RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan sosial atau bansos program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua hingga kini masih berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.
Dilansir dari kanal YouTube Anamovie, banyak KPM mengaku saldo bantuan belum masuk ke kartu KKS mereka meskipun daerah lain sudah mulai menerima pencairan.
Kondisi tersebut memicu banyak pertanyaan dari masyarakat, terutama penerima yang menggunakan bank penyalur BSI, BRI, BNI, dan Bank Mandiri.
Namun pendamping sosial memastikan bahwa proses penyaluran masih berjalan dan belum selesai sepenuhnya.
Perbedaan jadwal pencairan disebut bukan karena bantuan dihentikan, melainkan akibat proses administrasi dan kesiapan data yang berbeda-beda di tiap daerah.
Bahkan dalam satu desa sekalipun terdapat KPM yang sudah cair dan ada yang masih menunggu.
Daerah-daerah seperti Lampung Barat, Probolinggo, Sintang, Aceh Timur, hingga Pinrang mulai disarankan melakukan pengecekan saldo bagi penerima yang status bantuannya sudah berubah menjadi SI.
Banyak Faktor Jadi Penyebab BPNT Tertunda
Selain masalah teknis perbankan, keterlambatan BPNT juga dipengaruhi validasi data penerima.
Pemerintah kini lebih ketat dalam memastikan bantuan tepat sasaran.
KPM yang datanya tidak sinkron dengan Dukcapil berpotensi mengalami kendala pencairan.
Kesalahan kecil seperti nama berbeda di KTP dan KK bisa membuat bantuan tertunda dalam sistem.
Baca Juga: Pencairan Bansos YAPI Terhambat di Berbagai Daerah, KPM Diimbau Cek Dokumen Penting Ini
Perubahan status keluarga seperti pindah alamat, menikah, meninggal dunia, atau adanya anggota keluarga yang menjadi ASN, TNI, maupun Polri juga wajib segera dilaporkan ke pendamping sosial.
Jika tidak diperbarui, sistem dapat menganggap data penerima tidak valid sehingga bantuan tidak bisa diproses.
Dana Mengendap Bisa Dikembalikan ke Kas Negara
Penerima BPNT juga diingatkan agar segera mencairkan saldo bantuan apabila sudah masuk ke rekening KKS.
Dana bansos tidak diperbolehkan terlalu lama mengendap di rekening penerima.
Bahkan saldo kecil sekalipun disebut bisa dikembalikan ke kas negara apabila dianggap tidak digunakan oleh KPM.
Oleh karena itu masyarakat diminta rutin memantau status bantuan melalui pendamping sosial maupun perangkat desa.
Pemerintah juga mengingatkan bahwa proses penyaluran bansos masih terus berjalan sehingga masyarakat diimbau tetap sabar menunggu jadwal pencairan di wilayah masing-masing.***
Editor : Eli Kustiyawati