Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menyasar 33 Juta Jiwa, Pemerintah Siapkan Bansos Beras Khusus bagi Pemilik KKS PKH dan BPNT

Ainun Izza Afkarina • Senin, 25 Mei 2026 | 06:52 WIB
Ilustrasi Pencairan Bantuan Sosial oleh KPM. (Foto: YouTube Kemensos Ri/diolah oleh Gemini AI)
Ilustrasi Pencairan Bantuan Sosial oleh KPM. (Foto: YouTube Kemensos Ri/diolah oleh Gemini AI)

RADAR BOGOR - Pemerintah pusat terus berupaya menjaga daya beli masyarakat di tingkat bawah.

Setelah penyaluran bansos program bantuan pangan tahap pertama berupa beras dan minyak goreng hampir rampung, kini pemerintah bersiap meluncurkan program baru yang disebut dengan bantuan penebalan untuk mengantisipasi dampak kemarau ekstrem atau fenomena El Nino.

Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, Program tambahan ini dipastikan bukan sekadar rencana, sebab skema penyalurannya telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Perum Bulog dan DPR RI.

Pemerintah bahkan telah menyiapkan anggaran yang cukup besar, yakni mencapai Rp11,92 triliun, demi mengamankan pasokan kebutuhan pokok masyarakat rentan.

Baca Juga: Bansos Tahap 2 Cair Tapi Banyak Warga Belum Tahu, Ini Tanda Nama Anda Sudah Masuk DTKS

Sasaran utama dari program jaring pengaman sosial ini berfokus pada warga yang masuk dalam kategori desil kesejahteraan 1 hingga desil 4 di data terpadu pemerintah.

Artinya, bantuan ini akan otomatis menyasar para pemilik kartu KKS seperti penerima BPNT murni, penerima PKH plus BPNT, serta masyarakat yang tercatat dalam program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kestra).

Secara keseluruhan, kuota calon penerima diperkirakan menembus angka 33 juta jiwa di seluruh Indonesia.

Pemerintah kali ini memfokuskan penyaluran bansos penebalan hanya untuk komoditas beras premium dari Bulog, sehingga tidak lagi menyertakan minyak goreng seperti pada program sebelumnya.

Baca Juga: Sering Diabaikan, Kesalahan Data Kecil Ini Bisa Bikin Penerima Bansos Susulan Tahap 2 Gagal Cair

Hal itu sengaja dilakukan agar pengadaan dan pengiriman logistik bisa berjalan jauh lebih cepat serta merata ke seluruh pelosok daerah.

Setiap keluarga penerima manfaat nantinya akan mendapatkan jatah beras seberat 10 kilogram per bulan.

Program ini direncanakan berjalan selama dua bulan berturut-turut, sehingga total bantuan yang akan dibawa pulang oleh setiap KPM adalah seberat 20 kilogram.

Mengenai waktu pelaksanaannya, pihak Perum Bulog menyatakan saat ini mereka sudah dalam posisi siap siaga penuh, termasuk telah menyiapkan sewa gudang tambahan untuk menjaga kualitas pasokan beras.

Baca Juga: Warga Desa Mulai Mengeluh Harga Beras Naik, Harapan Kini Tertuju pada Bantuan Pangan Pemerintah Tahap 2

Saat ini, Bulog tinggal menunggu keputusan resmi mengenai tanggal pelaksanaan dari pemerintah pusat untuk mulai menyebarkan surat undangan berbarcode kepada masyarakat.

Jika proses administrasi berjalan lancar, pembagian bansos beras 20 kilogram ini ditargetkan bisa mulai terealisasi pada bulan depan.

Masyarakat yang nantinya mendapatkan surat undangan diharapkan bisa memanfaatkan bantuan pangan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk konsumsi kebutuhan keluarga di rumah, serta dilarang keras untuk memperjualbelikannya kembali.***

Editor : Eli Kustiyawati
#fenomena El Nino #bantuan penebalan #menjaga daya beli masyarakat #bansos #bantuan pangan