RADAR BOGOR - Pemerintah terus menggulirkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap 2 secara bertahap.
Dilansir dari Youtube Anamovie, Dikarenakan kesiapan data dari pemerintah pusat yang tidak sama di setiap daerah, jadwal pencairan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos pun akan saling berbeda.
Bagi pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang sedang menanti saldo masuk, berikut adalah laporan terkini mengenai perkembangan di perbankan, validasi data, hingga daftar wilayah yang direkomendasikan untuk melakukan pengecekan.
1. Kabar Pencairan di Empat Bank Penyalur Utama
Proses distribusi dana bansos saat ini melibatkan empat bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dengan progres yang bervariasi:
• Bank BSI: Khusus untuk wilayah Aceh dan sekitarnya, penyaluran bansos PKH dan BPNT terus berjalan bagi KPM yang statusnya sudah mencapai instruksi pembayaran.
• Bank Mandiri: Penyaluran masih terus diproses. KPM diimbau untuk tidak terburu-buru menggesek kartu jika statusnya baru sebatas berhasil cek rekening.
• Bank BNI dan BRI: Meskipun sebagian KPM melaporkan dana sudah masuk sejak minggu lalu, sebagian lainnya masih harus mengantre karena status di sistem baru menunjukkan Surat Perintah Membayar (SPM) dan belum beralih ke tahap akhir.
2. Mengapa Bansos Belum Cair? Ini Kendala Data yang Sering Terjadi
Bila bantuan Anda tak kunjung masuk ke rekening KKS, hal tersebut umumnya dipicu oleh masalah administrasi data kemiskinan yang tidak valid, di antaranya:
• Data Tidak Sinkron dengan Dukcapil
Kesalahan kecil pada penulisan nama, tempat lahir, atau tanggal lahir di data bansos yang berbeda dengan KTP/Kartu Keluarga (KK) ber-barcode akan membuat sistem menolak pencairan otomatis.
• Perubahan Komponen Keluarga yang Belum Dimutakhirkan
Sistem akan membaca data sebagai tidak sah (invalid) jika ada perubahan struktur keluarga yang tidak dilaporkan ke petugas kelurahan, seperti adanya anggota keluarga yang meninggal dunia, pindah domisili, pernikahan baru, atau kelahiran anak.
• Kelayakan Berdasarkan Desil Ekonomi (Graduasi)
KPM yang terdeteksi sudah mampu secara finansial atau masuk dalam desil tinggi akan dikeluarkan dari kepesertaan.
Proses pemutusan ini bisa terjadi secara mandiri atau melalui sistem (graduasi by system).
• Data Nonaktif dan Solusinya
Jika data kepesertaan telanjur dinonaktifkan padahal Anda merasa masih sangat membutuhkan bantuan, disarankan untuk segera mengajukan usulan ulang di desa/kelurahan setempat agar data diperbarui secara resmi.
3. Panduan Pengecekan Saldo Berdasarkan Status SIKS-NG
Para pendamping sosial menegaskan bahwa acuan utama untuk mengambil uang di ATM adalah status SI (Standing Instruction) pada aplikasi SIKS-NG.
"Pendamping sosial itu hanya bisa menyarankan apabila statusnya itu sudah berubah di aplikasi SIKS-NG ya. Kalau sudah menunjukkan SI itu KPM disarankan ngeceknya 3 hari sekali maupun seminggu sekali itu juga boleh," ujar narator dalam Youtube Anamovie.
Jika statusnya masih bertuliskan SPM atau baru berhasil cek rekening, kemungkinan besar saldo di dalam kartu KKS masih kosong.
4. Daftar Wilayah yang Direkomendasikan Cek Saldo Hari Ini
Bagi KPM yang status di aplikasi SIKS-NG miliknya sudah terkonfirmasi SI, berikut adalah daftar wilayah yang disarankan untuk mulai mengecek kartu KKS secara berkala karena tidak adanya laporan tertulis mengenai jam masuknya dana:
• Sumatera: Mandailing Natal (Sumatera Utara), Muara Enim (Sumatera Selatan), dan Tanjung Jabung Timur (Jambi).
• Jawa: Tangerang (Banten), Bandung Barat (Jawa Barat), dan Magetan (Jawa Timur).
• Kalimantan: Ketapang (Kalimantan Barat) dan Bulungan (Kalimantan Utara).
• Sulawesi: Minahasa Tenggara (Sulawesi Utara).
• Nusa Tenggara: Sabu Raijua (Nusa Tenggara Timur/NTT).
5. Perkembangan Program PIP dan Bansos Atensi
Selain PKH dan BPNT, program bantuan lain seperti Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anak sekolah juga dilaporkan sudah mulai cair di beberapa daerah.
Wali murid disarankan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan apakah data siswa perlu diperbarui atau tidak.
Sementara itu, untuk bansos Atensi YAPI (Yatim Piatu), hingga saat ini terpantau masih dalam proses birokrasi dan diharapkan ada kabar baik pada bulan depan.***
Editor : Eli Kustiyawati