Cair Dobel Lewat KKS dan Kantor Desa, Ini Skema Pembagian Bansos Tunai Serta Sembako Mei 2026
Ainun Izza Afkarina• Senin, 25 Mei 2026 | 23:02 WIB
Ilustrasi Pencairan Bantuan Sosial oleh KPM. (Foto: YouTube Kemensos Ri/Diolah oleh Gemini AI)
RADAR BOGOR - Pemerintah pusat terus mempercepat proses penyaluran berbagai program bantuan sosial atau bansos untuk masyarakat menjelang akhir bulan Mei 2026.
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat, sekaligus memberikan perlindungan ekonomi bagi warga yang berada dalam kategori rentan.
Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, terdapat lima jenis program yang sedang digulirkan secara bersamaan di lapangan.
Skema pembagian bantuan tersebut dibagi ke dalam dua jalur utama, yakni tiga bantuan berbentuk uang tunai melalui perbankan, dan dua bantuan non-tunai berupa bahan pangan pokok.
Berikut adalah rincian tiga jenis bansos tunai yang saat ini pengerjaannya sedang dikebut oleh kementerian terkait:
1. Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 2 Susulan
Bantuan ini menyasar para penerima manfaat susulan yang datanya baru selesai divalidasi oleh sistem, atau yang sempat mengalami kendala administrasi pada bulan lalu.
Pemilik komponen seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, lansia, dan disabilitas berat diimbau memeriksa kartu KKS secara berkala.
2. Bantuan Program Sembako (BPNT) Susulan
Dana bantuan tunai senilai Rp600.000 ini juga terus disalurkan ke rekening KKS KPM susulan. Di sistem pengecekan, status bantuan ini rata-rata sudah menunjukkan keterangan Surat Perintah Membayar (SPM), yang berarti dana akan segera ditransfer oleh bank penyalur (BRI, BNI, Mandiri, dan BSI).
3.Program Indonesia Pintar (PIP) Termin 2: Bantuan sektor pendidikan ini dicairkan bagi siswa sekolah (SD, SMP, SMA/SMK) yang masuk dalam daftar penerima tahun 2026 dan sudah melakukan aktivasi rekening Simpanan Pelajar (SimPel).
Sementara itu, untuk kluster bansos non-tunai, pemerintah menerapkan sistem rapel atau penggabungan alokasi dua bulan sekaligus.
Langkah ini terbukti efektif untuk memotong antrean panjang di lokasi pembagian serta mempercepat penyerapan logistik. Dua bantuan pangan yang dimaksud adalah:
1. Bantuan Beras 10 Kg (Dirapel Menjadi 20 Kg)
Penerima manfaat akan langsung membawa pulang beras premium seberat 20 kilogram sekaligus untuk jatah dua bulan.
2. Bantuan Minyak Goreng (Dirapel Menjadi 4 Liter)
Menemani bantuan beras, jatah minyak gratis sebanyak 2 liter per bulan juga digabung, sehingga warga langsung menerima 4 liter minyak goreng.
Secara nasional, Badan Pangan Nasional bersama Perum Bulog dan PT Pos Indonesia mencatat distribusi barang di tingkat desa dan kelurahan sudah berjalan di atas 50 persen.
Pemerintah daerah juga terus didorong untuk segera menyelesaikan sisa pembagian di wilayah pelosok dan perbatasan agar bantuan bisa diterima secara merata.
Warga yang sudah menerima bantuan diharapkan memanfaatkan dana maupun bahan pangan tersebut dengan bijak untuk keperluan dapur serta biaya sekolah anak.***