RADAR BOGOR – Kabar gembira kembali datang bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial atau bansos pemerintah.
Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, memasuki tanggal 25 Mei 2026, proses pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua dilaporkan kembali berlangsung di sejumlah daerah.
Sejumlah penerima mengaku saldo bantuan sudah mulai masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), khususnya Bank BRI, dengan nominal mulai Rp600 ribu hingga Rp1,8 juta.
Baca Juga: Daftar Daerah Ini Mulai Terima Saldo KKS, Cek Penyebab Bansos Anda Tertunda atau Dihentikan Sistem
Informasi terbaru ini ramai dibagikan para KPM melalui media sosial dan grup komunitas penerima bansos.
Banyak warga mengaku terkejut karena saldo bantuan tiba-tiba muncul saat melakukan pengecekan ATM maupun aplikasi mobile banking.
Salah satu laporan terbaru datang dari penerima BPNT murni pemegang KKS keluaran tahun 2017.
Dalam keterangannya, penerima tersebut mengaku saldo Rp600.000 sudah masuk pada pagi hari tanggal 25 Mei 2026.
Baca Juga: PMII Demo di Balai Kota Bogor, Sebut HJB ke-544 Momen Evaluasi Bukan Seremoni
Nominal Rp600 ribu yang masuk tersebut diduga merupakan pencairan BPNT tahap kedua untuk periode April–Juni 2026.
Proses penyaluran sendiri disebut masih berlangsung secara bertahap sesuai mekanisme perbankan dan validasi data penerima.
Ada yang Cair Rp1,8 Juta Sekaligus
Tak hanya BPNT murni, sejumlah KPM juga melaporkan pencairan gabungan antara Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT.
Baca Juga: Taklimat Presiden Prabowo di Seskoad: TNI Harus Adaptif dalam Menghadapi Dinamika Geopolitik Global
Salah satu laporan berasal dari wilayah Kalimantan Barat.
Penerima bantuan tersebut memperlihatkan saldo masuk sebesar Rp1.800.000 pada tanggal 24 Mei 2026.
Dana itu disebut berasal dari komponen PKH ditambah BPNT tahap kedua.
Jumlah bantuan yang diterima tiap KPM memang berbeda-beda, tergantung kategori penerima PKH yang dimiliki, mulai dari ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, hingga anak sekolah.
Sementara itu, laporan pencairan BPNT Rp600 ribu juga kembali muncul dari berbagai wilayah lain seperti Riau dan Dumai.
Baca Juga: Transformasi Digital bank bjb Berbuah Penghargaan pada DIGIWARA dan SHAFARA 2026
Sebagian penerima mengaku sudah berhasil melakukan tarik tunai sejak pagi hingga malam hari pada 24 Mei 2026.
KKS BRI Dominasi Pencairan Hari Ini
Mayoritas laporan pencairan yang beredar berasal dari pengguna KKS Bank BRI.
Banyak KPM mengaku saldo bantuan mulai terisi setelah sebelumnya kosong selama beberapa hari.
Salah satu penerima dari Riau menyebutkan bahwa bantuan sembako tahap kedua akhirnya “meledak” atau cair setelah menunggu cukup lama.
“Periodenya memang sudah lama berubah, tinggal tunggu pencairan,” tulis penerima tersebut.
Laporan lain juga datang dari pemegang KKS BPNT murni tahun 2021.
Penerima itu mengaku sebelumnya bantuan belum cair, namun pada sore hari tanggal 24 Mei 2026 saldo tiba-tiba masuk sebesar Rp600 ribu.
Fenomena ini membuat banyak KPM mulai rutin mengecek saldo ATM maupun aplikasi mobile banking karena pencairan dilakukan bertahap dan tidak serentak.
Baca Juga: Meriah, Milangkala Sanggar Seni Hibar ke-21, Ribuan Warga Cibeber Lestarikan Budaya Sunda
Saldo Masuk Tapi ATM Masih Kosong?
Di tengah kabar pencairan tersebut, ada pula penerima yang mengaku mendapatkan notifikasi saldo masuk, namun saat dicek di ATM saldo ternyata masih kosong.
Kasus ini dialami salah satu pengguna aplikasi Wonder by BNI pada malam 24 Mei 2026.
Dalam aplikasi terlihat nominal Rp600 ribu masuk, tetapi dana belum bisa ditarik.
Kondisi seperti ini diduga terjadi karena saldo masih dalam status penahanan sementara atau blokir internal bank.
Baca Juga: Terpilih Secara Aklamasi, Eryko Bakti Kembali Pimpin Perserosi Kota Bogor
Biasanya dana baru bisa digunakan beberapa waktu setelah proses sinkronisasi selesai.
Penerima bansos pun diminta tidak panik apabila mengalami kondisi serupa.
Mereka disarankan menunggu beberapa jam atau beberapa hari sambil rutin mengecek saldo secara berkala.
KPM Diminta Bersabar, Penyaluran Masih Bertahap
Hingga akhir Mei 2026, proses pencairan BPNT tahap kedua disebut masih terus berjalan di berbagai daerah.
KPM yang periodenya sudah berubah menjadi April–Juni 2026 diminta tetap bersabar menunggu proses Surat Instruksi (SI) dan penyaluran dari bank penyalur.
Pemerintah bersama bank Himbara disebut terus mempercepat proses distribusi bantuan agar bisa selesai sebelum awal Juni 2026.
Para penerima berharap pencairan tahap kedua kali ini berjalan lancar tanpa kendala seperti rekening kosong, saldo tertahan, maupun gagal tarik tunai.
Dengan semakin banyaknya bukti pencairan yang bermunculan, harapan KPM untuk segera menerima bantuan pun semakin besar.
Warga kini hanya diminta rutin mengecek KKS masing-masing karena pencairan dapat terjadi sewaktu-waktu.***
Editor : Asep SuhendarSumber : YouTube Arfan Saputra Channel