RADAR BOGOR - Kabar baik akhirnya datang bagi KPM yang sedang menantikan kelanjutan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
Minggu, 24 Mei 2026 para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya mendapati status bansos mereka tertahan, kini bisa sedikit bernapas lega karena adanya pembaruan data berkala dari pemerintah.
Dilansir YouTube Arfan Saputra Channel, pantauan aplikasi pengecekan pemerintah, keterangan periode untuk bansos BPNT (bantuan sembako) maupun PKH KPM yang semula tertulis alokasi Januari–Maret, hari ini dilaporkan telah resmi berubah menjadi alokasi April–Juni 2026.
Pembaruan ini tentu melegakan, terutama bagi para KPM yang pada beberapa waktu lalu sempat mengalami kendala gagal cek rekening atau statusnya sempat tidak bergerak di aplikasi.
Munculnya perubahan periode alokasi ini menandakan bahwa data penerima sudah mulai diproses untuk tahap berikutnya.
Meski begitu, para penerima manfaat diminta untuk tetap bersabar menanti proses pemindahan dana dari rekening negara ke rekening bank penyalur.
Berdasarkan riwayat penyaluran sebelumnya, tahapan dari perubahan status hingga terbitnya instruksi pencairan resmi (Standing Instruction) biasanya memerlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu.
Baca Juga: IAPVC 2026 Resmi Diluncurkan di Taman Safari Indonesia, Angkat Tema From Lens to Legacy
Oleh karena itu, dana bantuan tunai ini diperkirakan baru akan masuk ke rekening KKS secara merata pada akhir Mei atau memasuki awal bulan Juni 2026.
Disisi lain, laporan pemantauan langsung terhadap kondisi fisik kartu di lapangan masih menunjukkan proses yang berjalan secara bertahap.
Hasil uji coba cek saldo pada beberapa kartu KKS lama Bank Mandiri (keluaran tahun 2021 ke bawah) di wilayah Ciamis, Jawa Barat, terpantau masih kosong atau belum terisi saldo baru.
Baca Juga: Tetap Berbuat Baik Meski Dihujani Prasangka
Mengingat pembaruan data di sistem aplikasi sudah mulai berjalan serentak, para penerima manfaat diimbau untuk memeriksa akun atau aplikasi pemantauan bansos milik masing-masing secara berkala untuk memastikan apakah data kepesertaan mereka sudah ikut diperbarui oleh sistem pusat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga