RADAR BOGOR - Kabar yang ditunggu jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akhirnya mulai menemukan titik terang.
Dilansir dari kanal YouTube Cek Bansos, menjelang pergantian bulan, proses penyaluran bantuan sosial tahap kedua tahun 2026 untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali menunjukkan perkembangan terbaru.
Informasi terbaru menyebutkan bahwa sejumlah data penerima bansos kini telah mengalami perubahan status pada sistem pengecekan resmi.
Dari yang sebelumnya masih tercatat periode Januari, Februari, dan Maret, kini mulai berubah menjadi April, Mei, dan Juni 2026.
Baca Juga: Pencairan Bansos YAPI Terhambat di Berbagai Daerah, KPM Diimbau Cek Dokumen Penting Ini
Perubahan ini disebut menjadi salah satu tanda kuat bahwa proses pencairan bansos tahap kedua segera dilakukan.
Perubahan status tersebut dikabarkan sudah muncul pada sistem pengecekan bansos serta aplikasi terkait penyaluran bantuan sosial.
Bahkan, dalam sistem internal penyaluran, status sebagian penerima disebut telah masuk tahap SPM atau Surat Perintah Membayar.
SPM sendiri menjadi tahapan penting dalam proses pencairan bansos.
Artinya, data penerima telah diproses dan diteruskan ke bank-bank penyalur seperti Bank BRI, BNI, Mandiri, hingga BSI untuk segera dilakukan pencairan.
Banyak KPM yang sebelumnya khawatir karena bantuan mereka belum masuk rekening kini mulai kembali berharap.
Pasalnya, status SPM menunjukkan bahwa bantuan tidak tereksklusi atau tidak dicoret dari daftar penerima.
Berdasarkan informasi yang beredar dari sistem penyaluran bansos, proses pencairan setelah status berubah menjadi SPM diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 14 hari kerja.
Baca Juga: Siap-Siap untuk KPM, Bantuan Pangan Mulai Disalurkan, Pastikan Data KK Anda Aman
Dengan demikian, peluang pencairan bansos PKH dan BPNT tahap kedua diprediksi akan berlangsung pada akhir Mei hingga minggu pertama Juni 2026.
Tidak hanya penerima reguler melalui Kartu KKS, penyaluran susulan juga disebut akan menyasar KPM yang sebelumnya menerima bantuan melalui PT Pos Indonesia, khususnya di wilayah 3T atau daerah yang belum sepenuhnya mendapatkan distribusi kartu KKS.
Selain PKH dan BPNT, pemerintah juga dikabarkan masih melanjutkan sejumlah program bantuan lain pada bulan Juni mendatang.
Salah satunya adalah Program Indonesia Pintar (PIP) yang kembali dijadwalkan cair di sejumlah daerah untuk termin pertama tahun 2026 berdasarkan SK nominasi dan SK pemberian terbaru.
Baca Juga: Bansos Belum Cair? Ini Prediksi Jadwal dan Tanda Baru Bantuan PKH-BPNT Salur Juni 2026
Tak berhenti di situ, bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter juga disebut masih akan disalurkan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.
Meski tidak berlangsung serentak, distribusi bantuan pangan tetap berjalan menyesuaikan kesiapan masing-masing daerah.
Situasi ini membuat masyarakat penerima bansos diminta untuk tetap rutin memantau perkembangan status bantuan mereka.
Khusus bagi KPM yang statusnya masih tertahan di periode Januari–Maret, disarankan segera melakukan pengecekan ulang melalui operator DTKS desa atau kelurahan, pendamping sosial, hingga Dinas Sosial setempat.
Sementara itu, bagi penerima yang statusnya sudah berubah menjadi April–Juni dan telah masuk tahap SPM, mereka hanya tinggal menunggu proses berikutnya hingga berubah menjadi SI atau status pencairan berhasil.
Kementerian Sosial juga dikabarkan telah merilis persentase realisasi penyaluran bansos tahap kedua tahun 2026.
Untuk bantuan PKH, dari total kuota sekitar 10 juta penerima, sebanyak 87 persen disebut sudah tersalurkan.
Artinya, masih ada sekitar 13 persen lagi penerima yang akan diproses pencairannya pada termin susulan bulan Juni.
Sedangkan untuk bantuan sembako atau BPNT, realisasi penyaluran disebut baru mencapai sekitar 80 persen dari total kuota nasional.
Ini berarti masih ada jutaan KPM lagi yang berpotensi menerima pencairan pada lanjutan tahap kedua mendatang.
Dengan perkembangan terbaru ini, masyarakat penerima bansos diimbau untuk tidak panik apabila bantuan mereka belum cair.
Selama status masih aktif dan belum tereksklusi, peluang pencairan masih terbuka lebar.
Kini, harapan jutaan keluarga penerima manfaat tertuju pada awal Juni 2026.
Banyak yang berharap proses penyaluran tahap kedua benar-benar segera rampung agar bantuan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.***
Editor : Eli KustiyawatiSumber : Youtube Cek Bansos