RADAR BOGOR - Kabar terbaru kembali datang bagi jutaan masyarakat penerima bantuan atau bansos pangan dari pemerintah.
Dilansir dari kanal YouTube Arfan Saputra Channel, Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional atau Badan Pangan Nasional memastikan bahwa penyaluran bantuan pangan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter untuk alokasi Februari–Maret 2026 resmi diperpanjang hingga bulan Juni 2026.
Informasi ini langsung menjadi perhatian publik, terutama bagi keluarga penerima manfaat atau KPM yang hingga kini belum menerima bantuan tersebut.
Perpanjangan penyaluran dilakukan agar seluruh penerima yang telah terdaftar tetap mendapatkan haknya secara optimal.
Namun demikian, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak salah memahami informasi tersebut.
Perpanjangan ini bukan berarti akan ada tambahan bantuan baru pada bulan Juni.
Penyaluran yang diperpanjang hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang sebelumnya belum menerima bantuan beras dan minyak goreng untuk periode Februari–Maret 2026.
Baca Juga: Tak Cemari Lingkungan, Begini Cara Kerja PSEL di Bogor dan Dampak bagi Masyarakat Sekitar
Pemerintah hanya ingin memastikan distribusi yang belum tersalurkan bisa segera sampai kepada penerima yang berhak.
Dalam pelaksanaannya, Perum Bulog bersama Badan Pangan Nasional berkomitmen mempercepat distribusi bantuan pangan tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kestabilan harga beras dan minyak goreng yang belakangan mengalami dinamika di pasaran.
Percepatan distribusi bantuan pangan menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok strategis.
Saat ini, realisasi distribusi bantuan minyak goreng baru mencapai sekitar 34 persen.
Oleh karena itulah Bulog diminta segera mempercepat penyaluran hingga Juni 2026 agar dampaknya terhadap stabilitas harga dapat segera dirasakan masyarakat.
Tak hanya itu, pemerintah juga terus mengoptimalkan distribusi minyak goreng rakyat “Minyakita” ke berbagai pasar tradisional dan jalur distribusi lainnya.
Baca Juga: 5 Kriteria KPM Exclude Penyebab Bansos Tidak Cair, Berikut Kuota Penerima Bantuan PKH dan BPNT 2026
Tujuannya agar harga tetap terkendali dan mudah dijangkau masyarakat kecil.
Dalam program bantuan pangan kali ini, volume minyak goreng yang akan didistribusikan mencapai sekitar 132,9 ribu kiloliter.
Jika penyalurannya dilakukan serentak pada Mei hingga Juni, pemerintah yakin langkah tersebut akan membantu menekan harga minyak goreng di pasaran.
Data Badan Pangan Nasional menunjukkan bahwa rata-rata harga Minyakita pada pekan kedua Mei memang mulai mengalami penurunan secara mingguan.
Baca Juga: Klaim Zero Emission, Pengelolaan Sampah Berbasis WTE Bogor Disebut Lebih Bersih dari TPA
Meski begitu, harga tersebut masih sedikit berada di atas harga eceran tertinggi atau HET yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.
Hingga 20 Mei 2026, realisasi bantuan minyak goreng telah mencapai 46,2 ribu kiloliter dan disalurkan kepada sekitar 11,5 juta keluarga penerima manfaat.
Sementara itu, masih terdapat sekitar 86,8 ribu kiloliter yang akan terus dikebut penyalurannya sampai pertengahan tahun 2026.
Untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap aman, pemerintah juga menyampaikan bahwa stok cadangan pangan pemerintah masih sangat memadai.
Selain minyak goreng, bantuan pangan berupa beras juga terus berjalan.
Hingga 21 Mei 2026, penyaluran bantuan beras telah mencapai 248,4 ribu ton di berbagai daerah di Indonesia.
Pemerintah berharap program bantuan pangan ini benar-benar dapat membantu masyarakat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Dengan adanya bantuan minyak goreng 4 liter untuk setiap KPM, masyarakat dinilai tidak perlu lagi membeli minyak goreng dalam waktu tertentu sehingga daya beli tetap terjaga.
Bagi masyarakat yang hingga saat ini belum menerima bantuan beras dan minyak goreng, pemerintah meminta agar tetap bersabar menunggu proses penyaluran pada bulan Juni nanti.
Sementara bagi yang sudah menerima, diharapkan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebutuhan keluarga.***
Editor : Asep Suhendar