RADAR BOGOR - Kanal PKH Tarik Sidoarjo meyakini, perkembangan penyaluran bansos kepada KPM PKH sudah mencapai 90% di seluruh Indonesia.
Sedangkan perkembangan penyaluran bansos BPNT masih sekitar 50 sampai 60% secara nasional.
"Karena yang cair terlebih dahulu itu adalah KPM PKH dengan komponen anak sekolah," tutur kanal PKH Tarik Sidoarjo.
Diketahui, anak sekolah terverifikasi pendidikan, sementara anak usia dini berhubungan dengan pendidikan jenjang TK atau verifikasi kesehatan.
Selain itu, komponen PKH lansia juga terverifikasi kesejahteraan sosial, sehingga KPM PKH yang memiliki 3 komponen ini mendapat pencairan bansos lebih cepat.
Baca Juga: Tingkat Hunian Kamar Hotel Naik, Perjalanan Wisatawan ke Kabupaten Bogor Tembus 3,1 Juta
Saran untuk KPM yang Masih Gagal Cek Rekening
Bansos Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (PKH BPNT) sudah mulai dicairkan di awal Mei 2026 dengan penyaluran secara bertahap.
Walau begitu, ada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang melaporkan gagal cek rekening setelah dilakukan pengecekan di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS NG).
"Setelah dicek, diberikan solusi dari pendamping minta KK terbaru, data kependudukan terbaru yang sudah terbarcode atau berbarcode," ujar kanal PKH Tarik Sidoarjo.
Bagi KPM yang masih memiliki Kartu Keluarga (KK) berwarna biru, disarankan untuk mengganti agar lebih terbaru atau termutakhirkan.
Setelah berstatus gagal cek rekening, KPM akan mendapatkan status berhasil cek rekening.
Status berhasil cek rekening bisa didapatkan karena pendamping dan KPM melakukan pemutakiran data, yang langsung dikirim ke pusat.
Selanjutnya, Pusat Data dan Teknologi Informasi melakukan pemutakiran dan pemadanan data agar data dari Kementerian Sosial (Kemensos) dengan data yang ada di perbankan menjadi sama.
Jika status KPM sudah berhasil cek rekening ini, maka bisa langsung mendapatkan keterangan surat perintah membayar (SPM) atau standing instruction (SI).
Apabila sudah SI, maka dana bantuan sudah siap dan akan ditransferkan ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) para KPM.
Editor : Siti Dewi Yanti