Ketika anak tersebut sudah menginjak usia di atas 6 tahun (masuk TK besar atau pendaftaran SD), sistem akan otomatis membaca bahwa keluarga tersebut "tidak lagi memiliki komponen PKH".
2. Keterangan Exclude (Peningkatan Kesejahteraan)
Dari hasil pemutakhiran data oleh pemerintah daerah, tingkat ekonomi keluarga dianggap sudah naik (mampu), memiliki aset, atau dinilai sudah tidak layak lagi menerima bantuan.
Tujuh Alasan Saldo KKS Dibekukan oleh Pihak Bank
Selain sistem data Kementerian Sosial, pihak bank penyalur juga kerap menonaktifkan rekening bantuan KPM karena laporan-laporan berikut.
1. Orang Tidak Ditemukan
Biasanya menimpa KPM validasi baru yang saat diverifikasi di lapangan ternyata sudah pindah domisili tanpa melapor.
2. KPM Meninggal Dunia
Data otomatis dicoret dari SIKS-NG karena tersinkronisasi dengan Dukcapil, terutama jika penerima meninggal di rumah sakit menggunakan BPJS Kesehatan.
3. NIK Ganda
Terdeteksi adanya satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang digunakan oleh lebih dari satu orang.
4. Status Kependudukan Nonaktif
Adanya masalah administrasi yang membuat NIK dinonaktifkan di Dukcapil.
Baca Juga: BPNT Rp600.000 Cair di KKS Bank BRI Hari Ini, 15 Wilayah dari Bengkulu hingga NTT Mulai Terima Saldo
5. Data Tidak Padan dengan Dukcapil
Menimpa warga yang masih menggunakan Kartu Keluarga (KK) model lama (tanda tangan manual). Sangat disarankan untuk segera memperbarui KK ke model baru yang menggunakan barcode agar data kembali sinkron.
6. Anggota Keluarga Menjadi Pendamping Sosial atau PPPK
Ada anggota keluarga dalam satu KK yang lolos seleksi menjadi pendamping PKH atau diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Baca Juga: 3 Bansos Tunai Cair: PIP Rp1.800.000, BPNT Rp600.000, dan PKH Rp900.000 untuk KPM Desil 1-4
7. Terindikasi Game Online Terlarang
Ini adalah aturan tegas terbaru. KPM yang masuk dalam daftar indikasi transaksi game online terlarang berdasarkan laporan PPATK pada triwulan ke-4 tahun lalu, bantuannya akan otomatis dihentikan secara permanen mulai Tahap 2 ini.
Apa yang Harus Dilakukan KPM?
Pengecekan melalui situs atau aplikasi Cek Bansos umumnya kurang spesifik untuk melihat kendala-kendala di atas.
Oleh karena itu, jika bantuan macet, segeralah melapor ke petugas setempat untuk mengecek status akun secara detail melalui aplikasi SIKS-NG.
Anda bisa mendatangi operator SIKS-NG di kantor desa/kelurahan setempat, pendamping sosial PKH wilayah Anda, atau Dinas Sosial kabupaten/kota setempat.***
Editor : Eli Kustiyawati