RADAR BOGOR - Pencairan bansos program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 2 tahun 2026 mulai dilaporkan KPM masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di sejumlah daerah.
Mengutip dari kanal Youtube Diary Bansos pada Sabtu, 23 Mei 2026, bansos BPNT sebesar Rp600.000 untuk alokasi April, Mei, dan Juni 2026 disalurkan secara bertahap ke KPM melalui bank Himbara.
Dengan mulai cairnya saldo bansos BPNT ke KPM melalui Bank BRI, proses penyaluran kini telah berlangsung di seluruh bank penyalur seperti BSI, Mandiri, BNI, dan BRI.
Baca Juga: Jangan Sampai Diusir Panitia, Ini Daftar Perlengkapan Wajib dan Bocoran Soal SPPI Kopdes 2026
Di tengah proses tersebut, masih ada sebagian KPM yang menunggu perubahan status di sistem SIKS-NG sebelum bantuan masuk ke rekening.
1. BPNT Tahap 2 Cair untuk Alokasi April, Mei, dan Juni 2026
Penyaluran BPNT Tahap 2 dilakukan untuk tiga bulan sekaligus, yakni April, Mei, dan Juni 2026. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan sebesar Rp600.000 yang dikirim langsung ke rekening KKS masing-masing.
Pencairan berlangsung bertahap sehingga waktu masuk saldo berbeda di tiap wilayah dan tiap rekening penerima. Sebagian KPM sudah menerima dana bantuan lebih dulu, sementara lainnya masih menunggu proses distribusi lanjutan dari sistem penyaluran bansos.
Baca Juga: Persib Bandung Segel Gelar Juara Super League 2025/26 Usai Imbang Tanpa Gol Kontra Persijap
2. Bank BRI Mulai Menyalurkan Saldo BPNT Tahap 2
Mulainya pencairan melalui Bank BRI menjadi perhatian banyak penerima karena sebelumnya sebagian KPM masih menunggu proses distribusi dari bank tersebut. Dengan aktifnya penyaluran di BRI, maka seluruh bank Himbara kini sudah terlibat dalam pencairan BPNT maupun PKH tahap ini.
Pencairan melalui BRI juga memunculkan laporan saldo masuk dari berbagai daerah, baik melalui ATM, agen bank, maupun aplikasi mobile banking.
3. KPM dengan Status “Gagal Cek Rekening” Mulai Mengalami Perubahan
Sebagian penerima yang sebelumnya mengalami kendala dengan status “gagal cek rekening” kini mulai melihat perkembangan pada data di sistem SIKS-NG. Dalam pembaruan terbaru, sejumlah KPM dilaporkan sudah berubah status menjadi SPM atau Surat Perintah Membayar.
Pada tahap tersebut, nominal bantuan sudah mulai muncul di sistem. Artinya, proses administrasi penyaluran mulai bergerak menuju tahap pencairan rekening penerima.
4. KPM Tinggal Menunggu Status Berubah Menjadi SI
Setelah masuk status SPM, penerima bantuan kini menunggu proses berikutnya yaitu perubahan status menjadi SI atau Standing Instruction. Status SI menjadi tanda bahwa bantuan sedang diproses untuk masuk ke rekening KKS penerima.
Baca Juga: Wanita Asal Cileungsi Bogor Jadi Korban Modus Kencan, Mobil dan iPhone Dibawa Kabur
Karena pencairan dilakukan bertahap, sebagian penerima masih belum melihat saldo masuk meski data di sistem sudah berubah. Proses ini disebut masih terus berjalan hingga seluruh penerima yang lolos penyaluran mendapatkan bantuan sesuai tahapnya.
5. Pencairan BPNT Tahap 2 Disebut Berlangsung Hingga Akhir Juni 2026
Proses distribusi bantuan masih akan berlangsung sampai batas akhir periode salur pada Juni 2026. Perbedaan waktu pencairan antarwilayah maupun antarrekening disebut masih mungkin terjadi selama proses penyaluran berjalan.
Dalam beberapa kasus, saldo bantuan juga berpotensi baru masuk mendekati pergantian bulan atau awal Juli 2026 meski bantuan tersebut tetap termasuk penyaluran Tahap 2.
6. KPM di Kalimantan Tengah Melaporkan Saldo Sudah Masuk
Laporan pencairan mulai muncul dari berbagai daerah. Salah satunya berasal dari Kalimantan Tengah, di mana penerima bantuan mengonfirmasi saldo BPNT sudah masuk ke rekening melalui aplikasi BRImo.
Masuknya saldo tersebut menjadi salah satu tanda bahwa pencairan melalui Bank BRI mulai bergerak di sejumlah wilayah.
7. Penerima di Ciawi Mengaku Saldo Masuk pada Pagi Hari
Laporan lain datang dari wilayah Ciawi. Penerima bantuan menyebut saldo BPNT mulai terlihat saat melakukan pengecekan pada pagi hari tanggal 23 Mei 2026 sekitar pukul 08.30 WIB.
Pengecekan dilakukan setelah sebelumnya rekening masih belum menunjukkan adanya tambahan dana bantuan.
Baca Juga: Pasca Tangkap Pria Diduga Pengedar Narkoba, Polsek Dramaga Limpahkan Kasus ke Polres Bogor
8. Sumatera Barat Laporkan Saldo Rp600 Ribu Sudah Cair
Penerima bantuan di Sumatera Barat juga melaporkan pencairan BPNT Tahap 2. Saat melakukan pengecekan sekitar pukul 05.55 WIB, saldo Rp600.000 disebut sudah masuk ke rekening KKS.
Penerima tersebut juga menyampaikan bahwa sebelumnya sempat menerima bantuan lain sebesar Rp500.000 pada pekan sebelumnya.
9. Ada Laporan Pencairan pada Malam Hari
Selain pencairan pagi dan siang hari, terdapat pula laporan saldo masuk pada malam hari. Salah satu penerima mengaku dana bantuan berhasil diterima pada Jumat malam, 22 Mei 2026 sekitar pukul 20.15 WIB.
Baca Juga: Kecelakaan Maut Renggut Nyawa Pelajar Bogor, Polisi Beberkan Kronologis Kejadian
Masuknya saldo pada waktu yang berbeda menunjukkan proses transfer bantuan masih berlangsung secara bertahap mengikuti sistem penyaluran masing-masing bank.
10. Wilayah Madura di Jawa Timur Mulai Melaporkan Pencairan
Pencairan melalui KKS BRI juga mulai dilaporkan oleh penerima bantuan di wilayah Madura, Jawa Timur. Laporan tersebut menambah daftar daerah yang mulai menerima distribusi BPNT Tahap 2 melalui Bank BRI.
“Dikonfirmasi bahwa KKS BRI untuk area Provinsi Jawa Timur, khususnya wilayah Madura, juga sudah mulai cair,” jelas narator melalui kanal Youtube Diary Bansos.
Baca Juga: 5 Bansos Siap Cair Mulai Besok, KPM Siap-siap Terima Bantuan Jelang Idul Adha 2026
Dengan bertambahnya wilayah yang melaporkan saldo masuk, proses pencairan diperkirakan masih terus bergerak ke daerah lainnya.
11. Nasabah BRI Mulai Mengandalkan BRImo untuk Memantau Saldo
Sebagian penerima bantuan kini memanfaatkan aplikasi BRImo untuk memantau mutasi rekening dan mengecek apakah saldo bantuan sudah masuk atau belum.
Pengecekan melalui mobile banking dinilai lebih praktis karena penerima tidak perlu bolak-balik datang ke ATM atau agen bank hanya untuk memastikan status pencairan bantuan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga